
"Kita adalah tamu utama di sini." ucap Clara.
"Sebenarnya aku sangat malu jalan bersama kamu, menjauh lah dari ku " ucap Darel.
Clara terdiam namun dia tidak memperdulikan perintah Darel dia menggandeng tangan Darel dan menyapa tamu-tamu.
"Wah akhirnya Clara datang juga, kamu cantik banget malam ini." ucap Tante nya.
"Makasih loh Tante. Oh iya kenalin nih orang yang aku ceritakan sebelumnya."
Tante Clara itu menyalim tangan Darel yang tetap memasang wajah dingin.
"Salam kenal, saya Tante nya Clara."
"Saya teman nya Clara." ucap Darel. seketika Tante Dan juga Clara terdiam.
"Dia memang suka bercanda gitu kok Tante, biasa lah pengusaha sering menyembunyikan hubungan mereka." ucap Clara.
Mereka pun melanjutkan acara, menyambut tamu yang datang sementara Darel duduk di sudut, dia saling berbalas pesan dengan Tasya.
"Darel! Kamu bikin aku malu saja deh!" ucap Clara tiba-tiba datang.
"Aku bikin kamu malu?" Kenapa?" tanya Darel pura-pura tidak paham. Padahal dia sengaja membuat Clara kesal.
"Kamu sangat ngeselin!" ucap Clara.
Darel menghela nafas panjang.
"Acara nya masih lama? Ini sudah jam sepuluh malam." ucap Darel.
"Kamu pulang saja sendiri, aku tidak mau pulang sama kamu, aku akan bilang sama Tante." ancam Clara.
"Jangan coba-coba untuk mengadu pada Mamah saya! Kamu harus sadar diri!" ucap Darel dengan sangat dingin dan pergi begitu saja.
"Aaarggghh! Nyebelin! nyebelin! Semua nya menyebalkan." ucap Clara sangat marah.
"Ada apa sih Clara? Kenapa kamu marah-marah seperti itu?" tanya Tante nya.
"Darel loh Tante, dia sangat ngeselin dia malah ninggalin aku begitu saja."
"Kamu nginap saja di sini, Tante juga masih ingin cerita-cerita sama kamu!"
"Ya udah deh Tan, aku juga pulang malam seperti nya Takut." ucap Clara sambil memasang wajah cemberut.
Sesampainya nya di rumah Darel Langsung masuk.
"Loh Clara mana? Kok gak ikut sama kamu?" tanya Papah Darel.
"Dia minta aku duluan pulang Pah, bisa jadi dua menginap di sana." ucap Darel.
"Loh kok bisa jadi?"
"Aku capek Pah, aku mau istirahat kalau mau tau tentang dia lebih baik telpon sendiri." ucap Darel.
__ADS_1
Dia juga jadi kesal pada Papah nya, papah nya salah satu orang yang menyetujui perjanjian konyol yang tidak masuk akal itu."
Papah nya jadi kebingungan.
"Ada apa Pah?" tanya Bu Tima baru keluar dari kamar.
"Itu loh Darel pulang hanya sendiri, sekarang Clara entah di mana." ucap pak Yuda.
"Tunggu Mamah telpon dulu yah," Setelah di telpon Clara mengadu sambil nangis-nangis.
Darel masuk ke kamar ternyata istri nya sudah tidur, dia berganti pakaian membersihkan diri di kamar mandi dan naik ke kasur.
"Muacchhh!!! Darel mencium kening Tasya.
"Hummmm, kakak sudah pulang?" ucap Tasya terbangun.
"Kakak membangun kan kamu?" tanya Darel. Tasya tersenyum.
"Kakak sudah lama di sini?" tanya Tasya.
"Baru saja selesai mandi." ucap Darel.
"Oohh." Tasya mengusap matanya.
Dia tidur di lengan Darel.
"Maaf yah sudah buat kamu lama nungguin."
"Gak apa-apa kok, hanya saja aku sulit tidur karena kefikiran kakak sedang bersama Clara." ucap Tasya.
"Kakak meninggalkan nya di sana, dia sangat membuat kakak kesal."
"Bagaimana bisa kakak meninggalkan dia di sana? Nanti Orang tua kakak yang akan marah." ucap Tasya.
Darel menghela nafas panjang.
"Kakak mau istirahat, kamu juga tidur lah, jangan bahas itu lagi." ucap Darel memeluk Tasya dengan sangat erat.
Tasya juga langsung memeluk Darel agar sama-sama nyaman.
Satu Minggu kemudian surat undangan sudah tersebar. Dan media heboh kaget serta sudah bisa di pastikan kalau banyak gosip yang tidak-tidak.
Mereka mengatakan kalau Tasya sudah hamil di luar nikah karena sering tinggal di tempat Darel.
Pokoknya sangat jahat komentar orang-orang pada keluarga Tasya mau pun Darel.
Sampai Orang tua Darel dan juga orang tua Tasya marah besar meminta untuk segera membatalkan namun Darel dan Tasya tidak mau.
Tiga hari lagi sudah hari H, Tasya sekarang bersama Darel memantau langsung gedung yang di jadikan tempat acara mereka nanti.
Kali ini mereka harus memakai Bodyguard sangat banyak wartawan yang mengejar mereka.
"Kak kakak yakin dengan semua ini?" tanya Tasya.
__ADS_1
Darel menatap Tasya.
"Apa kamu ragu dengan kakak? Kita sudah sejauh ini." ucap Darel.
"Aku tidak bermaksud seperti itu, tapi acara yang kita buat sangat lah mewah dan pasti menghabiskan uang banyak."
"Jangan pernah pikirkan biaya!"
Tasya terdiam.
"Pokoknya kamu hanya fokus pada hubungan kita dan acara kita nanti jangan memikirkan hal yang lain, dan jangan coba-coba untuk membaca komentar netizen." ucap Darel.
Tasya tersenyum.
"Iyah kak aku tau, aku juga tidak ingin drop karena membaca semua komentar mereka." ucap Tasya.
Darel tersenyum.
"Ya udah kita lihat-lihat lagi yah." ucap Darel.
Mereka berkeliling melihat dekorasi yang sudah jadi 70%.
"Bagaimana kamu tetap suka kan?" tanya Darel. Tasya mengangguk.
Di Hari H, Tasya dan Darel sudah duduk di pelaminan, Dan anak-anak nya juga ada di sana. Tamu juga mulai datang mengucap kan selamat.
Sementara di tempat lain adalah dua pasang orang tua yang sama sekali tidak bahagia dia Acara itu.
Seharusnya mereka duduk di depan, namun mereka tidak mau, akhirnya duduk di depan mendampingi pengantin adalah keluarga dekat.
Cukup banyak sih yang menganggap aneh, namun Darel sama Tasya tidak memikirkan apa tanggapan mereka.
Tasya melihat ke arah Ibu dan ayah nya.
"Ya Allah bukan perlakuan seperti ini yang aku inginkan dari orang tua ku." batin Tasya.
"Sudah jangan sedih." ucap Darel menghapus air mata Tasya.
"Mereka sama sekali tidak mau mengucapkan selamat pada kita kak, aku sangat malu jika seperti ini."
"Sudah biarkan saja, kita juga sudah minta maaf pada mereka tadi kan, terserah mereka mau melakukan apa." ucap Darel hanya tidak ingin hati istri nya sedih karena dia juga memiliki perasaan yang sangat sedih.
Pernikahan nya kali ini berbeda dengan pernikahan pertama.
Pernikahan pertama memang hanya sederhana namun keluarga yang lengkap dan kompak, sementara ini mewah sekali, Tamu juga sangat banyak namun orang tua mereka memilih menjadi tamu.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 😇***