
Melihat Tasya tumbuh besar membuat nya merasa gagal menjadi seorang ibu, karena sebuah karier dia rela meninggalkan putri nya.
"Kedatangan ku ke Sini mau membahas soal ibu." ucap Tasya. Setelah di bahas pak Ahmad setuju, apa pun resikonya mereka sudah siap.
Tasya senang dengan jawaban ayah nya.
"Tapi aku takut Ayah operasi nya tidak berhasil." ucap Tasya.
"Kita hanya bisa berserah pada yang di atas." ucap Pak Ahmad. Pak Ahmad memeluk Tasya.
Buk Mita yang melihat itu membuat nya tersenyum ingin rasanya dia ikut di sana dan memeluk kedua orang yang dia sayang itu.
"Oh iya yang tadi itu beneran sekertaris Ayah? aku pikir sekertaris Ayah Masih muda." ucap Tasya. Pak Ahmad tersenyum.
"Iyah." ucap Pak Ahmad.
"Kamu sudah Makan? Ayo makan dulu." ajak Pak Ahmad mengajak Tasya makan. Tasya menginyakan mereka memesan makanan.
Tasya menatap wajah Ayah nya.
"Apa benar yah Ayah mempunyai istri lagi dulu, dan itu adalah Ibu ku." batin Tasya.
"Kenapa kamu melamun saja? Ayo buruan makan." ucap Pak Ahmad. Tasya mengangguk.
"Kamu terlihat lebih kurusan sekarang, Ayah yakin kamu pasti sering kurang enak badan." ucap pak Ahmad.
"Aku bahkan tidak berselera makan memikirkan apa yang terjadi sebenarnya Ayah, seandainya ayah tau pikiran ku sekarang." batin Tasya.
Tasya bahkan tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan dia anak orang tua nya kandung atau bukan. Dan karena keterbatasan dia tidak bisa mencari tahu sendiri.
Darel selalu melarang nya mau kemana saja. Dan juga dia sering sakit pinggang.
Setelah selesai Makan bersama Tasya ijin pulang. Pak Ahmad pun kembali ke kantor nya dia masuk ke ruangan nya kaget melihat Mita yang duduk menangis di sofa.
"Apa yang terjadi?" tanya pak Ahmad. Buk Mita langsung memeluk pak Ahmad. "Aku sangat menyesal meninggalkan Tasya, aku sangat merindukan nya." ucap Buk Mita.
"Sudah jangan menangis lagi, jangan sedih, semua nya sudah terlanjur ini adalah takdir." ucap Pak Ahmad.
"Aku ingin Tasya memanggil ku dengan panggilan Ibu, aku ingin dia tau aku adalah Ibu nya bukan Adel, aku yang melahirkan dia." ucap buk Mita.
__ADS_1
"Jangan gegabah, nanti kalau dia tau semua nya tidak mungkin dia mau melihat kamu." ucap pak Ahmad. Mita semakin menangis.
"Kamu sangat jahat, kamu tidak mencintai ku lagi, kamu harus membantu aku berbicara pada Tasya, aku tidak mau melepaskan kesempatan ini lagi.
Pak Ahmad terlihat sangat mencintai Buk Mita dia memeluk buk Mita sangat erat berusaha menenangkan nya.
Tasya di dalam mobil perjalanan pulang melamun sepanjang perjalanan sehingga tidak sadar ponsel nya berdering. Setelah sampai di rumah dia langsung istirahat ke kamar.
Raya dan Stevan yang memanggil mamah nya untuk bermain bersama kebingungan karena Tasya mengabaikan mereka..
"Aku lihat Mamah dulu." ucap Raya berlari ke kamar Tasya, namun melihat Mamah nya tidur dia tidak berani mengganggu dia pun keluar.
Di kantor nya Gerwyn sibuk dengan pekerjaan nya ponsel nya berdering panggilan dari Mamah nya.
"Halo mah, ada apa lagi?" tanya Darel.
"Kamu selalu mengabaikan telpon mamah, apa istri kamu lebih penting dari pada Mamah?" tanya buk Tima.
"Mamah ngomong apa sih? aku tidak mengerti apa yang di maksud oleh Mamah." ucap Darel.
"Kapan kamu akan ke Dubai? Mamah mau kamu ke Dubai, pokok nya bulan depan kamu sudah di sini." ucap buk Tima. Darel hanya diam saja.
"Ya udah Iyah mah, pekerjaan ku masih sangat banyak." ucap Darel.
"Aku bingung deh dengan cara berfikir Mamah sama papah." ucap Darel kesal.
Sudah pusing dengan pekerjaan dia semakin pusing karena Ibunya.
Di rumah sakit Buk Adel bangun Dia melihat ruangan sangat sunyi namun tiba-tiba orang masuk ke dalam.
Buk Adel melihat kedua orang yang datang itu. Ternyata itu adalah Pak Ahmad dengan Mita.
"Apa yang kalian berdua lakukan di sini? aku tidak mau melihat teman penghianat seperti kamu." ucap Adel pada Mita.
"Aku datang ke sini hanya mau mengatakan kalau Tasya akan aku ambil lagi, terimakasih sudah menerima nya dulu, aku tidak mau kamu menyiksa nya lagi, aku akan mengambil nya dan membawa jauh dari kamu." ucap Mita.
"Hanya dia yang perduli dan sangat ingin kamu sembuh, putri kandung kamu sudah meninggal tidak ada lagi yang akan datang merawat kamu." ucap Mita.
"Jangan berharap kamu bisa membawa Tasya, dia pasti membenci ibu seperti kamu!" ucap Adel.
__ADS_1
"Kamu membuang nya, kamu meninggal kan dan tidak memperdulikan dia." ucap Adel.
"Dia adalah putri ku, dia tetap akan kembali pada ku." ucap Mita. "Jangan bawa dia!! Jangan bawa Tasya." ucap buk Adel berteriak tiba-tiba dokter datang menyadar kan buk Adel ternyata dia hanya mimpi saja.
"Ada apa buk? Kenapa ibu berteriak?" tanya dokter.
"Mana putri saya? Mana Tasya dokter?" tanya buk Adel mulai berbicara.
"Tasya seperti nya belum ada ke sini buk," ucap dokter.
"Panggil anak saya, saya mau bertemu dengan nya." ucap Buk Adel. "Tenang dulu yah buk, saya akan memeriksa keadaan Ibu." ucap Dokter.
Buk Adel di periksa, keadaan buk Adel masih tety seperti biasa, namun dia kali ini mau berbicara karena biasanya berbicara saja dia tidak mau.
Dokter mengabari Darel namun Darel belum bisa membalas kabar dari dokter itu karena dia masih sibuk dengan pekerjaan nya.
Namun setelah pulang dari kantor dia memeriksa ponsel nya dan melihat pesan dari dokter.
"Alhamdulillah kalau buk Adel sudah mau berbicara, ini adalah kabar baik untuk Tasya. Dia tidak sabar sampai di rumah.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. ,
"Papah pulang." Raya langsung memeluk Darel.
"Papah bawa makanan untuk kamu sama Stevan, bawa Sama Bibik gih, Papah mau ngomong sama Mamah dulu." ucap Darel.
"Mamah di kamar Pah, dari tadi mamah tidur mulu." ucap Raya. "Mungkin mamah nya kecapean." ucap Darel dia pun langsung ke kamar.
"Sayang, kakak pulang." ucap Darel.
mencium kening Tasya yang berbaring di kasur. Tasya melihat Darel dia pun duduk menyalim tangan suami nya.
"Kakak ada kabar bahagia untuk kamu." ucap Darel.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya..
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***