Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 101


__ADS_3

"Udah kak, sekarang anak-anak mana ? kenapa kakak meninggalkan nya di sini?" tanya Tasya.


"Saya tidak mau melihat Wajah anda di sini!" ucap Darel pada security itu.


Setelah Itu mereka pun langsung masuk. Tasya mengikuti langkah Darel sementara di luar semua staf melihat kemarahan Darel Membuat mereka ketakutan.


Setelah masuk ke ruangan Darel mereka terkejut melihat ruangan Darel sudah sangat berantakan. Dua Staf yang di suruh untuk menjaga Raya dan Stevan sudah khawalahan sehingga mereka berbaring di lantai dengan rambut yang acak-acakan.


"Mamah, Papah." panggil Raya sambil berlari di ikuti oleh adiknya dari belakang.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Darel. Kedua Staf wanita tersebut langsung berdiri menunduk kan kepala nya.


"Maaf kan kami Pak, kami akan merapikan kekacauan ini." ucap kedua nya.


"Apa yang terjadi?" tanya Darel.


"Dari tadi Raya dan Stevan menangis ingin keluar mencari bapak, namun kami tidak mengijinkan nya sehingga mereka mengacaukan ruangan ini." ucap staf itu.


Tasya melihat ke arah Anak nya seperti tidak tau apa-apa.


"Apa benar kalian melakukan ini semua?" tanya Darel pada Raya.


Raya seketika memeluk paha Tasya dengan wajah ketakutan.


"Jawab! Papah bertanya." ucap Darel dengan nada yang sedikit tinggi.


"Kak." ucap Tasya dengan lembut berusaha menenangkan suami nya.


"Kalian boleh keluar, saya minta maaf sudah merepotkan kalian." ucap Darel pada wanita itu.


"Tidak masalah besar pak. Kami Permisi." ucap staf dan mereka pergi.


"Sekarang kasih tau sama Papah apa benar Raya sama Stevan yang melakukan ini semua?" tanya Darel setelah menutup pintu ruangan nya.


Raya hanya mengangguk sambil menyembunyikan wajahnya di belakang Tasya.


"Papah tidak pernah mengajar kan kamu sama Adik kamu berperilaku buruk seperti ini, papah tidak suka!" ucap Darel dengan tatapan yang sangat kesal.


"Udah kak namanya juga anak kecil." ucap Tasya.


"Kamu selalu memanjakan mereka, sampai mereka tidak tau yang namanya merepotkan orang lain." ucap Darel tambah marah pada istri nya.


Tasya juga jadi ikut diam.


"Papah pokoknya gak mau lihat hal ini terjadi lagi, kalau begitu Papah tidak akan bawa kamu sama Stevan ke kantor." ucap Darel.


Darel melihat Tasya, Raya dan juga Stevan sudah terdiam memasang wajah takut khas masing-masing,


Dia tidak tega untuk memarahi mereka akhirnya dia memilih untuk merapikan kertas-kertas yang berserak di Lantai.

__ADS_1


"Aku minta maaf Pah." ucap Raya.


Darel menatap Raya, melihat tatapan papah nya Membuat Raya anak yang pemberani menjadi menciut.


Tasya membantu Darel merapikan kertas-kertas dan di ikuti oleh Raya dan juga Stevan malah ikutan.


Darel melihat kelakuan mereka membuat nya merasa bersalah sudah marah.


Setelah semua nya sudah rapi Tasya pamit pulang duluan.


"Kak aku sama Raya dan Stevan pulang duluan yah," ucap Tasya. Darel mengangguk.


Sampai nya di rumah Tasya menasehati Raya. Raya hanya duduk diam sambil mendengarkan Tasya berbicara.


Dia juga sampai nangis walaupun di nasehati pelan-pelan oleh mamah nya.


Mungkin karena tidak tidur siang dia ketiduran di paha Tasya sementara Stevan sudah di asuh oleh suster. Tasya baru sadar kalau Raya tertidur dia mengelus rambut Raya.


Namun Darel tiba-tiba membuka pintu. Tasya menoleh ke arah pintu.


"Kakak sudah pulang?"


Darel mengangguk dia berjalan mendekati Tasya dia duduk di samping Tasya.


"Kakak minta maaf sudah marah tadi." ucap Darel dengan lembut sambil memegang tangan Tasya.


Tasya menatap Darel.


Darel mengangguk memasang wajah sedih sambil menyenderkan kepalanya di punggung Tasya.


"Aku sangat lelah." ucap Darel. Tasya sebenarnya masih sangat canggung dekat dengan Darel seperti itu namun dia berusaha untuk tetap biasa saja walaupun sebenarnya tidak nyaman.


Bukan karena tidak menyukai hal itu namun saat sudah sadar dia menyukai Darel itu membuat nya merasa aneh Saja.


"Humm bagaimana dengan janji kamu malam ini?" tanya Darel. Tasya bingung janji apa yang di bahas oleh Darel.


"Janji apa?"


"Kamu berjanji malam ini kita Akan kencan." ucap Darel.


"Oohh itu, tapi kalau keadaan anak-anak seperti ini bagaimana?" tanya Tasya.


"Jangan khawatir kan mereka, sudah ada Bibi dan pengasuh."


"Kita juga harus meluangkan waktu untuk hubungan kita, mungkin dengan cara seperti ini kita mendapatkan suasana yang baru, mungkin bisa meningkatkan kualitas ketertarikan kamu pada Kakak." ucap Darel.


Tasya seketika tersenyum.


"Kakak bisa saja." ucap Tasya.

__ADS_1


Darel menatap wajah Tasya mata keduanya bertemu.


"Di saat kakak marah mata yang menatap ku sekarang dengan penuh cinta ini terlihat sangat menakutkan sehingga membuat Raya ketakutan." ucap Tasya.


Darel langsung memalingkan pandangannya.


"Kakak bukan lah pria yang lembut. Kakak bukan pria yang mudah menahan emosi." ucap Darel.


"Humm apa sebelumnya kakak juga pernah marah sama Mbak Amel?"


Darel mengangkat pandangan nya menatap Tasya karena tidak biasa nya Tasya bertanya tentang Amel.


Darel mengangguk kan kepala nya.


"Namun dia benar-benar wanita yang sangat sabar sama seperti kamu, dia tidak Akan pernah melawan kalau kakak marah." ucap Darel.


"Pasti kakak benar-benar sangat mencintai Mbak Amel." ucap Tasya. Darel tersenyum.


"Ya udah kalau begitu aku mau siap-siap dulu yah kak." ucap Tasya.


"Siap-siap mau kemana?" tanya Darel menahan tangan Tasya yang hendak pergi setelah meletakkan Raya di kasur.


"Jadi kencan gak?" tanya Tasya Balik.


Seketika Darel tersenyum dan mengangguk.


"Dandan yang cantik yah, karena malam ini adalah kencan pertama kali untuk kita berdua." ucap Darel.


Tasya tersenyum.


Beberapa Jam kemudian Darel sudah menunggu Tasya di bawah dengan pakaian rapi yang sangat Cocok dengan postur tubuh nya.


Tidak beberapa lama Tasya turun. Darel melihat Tasya yang menuruni anak tangga.


Dia tercengang melihat penampilan Tasya malam ini sangat lah perfek di mata nya.


Dress warna Hitam dan juga sepatu hak tinggi yang menunjukkan kaki indah nya.


Serta wajah yang di poles makeup sedikit tebal dari biasanya berangkat ke kampus rambut yang di kuncir meninggal kan sedikit sisa rambut di depan.


Darel menyambut Tasya dengan tangan kanan nya.


"Kamu cantik banget." ucap Darel menatap Tasya Tidak berkedip Sama sekali, mendengar kata-kata Darel membuat Tasya tersenyum malu.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya. Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2