Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 31


__ADS_3

Tasya berusaha untuk bangun.


"Kenapa Kakak membawa nya ke kamar? Bagaimana kalau ibu tau dia pasti Akan marah." ucap Tasya.


"Ibu kamu sudah di kamar nya tidak ada yang tau, kamu Makan yah." ucap Darel.


Tasya sebenarnya tidak enak hati namun dia tidak mungkin menolaknya perut nya juga sudah lapar akhirnya dia memakan sampai Habis.


"Di Mana Stevan sama Raya kak?" Tanya Tasya.


"Mereka sama Nenek nya, kamu jangan khawatir." ucap Darel. Tasya mengangguk.


Setelah selesai makan Darel menyimpan piring kotor dan langsung mencucinya.


Darel kembali ke kamar.


"kakak mandi dulu." ucap Darel masuk ke kamar mandi. Tasya melihat ke sekeliling kamar itu yang penuh dengan foto almarhum kakak nya.


"Ini adalah kamar nya Dulu, namun sudah di tempati oleh kakak nya karena lebih besar. Sementara kamar kakak nya ada di lantai atas. Karena Semenjak SMA Tasya di Bogor dia tidak memiliki kamar pribadi lagi di Pekanbaru.


"Aku salah apa pada ibu? Kenapa dia terlihat sangat tidak menyukai ku dari dulu." batin Tasya.


Tidak beberapa lama pintu ada yang mengetuk. Tasya memaksakan berjalan membuka pintu dan ternyata itu adalah ibu nya.


"Kamu kenapa tidur di sini?" tanya Ibu nya. Tasya terdiam.


"Walaupun kamu sudah jadi istri Darel, kamu harus tau diri. dan tidak mungkin Darel mencintai kamu. Karena hanya kakak kamu yang di cintai oleh nya." ucap Bu Adel, Darel mendengar kata-kata Ibu mertua nya dari Kamar mandi.


"Aku tau kok Bu." ucap Tasya..


"Nih Stevan dari tadi menangis memanggil kamu, Entah apa yang kamu lakukan pada nya sehingga tidak mau lagi Sama Ibu." ucap Bu Adel.


Tasya menggendong Stevan.


"Ayo Raya tidur sama Nenek aja yah." ucap Bu Adel.


"Mau sama Tante Tasya aja." ucap Raya.


"Nenek Rindu sama Raya, gak kasihan apa sama nenek?" tanya Bu Adel.


Tasya seperti memberikan isyarat agar Tasya ikut saja.


Akhirnya Raya ikut dengan nenek nya.


Tasya melihat Darel sudah ada di kasur menatap nya.


Tasya duduk di samping Darel.


"Raya mana?" tanya Darel.


"Dia ikut Ibu Kak." ucap Tasya.


"Bagaimana tangan luka kamu Masih sakit?" tanya Darel.


Tasya menunjukkan tangan nya pada Darel.


"Sudah sembuh karena ada pak dokter pribadi yang mengobati nya." ucap Tasya.


Darel tersenyum. Darel mengeringkan rambut nya dengan handuk. Tasya melihat Darel yang tidak mengenakan Baju. Tasya terpana dengan bentuk tubuh Darel yang sedikit Basah.


"Jangan melihat tubuh Kaka seperti itu kalau kamu mau menyentuh nya juga boleh kok.." ucap Darel.

__ADS_1


Tasya langsung sadar.


Darel Melihat Tasya jadi malu dia pun tersenyum.


"Aku keluar sebentar membeli sesuatu." ucap Darel.


Tasya mengangguk.


Setelah Darel pergi Tasya bernafas lega.


"Hufff." ucap nya. Namun tiba-tiba Stevan tertawa karena Tasya menghela nafas menganggap nya lucu.


Tasya tersenyum.


"Stevan anak ganteng bubu, bobok yah sayang ini sudah malam." ucap Tasya.


Namun sepertinya Stevan belum mau Tidur.


Tasya pun menemani my bermain karena dia belum mengantuk.


"Aku tidak sabar mencoba semua barang-barang yang aku beli tadi, tapi tidak mungkin di sini, aku ingin cepat pulang ke rumah." batin Tasya.


"Tapi salah gak sih kalau aku menghabiskan uang Kak Darel sangat banyak, bagaimana cara aku menggantikan nya. sementara aku tidak melakukan apapun pada nya, aku jadi tidak enakan." ucap Tasya.


Tasya melihat tangan nya.


"Kak Darel sangat baik, bagaimana cara aku membalas nya." batin Tasya.


Alex tiba-tiba menelpon nya.


"Halo kak. apa kabar?" tanya Tasya.


"Baik! Kamu bagaimana?" tanya Alex.


"Kapan jadi nya kamu Akan ke Bogor?" tanya Tasya.


"Insyaallah Bulan depan kak." ucap Tasya.


"Oohh bagus deh." ucap Alex, cukup lama mereka berbicara dan setelah itu Tasya memutuskan untuk mengakhiri nya karena sudah malam.


Tasya melihat Stevan masih asik bermain.


"Ayo bobok yok." ajak Tasya.


Namun Stevan malah menangis dia tidak mau di ganggu.


"Papah.. Papah.." ucap Stevan.


"Papah nya belum pulang, kita Bobo berdua Dulu yah." ucap Tasya.


"Papah." ucap Stevan menunjuk keluar.


"Ya udah main saja dulu nungguin papah pulang." ucap Tasya.


"Kak Darel kemana sih ini sudah tengah sepuluh belum juga pulang." ucap Tasya.


Sudah jam sepuluh pas, Darel baru pulang.


"Assalamualaikum! Papah pulang." ucap Darel pada Stevan.


"Walaikumsalam." ucap Tasya.

__ADS_1


"Anak papah kenapa belum tidur sih? Ini sudah malam." ucap Darel.


"Kakak dari mana saja jam segini baru pulang," ucap Tasya.


"Kebetulan ketemu teman," ucap Darel.


"Stevan gak mau tidur, kalau di suruh tidur dia Malah Nangis dan manggil papah." ucap Tasya.


"Ibu Bilang Siang tadi mereka lebih banyak tidur. Wajar Saja jika bergadang." ucap Darel.


Darel berbaring di kasur.


"Apa malam ini kita Akan tidur bertiga di sini?" tanya Tasya.


"Apa kamu mau kakak tidur di luar? Kalau kamu mau kakak akan keluar." ucap Darel beranjak namun di tahan oleh Tasya.


"Bukan begitu kak, aku hanya bertanya." ucap Tasya. Darel tersenyum.


"Kakak juga bercanda." ucap Darel Tasya kesal sehingga memukul Darel namun Stevan langsung melindungi nya.


"Bubu!" ucap Stevan, Darel tersenyum.


"Papah Membuat bubu Kesal sayang, bubu akan menghukum nya seperti ini." ucap Tasya mendorong Darel ke kasur menindih nya.


Stevan melihat nya jadi tertawa.


"Saat sakit, lepas kan." ucap Darel.


"Tidak akan! Kakak harus merasakan hukuman ku." ucap Tasya.


Namun Darel langsung menahan tangan Tasya membalik badan nya, jadi Tasya di bawah.


Kedua nya langsung terdiam mata mereka bertemu.


"Hayoo Siapa sekarang yang menang?" ucap Darel. Tasya tersenyum.


"Aku harus lebih banyak olahraga agar bisa mengalahkan kakak." ucap Tasya. Darel tersenyum.


Namun Stevan dengan senang nya langsung naik ke perut Tasya di bawah Darel.


"Apa yang kamu lakukan nak?" tanya Darel.


"Papah. papah." ucap Stevan tertidur memeluk perut Tasya.


Darel dan Tasya tersenyum.


"Dia seperti nya sudah mengantuk. lepaskan aku Kak." ucap Tasya.


Darel menatap Tasya. Tiba-tiba dia mencium kening Tasya sangat Lama.


"Selamat malam." ucap Darel. Tasya tersenyum pipi nya sudah merah.


"Selamat malam juga." ucap Tasya. Darel melepaskan tangan Tasya. Dan tidur di samping Tasya.


Stevan pun akhirnya tidur di tengah-tengah antara mereka berdua. Darel memeluk Tasya dan Stevan sambil tidur.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya ***terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2