Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 40


__ADS_3

"Selamat Malam, mimpi indah yah." ucap Darel. dan dia pun ikut tidur.


Tidak beberapa lama Darel tidur begitu pulas. Ternyata Tasya belum tidur dia melihat ke arah Darel.


"Ini sungguh kejutan, akhirnya mereka bisa bertemu lagi, aku tidak merasa tidak enak sama mereka berdua yang selalu bertanya papah nya." batin Tasya.


Keesokan harinya tasya terbangun karena Raya dan Stevan sangat berisik di samping nya. Dia membuka mata nya melihat Raya dan Stevan sedang melepas rindu dengan Papah nya.


"Kenapa jam segini kalian sudah pada bangun?" tanya Tasya.


Darel menoleh ke arah Tasya.


"Eh kamu sudah Bangun." ucap Darel. Tasya duduk.


"Ayo turun dari perut papah nya, Itu tidak baik." ucap Tasya.


"Udah gak apa-apa." ucap Darel.


"Aku sangat rindu papah." ucap Raya.


"Papah juga Rindu Raya sama adek itu sebabnya papah datang ke sini." ucap Darel.


"Mamah kok gak bangunin kami sih papah datang, Mamah jahat." ucap Raya.


"Kamu tidur sangat nyeyak seperti kerbau." ucap Tasya langsung.


"Mamah!!" ucap Darel.


"Omah ngajarin mereka manggil mamah sama aku Kak, dua hari ini Raya sudah mau belajar." ucap Tasya.


Darel tersenyum.


"Kamu gak apa-apa di panggil seperti itu?" tanya Darel.


"Humm gimana yah, sedikit Aneh sih namun mau bagaimana lagi." ucap Tasya.


Darel memegang tangan Tasya. Darel mencium nya namun Tasya langsung menariknya.


"Jangan seperti itu kak, malu di lihat anak-anak." ucap Tasya.


"Mamah kalian pemalu banget Sayang." ucap Darel. Tasya memukul lengan Darel. Raya tersenyum.


"Kita punya mamah muda yang sedang kesal." Goda Darel lagi.


"Mah, jangan bolehin papah pulang ke Pekanbaru yah, di sini lebih asyik." ucap Raya.


"Bilang aja sama papah sendiri." ucap Tasya.


"Papah jangan pulang ke Pekanbaru baru lagi yah, di sini aja sama Mamah, Omah dan opah." ucap Raya.


"Papah kerja nya di Pekanbaru, gak bisa papah tinggal. Bagaimana kalau kita bawa saja Omah sama Opah ke Pekanbaru." ucap Darel.


"Jangan aneh-aneh deh kak, Raya Akan menagih nya nanti." ucap Tasya.


"Kamu jutek banget sih." ucap Darel mencubit pipi Tasya. Tasya menepis nya.


"Cieee Mamah lagi di godain papah." ucap Raya, Stevan langsung mengganggu papah nya, Tasya senang melihat itu.


Mereka semua menyerbu Darel Tasya Ikut juga menahan tangan Darel.

__ADS_1


Namun tiba-tiba pintu kamar terbuka.


"Ada Apa ini ribut-ribut?" tanya Omah. Mereka semua terkejut Dan terdiam.


Mereka menatap Omah, namun Omah terkejut melihat Darel.


"Darel." ucap Omah. Darel melihat ke arah Tasya dan anak-anak nya langsung turun.


"Kamu kapan sampai nya? kenapa kamu tidak ada kabar?" tanya Omah, Darel menyalim Omah dan memeluk nya.


"Maaf Omah aku datang ke Bogor tidak mengabari, aku sampai tengah malam tidak enak untuk membangun kan omah." ucap Darel.


"Alhamdulillah kamu sampai dengan selamat di sini, istri dan anak-anak mu sangat merindukan kamu." ucap omah. Darel menoleh ke arah Tasya.


"Ya udah seperti nya para keluarga kecil mu ingin melepas rindu, Omah Akan membuat sarapan. lanjut saja main nya." ucap Omah.


Darel mengangguk.


Setelah Omah keluar Darel duduk di pinggir kasur namun Stevan langsung minta gendong.


"Ayo keluar Semua nya." ucap Tasya langsung.


Mereka pun keluar mereka bermain dengan Opah di ruang tamu sementara Tasya di dapur membantu Bibi dan Omah.


"Seperti nya Mereka sudah sangat merindukan papah nya." ucap Omah. Tasya mengangguk.


"Kamu juga pasti merindukan suami kamu kan? Kamu terlihat lebih ceria hari ini." ucap omah.


"Ah omah bisa saja." ucap Tasya.


"Omah pikir awalnya kalian memang ada masalah, ternyata Omah salah. Maaf yah omah udah berfikir negatif." ucap Omah.


Omah bernafas lega.


Tidak beberapa lama sarapan selesai mereka sarapan bersama.


"Tasya!" panggil Darel saat Tasya ke dapur menyimpan piring yang kotor.


"Iya ada apa?" tanya Tasya.


"Bawa Kami keliling Bogor yah hari ini " ucap Darel.


"Kakak istirahat saja dulu, Masih ada hari esok." ucap Tasya.


"Humm baiklah." ucap Darel.


"Oh iya aku mau nanya, kok Kakak kefikiran sih mau datang ke sini tiba-tiba?" tanya Tasya.


"Sebenernya tidak tiba-tiba, aku menyiapkan pekerjaan kakak dan setelah selesai kakak baru bisa berangkat ke sini." ucap Darel.


"Oohh!" ucap Tasya.


"lalu alasan kamu tidak memakai kartu kredit yang kakak kasih kenapa? Selama hampir dua Minggu kamu bagaimana menanggung kebutuhan Raya dan Stevan?" tanya Darel.


Tasya diam.


"Apa kamu mengandalkan omah sama Opah lagi?" tanya Darel, Tasya mengangguk.


"Huff Tasya! Tasya! Untuk apa kamu memegang kartu kredit suami kamu kalau tidak memakai nya." ucap Darel.

__ADS_1


"Aku melihat Perlengkapan anak-anak sudah habis, kamu belum membeli nya?" tanya Darel.


"Bagaimana aku bisa membeli Nya, aku tidak berani meminta pada Omah." ucap Tasya.


Darel menghela nafas panjang.


"Ya udah buruan siap-siap kita belanja." ucap Darel.


"Gak mau, kakak Saja." ucap Tasya.


"Buruan!" ucap Darel.


"Gak mau kak, aku lagi males keluar." ucap Tasya.


"Keluar dengan pria lain kamu sangat bersemangat namun keluar dengan suami sendiri banyak alasan." ucap Darel.


"Humm mulai lagi." ucap Tasya.


"Yah maka nya buruan." ucap Darel.


"Aku gak mau, dasar suami pemaksa banget." ucap Tasya.


Tiba-tiba Darel mau mencium Tasya namun di tahan oleh Tasya.


"Kalau kamu gak mau kakak Akan mencium kamu." ucap Darel.


"Ya udah! Ya sudah tapi harus sama supir." ucap Tasya.


"kakak bisa menyetir sendiri," ucap Darel menarik tangan Tasya.


"Aaaaaa nanti aku bilangin omah yah kak. Kamu jahat sama cucu kesayangan nya." ucap Laura. Darel tersenyum namun dia tidak menghiraukan nya dia Terus memaksa Tasya siap-siap.


"Kenapa papah tarik-tarikan sama Mamah Opah?" tanya Raya.


"Mamah kamu sedang bandel." ucap Opah.


"Mamah baik kok," ucap Raya.


Opah sama omah tersenyum.


"Omah, Opah aku ijin sebentar sama Tasya belanja yah." ucap Darel.


"Ya udah, hati-hati yah." ucap Omah.


"Ikut Pah." ucap Raya dan Stevan langsung memeluk kaki Tasya.


"Gak usah sayang, nanti repot." ucap Darel.


"Udah biar aja kak, mereka juga gak pernah ikut belanja." ucap Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2