
Tasya masuk ke kamar. Dia melihat beberapa panggilan dari Darel yang tidak biasa nya bahkan ada pesan juga.
Tasya menelpon Balik. Darel yang di ruangan nya melihat handphone nya Berdering dia langsung menjawab.
"Assalamualaikum Kak." ucap Tasya.
"Walaikumsalam! Kamu dari mana saja?" tanya Darel.
"Aku habis bawa Tasya dan Stevan jalan-jalan kak. Kami sudah sampai di rumah dan mereka sedang tidur, kalau mau bicara sama mereka, nanti kalau sudah bangun." ucap Tasya.
"Kakak mau bicara sama kamu." ucap Darel. Tasya langsung terdiam sejenak.
"Ada apa kak?" tanya Tasya.
"Soal ibu kamu marah-marah tadi jangan di ambil hati yah, dia hanya khawatir saja." ucap Darel. Tasya diam.
"Aku tau kok seperti apa ibu ku, terimakasih kakak sudah perduli, aku mau mandi." ucap Tasya.
"Tunggu dulu sya, kakak belum selesai ngomong." ucap Darel.
"Ada hal yang penting lagi kak?" tanya Tasya.
"Kamu adalah istri kakak. Walaupun jauh dan hubungan kita tidak baik, Alang kah baik nya kamu jangan keluar bersama Pria lain." ucap Darel dengan lembut.
"Maksud kakak?" Tanya Tasya.
"Omah bilang kalau kamu pergi bawa Raya dan Stevan bersama yang namanya Alex." ucap Darel.
"Kakak juga tau hubungan kamu dengan yang bernama Alex lebih dari seorang teman, Maaf kakak tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian lewat handphone." ucap Darel berusaha untuk mengatur kata-kata nya.
"Kakak menguping pembicaraan ku Selama ini?" tanya Tasya.
"Kamu jangan marah dulu! Kakak... Tut.. panggilan langsung mati.
Darel menghela nafas panjang dia menyender kan badan nya ke kursi nya.
Tasya langsung mematikan handphone nya. Dia mengambil handuk dan langsung ke kamar mandi.
Tidak terasa sudah malam, Darel sudah sangat merindukan Anak nya namun dia tidak berani menelpon Tasya, menelpon Raya Handphone nya tidak pernah aktif.
Darel di kamar nya berbaring sambil melihat-lihat foto-foto Amel.
"Hidup ku sekarang terasa sangat berantakan Mel, aku sudah mencoba sabar sudah berfikir bagaimana melakukan yang terbaik untuk Tasya namun tetap saja aku tidak bisa." ucap Darel.
Tidak terasa air mata nya keluar.
"Aku sangat merindukan kamu Mel. Aku minta maaf belum bisa menjaga amanah kamu." ucap Darel.
Namun tiba-tiba handphone nya Berdering. Panggilan video dari Tasya, dia langsung menjawab nya.
__ADS_1
"Halo papah!" ucap raya. Darel tersenyum.
"Halo juga sayang." ucap Darel.
"Hidung papah kok merah? Papah habis Nangis yah?" tanya Raya. Tasya yang duduk di sofa kamar itu mendengar kata-kata Raya.
"Enggak kok, Papah cuman kecapean aja." ucap Darel, Suara nya saja sudah terdengar serak.
"Raya sama Adik gimana kabarnya?" tanya Darel.
"Baik Pah, nih Stevan tidur aja kerajaan nya." ucap Raya, Darel tersenyum.
"Raya sangat merindukan papah. Papah gak datang jemput Kami?" tanya Raya.
"Papah juga Rindu sama Raya sama Stevan, nanti kalau Papah udah ada waktu Papah ke sana yah jemput Raya." ucap Darel.
Raya mengangguk.
"Air mata Papah kok keluar? Papah sedih lagi yah?" ucap Raya.
"Papah hanya rindu Raya sama Stevan. Tidak pernah Papah berpisah sama kalian selama ini, tapi papah baik-baik saja kok." ucap Darel.
Raya jadi ikut menangis.
"Raya sayang papah." ucap Raya.
"Jangan nangis dong Sayang, malu udah besar nanti Adek nangis lagi." ucap Darel.
"Sama Tante Tasya dulu yah, Papah janji nanti jemput Raya ke sini lagi." ucap Darel.
Karena tidak tahan menahan Air mata dia ijin untuk menyudahi panggilan. Setelah panggilan mati dia langsung menangis.
Tasya langsung memeluk Raya.
"Besok Papah Pasti jemput Raya sama adik ke sini, jangan Nangis yah, maafin Tante." ucap Tasya sangat merasa bersalah.
Dia sama sekali tidak paham ikatan kasih sayang orang tua dengan Anak.
Dia tidak Akan tau bahwa sesakit ini bagi mereka, hanya karena dia ingin balik ke Bogor.
Darel menelpon mamah nya.
"Halo Darel! Tumben kamu nelpon mamah jam segini." ucap mamah Tima.
Darel langsung menangis.
"Loh kamu kenapa sayang?" tanya mamah Tima.
Darel terus menangis.
__ADS_1
"Ayo tarik nafas dalam-dalam, lalu Buang, coba ceritakan pada Mamah apa yang terjadi." ucap Mamah Tima.
"Aku rindu Amel mah. Aku merindukan nya." ucap Darel sambil terisak-isak.
"Mamah tau, kamu yang sabar yah sayang." ucap Mamah berusaha menenangkan Darel.
"Oh iya kamu Sama Tasya kenapa? Kenapa Tasya pulang ke Bogor bawa anak-anak?" tanya Mamah Tima.
Darel tidak mengatakan apa-apa.
"Ingat yah nak, kamu itu sudah sangat dewasa kamu harus pandai-pandai mengatur rumah tangga kamu yang sekarang ini, Mamah tidak tau apa masalah kalian namun coba bicarakan baik-baik." ucap Mamah Tima dengan lembut.
"Minggu ini kamu ambil Cuti, kamu pergi ke Bogor jemput istri sama anak kamu bawa mereka pulang, bicarakan baik-baik kalau ada masalah, jangan pulang hanya membawa anak kamu." ucap Mamah Tima.
"Baik Mah." ucap Darel.
"Pokoknya Mamah gak pernah ngajarin kamu jadi suami yang tidak bertanggung jawab, kamu harus lebih banyak Sabar menghadapi Tasya, itu tidak butuh waktu lama." ucap Mamah Tima.
Darel menginyakan.
"Ya sudah jangan Nangis lagi, kamu sholat dulu biar Fikiran kamu tenang. Kalau seperti ini mendiang Amel pasti sedih." ucap mamah.
Darel menginyakan panggilan pun di matikan.
Darel terdiam sejenak setelah itu dia langsung mengambil wudhu dan sholat Isya.
Tiga hari kemudian kerjaan Darel di Pekanbaru sudah selesai semua. Tampa pikir panjang dia langsung mengambil tiket ke Bogor.
Sampai di Bogor sangat malam. Darel sudah tau tempat Omah nya karena dulu sama mendiang istrinya juga sering ke sana.
Setelah sampai di depan rumah Omah dan Opah Darel memberanikan menekan bel.
Seperti nya semua sudah tidur. Tasya di kamar mendengar suara bel langsung bangun dia melihat jam sudah jam sepuluh malam.
"Siapa datang malam-malam seperti ini." batin Tasya. dia keluar melihat rumah sudah sepi.
Sebelum membuka nya Tasya melihat dari kaca, namun orang tersebut tidak kelihatan Waja nya. Dengan memberanikan diri Tasya Membuka pintu.
Dia sangat terkejut ternyata di Balik pintu ada Suami nya.
"Kak Darel!" ucap Tasya.
"Maaf sudah membuat kamu takut dan kaget." ucap Darel langsung.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***