
Kuis mereka pun di mulai. Di rumah Darel baru saja bangun dia langsung siap-siap berangkat ke kantor.
Dia turun ke bawah. Dia mencium anak-anak nya.
"Papah berangkat kerja yah nak." ucap Darel dan langsung pergi begitu saja.
Bibi dan suster yang melihat itu hanya bisa diam.
Darel memakai mobil nya yang lain.
"Huff sialan tuh si Rey mobil ku Malah di bawa pacaran." ucap nya sambil masuk ke dalam mobil nya, Rei adalah teman nya tadi malam mabuk.
Sesampainya di kantor seperti biasa dia langsung masuk ke ruangan nya.
Namun tiba-tiba Sinta menelpon nya. Darel yang sedang fokus bekerja tidak menghiraukan handphone nya yang berdering.
"Ya ampun Darel Kemana sih? Kenapa dia malah mengabaikan telpon ku." ucap Sinta kesal.
Seseorang menelpon handphone nya.
"Huff ngapain lagi nih Menejer." ucap nya Kesal.
"Halo selamat pagi Sinta, Besok kita ada pemotretan di perusahaan XXX yah." ucap Menejer nya.
"Gak bisa di undur dulu yah? Besok saya harus bertemu dengan seseorang." ucap Sinta.
"Kamu sudah menunda ini satu Minggu, uang nya sudah masuk ke rekening bagaimana kita tidak konsisten seperti ini." ucap Menejer.
"Baik lah." ucap Sinta.
Telepon pun langsung di matikan oleh si Menejer.
"Huff kalau seperti ini aku tidak bisa bertemu dengan Darel lagi." batin Sinta.
"Humm kenapa aku sangat merasa ada yang aneh yah di antara Darel dengan Tasya! Kenapa mereka seperti menyembunyikan sesuatu." batin Sinta.
Dia mencari tahu sosmed Tasya. Setelah ketemu dia baru tau ternyata dia adalah Dosen.
"Humm hebat juga nih adik si Amel Masih muda sudah jadi Dosen." ucap Sinta.
"Tapi setau aku dulu Amel hanya mempunyai adik laki-laki, tidak ada Adik perempuan." ucap Sinta lagi.
"Ah sudahlah bukan urusan aku juga." ucap Sinta mengambil handuk nya dan masuk ke kamar mandi.
Hari semakin sore Tasya sudah selesai dengan kelas nya.
"Kalau begitu Semua nya sudah bisa keluar sampai jumpa di hari berikutnya." ucap Tasya.
"Ini untuk Ibu!" ucap Dani memberikan setangkai bunga.
"Cieeeeee..." semua orang tersenyum ketika Tasya menerima nya.
"Terimakasih yah." ucap Tasya. Dani tersenyum Mereka pun pulang.
__ADS_1
Tasya duduk di kursi nya sambil istirahat sejenak namun seseorang mengetuk pintu.
"Masuk!" ucap Tasya smabi menoleh ke pintu, namun seketika dia langsung berdiri.
"Kamu kenapa sangat kaget seperti itu? Biasa Saja!" ucap Candra. Tasya tersenyum.
"Silahkan duduk Pak." ucap Tasya. Candra mengangguk sambil tersenyum.
"Bagaimana mengajari anak-anak?" tanya Candra.
"Yah begitulah pak, tapi mereka sangat penurut dan mudah paham dengan pelajaran yang saya jelaskan." ucap Tasya.
"Kamu tau ini adalah kelas paling susah di atur mahasiswa nya selalu banyak yang bolos, namun hari ini satu pun di antara mereka tidak ada yang bolos." ucap Candra.
"Saya sudah mengancam mereka pak." ucap Tasya. Candra tertawa.
"Oh iya saya mau mengucapkan terimakasih kemarin sudah membantu dosen yang lain untuk berkunjung ke Sekolah SMA." ucap Candra.
"Sama-sama pak." ucap Tasya.
"Humm sekarang Kamu mau langsung pulang atau bagaimana?" tanya Candra.
"Mau langsung pulang Saja pak." ucap Tasya.
"Oohhh ya udah kalau begitu ini untuk kamu!" ucap Candra memberikan paper bag.
"Apa ini pak?" tanya Tasya.
"Saya tidak sengaja melihat kamu membawa anak-anak olahraga di lapangan kamu menggunakan Sepatu Tinggi seperti itu Akan membuat kamu cedera." ucap Candra.
"Terimakasih banyak yah pak, saya jadi gak enak." ucap Tasya.
"Ya udah kalau begitu kamu langsung pulang aja yah nanti keburu Sore sekali. Dan hati-hati saat mengemudi." ucap Candra.
Tasya mengangguk sambil tersenyum.
"Saya permisi pak." ucap Tasya.
Dia langsung masuk ke dalam mobil nya dia memandangi sepatu baru nya.
"Aaaaa ini sangat cantik sekali, aku yakin harganya juga sangat mahal." ucap Tasya. namun tiba-tiba tiwi mengetuk pintu mobil nya.
"Ya ampun Bu tiwi ngapain lagi sih? Kalau dia lihat nya ni dia pasti Akan mengejek ku dan membeberkan pada semua orang." ucap Tasya dia langsung menyimpan itu kebelakang.
"Ada apa buk?" tanya Tasya.
"Aku minta tolong anterin aku pulang yah." ucap tiwi.
"Ya udah gak apa-apa, naik saja!" ucap Tasya.
"Aku baru saja selesai mengajar anak-anak sungguh membuat ku Emosi." ucap tiwi. Tasya tersenyum.
"Aku yakin anak-anak didik ku sudah nakal lebih nakal lagi anak yang ada di kelas kamu tadi." ucap Tiwi.
__ADS_1
"Enggak kok, mereka semua baik." ucap Tasya.
"Huff kamu nya aja kali yang terlalu baik." ucap Tiwi.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga, Tasya langsung pulang. Sebelum sampai di rumah dia membeli kan anak-anak nya KFC karena sisa uang nya hanya untuk itu Saja.
Sesampainya di rumah. Tasya makan namun anak-anak nya juga ikut Makan.
Namun tiba-tiba Darel pulang dia terlihat sangat lelah dan melemparkan tubuhnya ke sofa yang sangat empuk.
Tasya dan Bibik melihat itu hanya diam saja.
Handphone Darel berdering.
"Iyah Halo!" ucap Darel.
"Kamu di Mana sih rel? Aku menelpon kamu dari tadi." ucap Sinta.
"Maaf yah aku sangat sibuk bekerja tadi." ucap Darel.
"Huff aku besok mau pergi ke lokasi pemotretan." ucap Sinta.
"Kenapa begitu cepat? apa kamu bilang kamu mau istirahat dulu?" tanya Darel.
"Kamu tau sendiri kalau uang sudah masuk kita harus menepati perjanjian." ucap Sinta.
"Humm"
"Aku gak bisa ketemu raya sama Stevan lagi padahal aku masih merindukan mereka." ucap Sinta.
"Besok aku anterin kamu yah? aku janji!" ucap Darel. Sinta mendengar itu sangat lah senang.
Tasya yang mendengar pembicaraan mereka karena di speaker oke Darel.
Tidak beberapa lama Panggilan pun berakhir.
"Papah! papah! Ayo main." ajak Raya.
"Raya main sama suster dulu yah, papah sangat lelah." ucap Darel.
"Yahh papah!!! Ayo Dong main." ucap Raya lagi Stevan memaksa Manarik tangan papah nya.
"Papah mau istirahat dulu yah Kalian main-main sama suster." ucap Darel langsung pergi naik ke atas tampa menghiraukan Raya dan Stevan yang sudah menangis, Tasya langsung datang menenangkan mereka.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi
Terimakasih 🙏***
__ADS_1