Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 279


__ADS_3

"Oohhh." ucap Darel. Dia jadi sedikit tidak enak karena anaknya cukup menyusahkan mereka. Setelah selesai mengantarkan Raya untuk tidur dia pun keluar.


"Ibu sama ayah sudah pulang?" ucap Darel melihat Stevan sudah tidur di gendongan Kakek nya.


Darel Langsung mengendong Stevan.


"Maafin Stevan yang sudah merepotkan Ibu dan ayah." ucap Darel. "Sudah tidak apa-apa, Nama nya juga anak kecil. Ayo bawa dia ke kamar nya." ucap Bu Mita.


Darel membawa nya ke kamar, setelah itu dia keluar.


"Oh iya besok kamu adalah kegiatan apa nak?" tanya Pak Ahmad.


"Istirahat di rumah dulu Ayah. Ada apa?" tanya Darel. "Ayah Besok mau keluar kota, jadi Ayah minta kamu Temanin Ayah dulu." ucap Pak Ahmad.


"Tidak masalah Ayah. Tapi.."


"Masalah Tasya nanti ayah yang ngomong sama dia. Lagian ibu juga di rumah untuk menemani dia. Ada suster dan Bibik." ucap Pak Ahmad.


"Huff bagaimana yah ngomong nya, sebenarnya bukan itu yang aku maksud, aku baru saja datang dan aku ingin menghabiskan waktu bersama istri dan anak ku." batin Darel.


"Kamu gak keberatan sama sekali kan nak? Ayah tidak berani kalau pergi sendiri saja. Sekretaris ayah sedang cuti." ucap Pak Ahmad.


"Tidak kok ayah, Ayah atur saja jadwal nya." ucap Darel. Pak Ahmad tersenyum. "Kamu Malam ini mau tidur dengan Tasya atau tidur sendiri?" tanya pak Ahmad.


"Biar kan saja mereka tidur bersama ayah. Bukan itu baik? Lagian mereka belum bercerai." ucap Bu Mita. Darel tersenyum.


"Ya udah, kamu istirahat lah." ucap pak Ahmad. Darel melihat Mertua nya Masuk ke kamar mereka akhirnya dia pun masuk ke kamar Tasya.


Dia masuk dan melihat Radit masih bangun.


"Loh Radit Belum tidur?" tanya Darel naik ke kasur. Tasya Diam.


"Kalau kamu ngantuk lebih baik kamu tidur saja. Kakak yang akan mengurus Radit malam ini." ucap Darel. Tasya langsung tergelatak dan tidur dengan pulas.


Darel melihat itu tersenyum. Dia membenarkan selimut istri nya.


"Wajah ini aku sangat merindukan nya. Maafin kakak yang sama sekali tidak bisa di andalkan." ucap Darel mengelus kepala Tasya.


Radit berceloteh membuat Darel fokus pada nya. Ternyata Radit sudah pandai cemburu. Darel pun menggendong Radit sampai tidur.


Mau tidur Radit menangis seperti nya mau nyusu namun Tasya tak kunjung bangun, akhirnya dia memutuskan untuk membuka baju istri nya sendiri.

__ADS_1


Sedikit takut kalau istri nya salah paham, namun tidak mungkin Radit tidak minum. Setelah Radit minum. Darel menutup matanya sebentar.


Tiba-tiba Radit menangis lagi. Darel bangun dia melihat istrinya menghimpit tangan anak nya.


Dia membangun kan Tasya namun kelihatannya Tasya sangat nyeyak.


"Ya ampun Tasya, kalau cara tidur kamu tidak berubah Anak kita Akan terhimpit tiap malam." ucap Darel. "Ada apa kak? kenapa Radit terus menangis?" ucap Tasya.


Darel mau menjawab namun Tasya sudah kembali tidur, dia menghela nafas panjang.


"Huff." Darel pun menepuk-nepuk pantat anak nya biar Bisa tidur.


Tidak beberapa lama akhirnya tidur juga. Namun saat di letakkan dia Malah bangun.


Tidak beberapa lama Tasya terdesak mau ke kamar mandi, dia bangun. Dia kaget sekali tidak melihat anak nya di samping nya dan juga tidak di dalam Box.


Setelah dia bangun dia melihat Darel tidur di sofa sambil membuat Radit tengkurap di dada bidang nya.


Tasya bangun dia mengambil Radit. Namun Darel terbangun.


"Kamu kenapa bangun?" tanya Darel. Tasya meletakkan Anak nya di kasur.


"maafin aku yah sudah Buat kakak bergadang, kakak Sekarang boleh istirahat. Aku akan menjaga Radit." ucap Tasya. Darel mengangguk.


"Kok dia Malah tidur di sofa ini sih? Hufff.... Ah sudahlah lah biar kan saja." ucap Tasya. Dia langsung ke kamar mandi setelah selesai dari kamar mandi dia melihat jam sudah jam Tiga subuh.


Dia memberikan Susu pada Radit agar kenyang dan bisa tidur sampai pagi besok.


Di pagi hari nya.


"Selamat pagi Papah." Raya tiba-tiba masuk ke kamar.


"Pagi juga Nak." ucap Darel.


"Loh papah udah rapi aja, mau kemana?" tanya Raya.


"Papah gak boleh pergi lagi, papah gak boleh pergi." ucap Raya.


Tasya terbangun karena mendengar suara rengekan Raya.


"Ada apa ini? Kenapa pagi-pagi sudah Ribut?" tanya Tasya.

__ADS_1


"Jangan bolehin papah pulang ke Dubai lagi mah, biar papah di sini saja." ucap Raya. Tasya menoleh ke arah Darel yang sudah rapi sekali.


"Papah gak pulang. Papah cuman mau menemani kakek keluar kota hari ini, nanti malam juga pasti pulang." ucap Bu Mita yang baru saja masuk ke kamar.


"Papah gak bohong kan?" tanya Raya.


Darel mengangguk sambil tersenyum.


."Ya udah kamu berangkat kerja gih, Jangan sampai telat." ucap Darel.


Raya menyalim tangan mereka dan setelah itu pergi..


"Maaf sudah membangun kan kamu." ucap Darel pada Tasya. Tasya Menggeleng kan kepala nya sambil memegang kepala nya yang terasa pusing.


"Apa kamu pusing?" tanya Darel. Tasya mengangguk. Darel mencari Obat Sakit kepala. "Itu mungkin karena bergadang." ucap Darel.


"Kamu berangkat saja nak, Biar ibu yang mengurus istri dan anak kamu." ucap Bu Mita. Darel mengangguk.


"Saya permisi." ucap Darel. Adi antara mereka berdua Masih terasa sangat canggung sekali.


Darel pergi menyusul Ayah mertua nya di depan.


"Tumben sekali Ayah mau mengajak kak Darel Bu?" tanya Tasya. "Sudah biarkan saja. Kamu juga pasti sangat canggung sama suami kamu setelah beberapa Bulan tidak bersama." ucap Bu Mita. Tasya diam.


"Kelihatan nya kamu masih mengantuk, apa kita minum kopi dan sarapan Dulu?" tanya pak Ahmad pada Darel yang menyetir kurang fokus.


"Boleh juga ayah." ucap Darel, mereka pun berhenti untuk minum Kopi.


"Kamu kurang tidur, apa ada sesuatu yang menganggu kamu? Kamu dengan Tasya bertengkar lagi? Atau kamu memikirkan keluarga kamu?" tanya pak Ahmad.


"Tidak ayah. Tadi malam Radit tidak mau tidur, jadi saya mengantikan Tasya untuk menjaga nya." ucap Darel.


"Oohh begitu. Ayah pikir karena hal lain. Biasa lah bayi bergadang." ucap pak Ahmad.


"Dulu Tasya waktu bayi selalu bergadang, dia selalu menangis tidak tau apa yang dia mau." ucap pak Ahmad.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2