
"Jangan lepaskan! aku mohon, aku ingin seperti ini." ucap Darel. Tasya terdiam dia kembali mengelus kepala Darel.
"Terimakasih kamu sudah perduli pada kakak, kalau mungkin kamu tidak meminta kakak berobat, pasti sekarang kakak sekarat di rumah sakit dengan sakit yang parah." ucap Darel.
"Aku ingin mulai dari sekarang kakak harus menjaga kesehatan." ucap Tasya. Darel mengangguk.
"Namun kamu harus merawat kakak." ucap Darel.
"Sudah tugas ku untuk merawat Suami ku sendiri." ucap Tasya.
"Maksud Kamu?" tanya Darel mengangkat kepalanya menatap Tasya namun tidak melepaskan pelukannya.
"Kakak menangis?" tanya Tasya kaget melihat air mata Darel.
Darel langsung menghapus air mata nya.
"Enggak kok." ucap Darel. Tasya tersenyum dia menghapus air mata Darel dari pipi nya.
"Tidak Bertemu beberapa hari kumis dan jenggot kakak semakin panjang Saja sehingga sangat kasar di sentuh." ucap Tasya.
"Di sana kakak hanya menghabiskan waktu berbaring di Tempat tidur rumah sakit yang dingin." ucap Darel. Tasya tersenyum.
"Humm tapi sekarang kakak sudah kembali ke ranjang yang hangat ini, dan kakak malam ini Akan menguasai nya, kami akan pindah ke kamar sebelah." ucap Tasya.
"Jangan pindah! Kakak ingin tidur dengan kalian." ucap Darel.
"Aku takut bekas operasi kakak terganggu karena anak-anak." ucap Tasya.
"Tidak apa-apa! Mereka bisa tidur di sebelah sini dan kamu tidur di samping kakak mereka tidak Akan mengganggu kakak." ucap Darel.
Tasya terdiam.
"Kakak hanya bercanda! Lagian mereka tidak terlalu banyak gerak saat tidur." ucap Darel.
"Humm Hari ini kamu dari mana? Kenapa berdandan seperti ini?" tanya Darel.
"Humm sebenarnya Mamah kakak yang meminta aku berdandan seperti ini." ucap Tasya.
"Loh kenapa?" tanya Darel.
"Aku juga tidak tau, namun sepertinya agar enak saja di lihat oleh orang yang datang, apa aku jelek berpenampilan seperti ini?" tanya Tasya.
"Bukan! Tapi..." Kakak pasti berfikir aku mirip dengan kak Amel seperti ini kan?" tanya Tasya langsung.
Darel terdiam.
"Aku akan segera mengganti nya." ucap Tasya langsung ke ruang ganti. Dia mengganti nya dengan piyama.
"Kalau kakak tidak suka aku memakai penampilan seperti itu aku tidak akan memakai nya." ucap Tasya.
"Bukan kakak tidak suka, hanya saja mengingat kan kakak ke masa lalu, ini bukan lah hal yang mudah." ucap Darel.
"Aku paham kok," ucap Tasya.
__ADS_1
Darel melihat Stevan.
"Apa mereka menyusahkan kamu selama aku ada di Dubai?" tanya Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya.
Darel tersenyum dia berbaring di samping Stevan.
"Humm aku keluar dulu yah Kak," Ucap Tasya. Darel belum mengizinkan namun Tasya langsung keluar.
"Huff seperti nya dia masih sangat canggung." ucap Darel.
"Loh Kok kamu keluar nak? Darel di mana?" tanya Bu Tima.
"Humm Kakak Darel istirahat Bu." ucap Tasya.
"Ya udah duduk sini Dulu ngobrol-ngobrol." ucap Bu Tima
Tasya melihat Ayah nya duduk di sana dan Ibu nya berada di dapur.
Tasya Tidak enak' menolak nya dia pun duduk bergabung dengan mereka.
"Tidak terasa yah Kamu sudah menjadi istri Anak kami sudah empat bulan lebih. Kami sangat senang kamu mau bersedia menjadi Ibu untuk Raya dan Stevan." ucap Paman Darel.
Tasya tersenyum.
"Kalau saran paman untuk kalian berdua lebih baik menikah sah secara negara." ucap Paman Darel yang lebih tua.
"Tidak baik terburu-buru Dik, biar kan saja mereka memutuskan nya " ucap Papah Darel.
"Itu hanya saran saja. Karena tidak jarang orang Akan berfikir negatif melihat kalian seperti ini." ucap Paman Darel
Di malam hari Tasya kembali ke kamar. Dia melihat Darel sudah tidur.
Namun dia menutup pintu Darel terbangun.
"Kamu kenapa sangat lama di luar?" tanya Darel.
"Aku tidak enak meninggalkan Tamu di bawah tadi Kak." ucap Tasya.
"Oohhh kalau begitu kamu istirahat lah." ucap Darel. Tasya mengangguk.
"Ini sudah jam berapa? Raya mana?" tanya Darel.
"Dia tidur dengan Mamah kakak di kamar sebelah." ucap Tasya.
"Oohhh. Ibu sama Ayah kamu juga pulang?" tanya Darel. Tasya mengangguk.
Darel Berusaha untuk duduk di Bantu oleh Tasya.
"Kakak mau ngapain?" tanya Tasya.
"Mau minum!" ucap Darel. Tasya mengambil kan minum untuk Darel dan menyuapi nya juga.
Namun tiba-tiba Air itu tumpah karena Tasya terlihat sangat Grogi.
__ADS_1
"Maaf-maaf kak," ucap Tasya sambil mengambil tisu mengeringkan baju Darel yang basah.
"Aaaarrgghh!" rintih Darel karena tidak sengaja Tasya menyentuh bekas operasi nya.
Tasya seketika terdiam.
"Maaf kak, aku tidak sengaja. Maaf." ucap Tasya sangat panik.
Darel menutup mata nya saking sakit nya. Tidak ada pilihan lain, Tasya melepaskan kemeja Darel perlahan-lahan melepaskan kancing baju nya.
Dia terkejut bekas jahitan di dada Darel yang belum sembuh.
"Kalau operasi seperti ini kenapa kakak sangat cepat pulang?" tanya Tasya. Darel hanya diam saja.
Tasya melepaskan Pakaian Darel.
Dia melihat Darel keringat, Tasya me lap tubuh Darel dengan kain Basah.
"Aku khawatir kalau belum sembuh total kakak sudah pulang dan beraktivitas bisa sakit nya lebih parah." ucap Tasya.
"Kakak sudah sangat bosan di sana." ucap Darel.
Tasya menghela nafas panjang.
"Huff dulu nya dada kakak tidak ada bekas luka apapun sekarang sudah ada bekas luka yang sangat besar." ucap Tasya.
Darel menahan rasa sakit yang di buat oleh Tasya membersihkan di sekitar luka nya.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. Tasya memasang kan pakaian Darel. Namun tidak sengaja mereka saling menatap satu sama lain, mata nya bertemu.
Namun Darel langsung mengalihkan pandangan nya ke samping.
"Biar kakak Saja." ucap Darel melanjut Kan memasang kancing baju nya.
Tasya tersenyum melihat Darel bertingkah menghindari nya tidak seperti biasanya.
"Ya udah kalau gitu aku simpan ini dulu." ucap Tasya.
sambil berjalan ke kamar mandi.
Namun setelah keluar dari kamar mandi, Bu Tima datang.
"Darel! Makan dulu yah habis tuh baru minum obat." ucap Bu Tima.
Darel menoleh ke arah Tasya.
"Humm biar aku aja Bu yang menyuapi kak Darel, ibu istirahat saja!" ucap Tasya.
"Yakin gak apa-apa nih? seperti nya kamu seharian ini tidak ada istirahat, Wajah kamu terlihat sangat lelah." ucap Bu Tima pada Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
like dan komen vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***