Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 77


__ADS_3

Cukup lama mereka berbincang-bincang di sana, Tasya harus pulang karena sudah jam empat sore.


Hanya butuh beberapa menit dia sudah sampai di rumah.


Melihat mobil nya masuk anak-anak keluar melompat sambil memanggil nya. Tasya melihat mobil suami nya sudah di rumah.


"Kak Darel cepat sekali pulang nya." batin Tasya. namun dia langsung mencium anak nya.


"Mamah! Mamah! ucap Raya sangat senang.


"Bubu.. bubu.." Ucap Stevan mereka berdua sangat senang.


Mereka berpelukan.


"Tadi kami main-main ke kebun binatang mah, tapi gak seru Mamah gak ikut." ucap Raya.


"Sama siapa pergi Nya?" tanya Tasya.


"Sama papah mah." ucap Raya.


Mereka berjalan masuk dia melihat suaminya Duduk di Ruang tamu sambil menonton.


"Ya udah raya sama Stevan Main dulu yah, Mamah mau ngomong sama papah." ucap Tasya. Raya mengangguk. Suster Pun membawa mereka untuk pergi.


Laura menghampiri Darel yang duduk sendirian di ruang tamu.


"Ekhem-Ekhem!!" Tasya berdehem karena dia duduk di sofa tidak dilirik sama sekali oleh Darel.


Darel menoleh ke arah Tasya.


Tasya mau menyalim tangan Darel namun Darel Malah menolak nya.


"Kamu habis bertemu banyak orang, lebih baik bersih-bersih Dulu." ucap Darel. Tasya mendengar itu langsung terdiam.


"Kakak kenapa tidak berangkat ke kantor hari ini?" tanya Tasya.


"Kenapa? Ada masalah sama kamu? Apa Kakak merugikan kamu?" tanya Darel, Tasya yang di lempari kata-kata seperti itu membuat nya Langsung bingung karena dia bertanya dengan baik-baik.


"Maksud ku apa kakak kurang enak badan? Dada kakak sakit lagi?" tanya Tasya.


"Kamu lihat Sendiri kakak sangat sehat dan baik-baik saja," ucap Darel.


"Oohhh ya sudah kalau begitu. Aku hanya ingin menanyakan itu." ucap Tasya dia pun pergi langsung dari hadapan suaminya yang terlihat sangat sensitif pada nya.


Keesokan harinya Tepat di hari Minggu....

__ADS_1


Mereka semua ada di rumah. Tasya dari pagi sudah menemani anak-anak nya bermain. Raya asik main-main sementara Tasya berbaring dengan Stevan di Ruang tamu sambil menonton film kesukaan Stevan upin-ipin di pagi hari.


Tidak beberapa lama Darel bangun dari atas dia melihat Raya dan Tasya di Bawah.


"Bik Nanti kita ada Tamu yah, Tolong Masak yang enak." ucap Darel. Tasya yang mendengar itu menoleh ke arah suami nya.


Suami nya sudah sangat rapi.


"Tumben-tumbenan sekali ada Tamu di hari Minggu, siapa yah." batin Tasya.


"Raya! Nanti Tante Sinta ke sini." ucap Darel.


"Aku gak tau Siapa Tante Sinta Pah." ucap Raya.


"Dia teman papah sama mamah dulu, dia sibuk bekerja dengan itu sebabnya dia baru bisa datang sekarang, kamu mandi yah." ucap Darel.


"Oke papah." ucap Tasya. Dia pun ikut dengan suster ke atas untuk mandi. Darel menghampiri Tasya.


"Berikan Stevan pada suster biar dia mandi!" ucap Darel. Tasya menatap wajah Darel.


"Siapa tamu yang Akan datang kak? Kenapa harus menyiapkan makanan dan juga kakak berpenampilan seperti ini? Kalau ada tamu ya udah datang Saja!" ucap Tasya.


"Jangan banyak protes! pergi mandi sana!" ucap Darel. Tasya langsung terdiam dia beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke atas membawa Stevan.


"Sus! Sinta itu Siapa yah?" tanya Tasya pada suster setelah sampai di kamar.


Darel di ruang tamu memeriksa handphone nya ternyata Sinta sudah ada di depan rumah nya.


"Apa kabar?" tanya Darel tersenyum sambil membuka pintu. Tasya dan anak-anak yang berdiri di tengah-tengah ruangan mendengar sapaan dan senyuman mereka sedikit memandang aneh.


"Baik-baik saja! Apa aku Akan selalu di sini? Kamu berdiri di depan pintu seperti tidak mengijinkan masuk." ucap Sinta.


Darel langsung Minggir sambil minta maaf.


Tasya melihat wanita muda yang sangat cantik. Badan yang bagus dan juga sangat elegan.


"Raya! Stevan!" ucap Sinta sambil mendekati mereka.


"Pasti kalian gak kenal lagi sama Tante kan? Tante ini adalah teman Mamah kalian." ucap Sinta sambil membawa Stevan kegendongan nya.


Namun Stevan langsung menangis.


"Stevan! Gak boleh Nangis nak." ucap Darel.


"Jangan Nangis dong sayang. Maaf yah Tante baru bisa datang ke Sini untuk melihat kalian." ucap Sinta.

__ADS_1


Dia sangat pandai mengambil hati Stevan dengan memberikan mainan yang sangat banyak yang di bawa oleh nya, dan juga makanan sangat banyak.


Sementara Raya Memeluk kuat paha Tasya. Dia terlihat sangat takut dengan Sinta.


"Sini Sayang sama Tante! Biar Suster nya pergi istirahat." ucap Sinta. Darel langsung menoleh ke arah Sinta dan Tasya.


Tasya yang mendengar kata-kata itu membuat nya langsung merasa karena dia di katakan oleh suster.


"Ini Bukan suster! Ini adalah mamah Tasya!" ucap raya langsung memeluk Tasya.


Sinta langsung menoleh ke arah Darel.


"Oh iya kenalin dia adalah adik nya Amel. Dia tinggal di sini, anak-anak nya memanggil mamah mungkin karena sudah biasa." ucap Darel.


Tasya pun langsung terdiam, bahkan untuk tersenyum saja dia tidak mau lagu, mendengar suami nya tidak jujur Membuat nya sedikit tersingkir kan.


"Sini sama papah! Lihat nih Tante Sinta sangat banyak membawa mainan dan makanan." ucap Darel membawa raya.


Raya yang di gendong oleh papah nya langsung mau, nama nya juga Anak kecil kalau melihat mainan langsung suka saja, dia bukan nya mau karena Sinta melainkan karena suka dengan mainan saja.


"Humm gak nyangka yah mereka sudah sebesar ini sekarang." ucap Sinta.


"Karena kamu baru melihat mereka." ucap Darel.


"Stevan makin besar dia semakin mirip sama kamu yah, ganteng banget." ucap Sinta.


"Ah kamu bisa saja!" ucap Darel.


"Aku pikir kalau kamu sudah duda jauh lebih Tua namun kamu tetap saja seperti yang dulu." ucap Sinta.


"Jangan membuat ku melayang tinggi karena Pujian kamu." ucap Darel.


Sinta tersenyum. sementara Tasya hanya diam saja.


"Oh iya Tasya tolong buatkan Teh yah untuk Sinta." ucap Darel.


"Kamu pasti bingung dia siapa! Kenalin dulu nama nya Sinta, kami sudah kenal dari jama SMA." ucap Darel mereka saling bersalaman.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2