Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 88


__ADS_3

Bibik dan suster juga ikut menangis. Sementara Sinta yang melihat semua orang sedih dia pun memaksa kan diri nya untuk menangis.


Setelah selesai menaburkan bunga dan juga membasuh wajah dengan Air bawaan mereka tadi. Saat nya membaca doa.


Mereka semua mengelilingi makam itu. Darel yang terlihat sangat Sedih Sinta mengelus punggung nya.


Dan setelah selesai jiarah Tasya meninggalkan Darel dan Sinta di sana. Dia menggendong Stevan dan memegang tangan Raya dia benar-benar sangat kesal melihat kedekatan Darel dengan Sinta.


Darel melihat istrinya pergi begitu saja Tampa mengatakan apa-apa dan pergi membawa anak-anak nya.


"Kita langsung pulang saja Yah." ucap Darel pada Sinta. Sinta pun mengangguk.


Tidak beberapa lama Tasya dan Anak-anak sampai di rumah. Dia langsung membawa anak-anak nya tidur siang karena dia ada janji dengan Alex Sore ini bertemu.


Setelah Anak-anak nya tidur dia siap-siap. Dia merias wajah nya.


"Non Tasya cantik sekali! Mau kemana Non?" tanya Bibik.


"Kakak senior saya datang dari Bandung, saya berniat mau menemui nya." ucap Tasya.


"Oohh begitu yah Non, ya udah Non Tasya hati-hati yah." ucap Bibik. Tasya mengangguk.


"Titip anak-anak yah Bik, seperti nya saya sedikit malam pulang nya." ucap Tasya.


"Oke Non , jangan khawatir." ucap Bibik.


Tasya segera keluar dari rumah langsung masuk ke dalam mobil nya. Sementara Darel baru saja pulang setelah mengantar kan Sinta pulang ke hotel nya.


Dia melihat mobil Tasya yang meninggal halaman rumah dia bisa melihat kalau Tasya sudah cantik karena kebetulan kaca mobil Tasya tidak tertutup.


"Eh Bapak sudah pulang?"


Darel menoleh ke arah Bibik.


"Tasya mau kemana?" tanya Darel menunjuk ke arah mobil Tasya yang sudah tidak kelihatan lagi. Bibik melihat ke arah luar.


"Oohh.. Non Tasya kata nya mau menemui Kakak senior nya yang datang dari Bandung." jelas Bibik.


"Kakak senior?"


"Itu pasti Alex!" batin Darel.


"Iyah Pak. Non Tasya emang nya gak pamit dulu?"


Darel menggeleng kan kepala nya.


"Non Tasya seperti nya lupa karena Bapak kurang perduli kemana saja Non Tasya pergi. Oh iya non Tasya juga Bilang dia Akan telat pulang." ucap Bibik lagi.


"Anak-anak mana Bik?" tanya Darel karena tidak melihat atau mendengar suara anak nya dari tadi.


"Mereka sudah tidur siang Pak,"

__ADS_1


"Oohh ya udah Bibik lanjut saja kerja nya, saya ke atas dulu." ucap Darel meninggalkan Bibik.


Bibik melihat Darel yang masuk ke dalam.


"Huff sebenarnya perasaan bapak sama Non Tasya seperti apa sih? kemarin terlihat sangat jelas kalau bapak mencintai non Tasya namun sekarang dia tidak perduli dan sekarang juga non Tasya seperti nya tidak suka pak Darel dekat dengan wanita lain." ucap Bibik.


"Ngomong apa sih bik? Nanti kalau ada yang dengar bagaimana?" Ucap pengasuh yang baru saja lewat.


"Kamu ngejutin aku saja!"


Pengasuh itu tersenyum.


Di sebuah restoran Tasya melihat dari kejauhan pria yang duduk sendiri kaki di letak di atas kaki nya yang satu lagi pakaian yang rapi serta wajah yang fokus pada layar Laptop nya.


"Assalamualaikum kak!" sapa Tasya berdiri di samping meja.


Alex menoleh ke arah Tasya sambil menjawab salamnya.


"Walaikumsalam! silahkan duduk!" ucap Alex. Tasya mengangguk sambil tersenyum.


"Sudah lama yah nunggu nya?" tanya Tasya sambil duduk di depan Alex.


"Lumayan sih, sekalian juga ketemu sama temen tadi." ucap Alex.


"Oohhh! Maaf yah Kak soal nya dari rumah ke sini jauh banget." ucap Tasya.


Alex tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya.


"Aku sudah memesannya kan minunam kesukaan kamu!" ucap Alex.


"Susu Merah kah?" tanya Tasya. Alex mengangguk.


"Humm kakak tau saja kesukaan aku." ucap Tasya.


Alex tersenyum.


"Kamu pesan saja makanan kesukaan kamu. Kakak sangat kenyang." ucap Alex.


Entah mengapa kalau dengan Alex Tasya tidak pernah merasa enggan atau malu-malu mau Makan apa saja dia langsung memesan apa yang mau di makan.


"Kakak lagi apa sih? dari tadi fokus ke laptop mulu."


"Nih lagi siapin laporan. tunggu sebentar yah kamu makan saja dulu." ucap Alex dengan lembut.


Tasya mengangguk. Tasya makan dia memandangi wajah Alex.


Diam-diam dia mengambil foto Alex. Alex Sadar dia hanya senyum sendiri.


"Ayo ambil foto kita berdua." ucap Alex.


"Hah! apa? Kakak yakin gak apa-apa?" tanya Tasya.

__ADS_1


Alex mengambil ponsel Tasya dan mengambil foto dengan kamera depan.


Tasya tersenyum.


"Aku Posting di IG gak apa-apa kan Kak?" tanya Tasya.


"Gak apa-apa Tasya!" ucap Alex. Tasya tersenyum dia langsung membuat postingan.


Dia membuat caption Kami bertemu lagi.


Darel yang kebetulan lagi Chatan dengan Sinta langsung melihat Story Tasya.


"Cihh bisa-bisa nya dia pergi dengan pria lain tampa seijin ku." ucap Darel. Karena kesal dia pun meminta foto dari Sinta yang ada mereka berdua. Karena Sinta sangat sering mengambil foto berdua.


Setelah dapat dia langsung membuat IG nya. Yang pertama melihat adalah Sinta, dia sangat kegirangan karena foto nya dengan Darel di posting. Walaupun Tampa Caption.


Darel terus menunggu sampai Tasya melihat nya namun sudah dua jam berlalu Story nya tak juga dapat lihat oleh Tasya.


"Huff dia pasti sangat sibuk pacaran dengan pria itu sehingga tidak sempat membuka Ponsel nya." ucap Darel.


Dia meletakkan handphone nya dan keluar dari kamar, dia mendengar suara anak nya menangis.


"Mamah! Mamah!" panggil Raya. Darel langsung menggendong Raya.


"Mamah nya lagi gak di rumah sayang." ucap Darel.


"Mamah Kemana Pah?" tanya Raya.


"Mamah pergi dengan Om Alex, dia juga bilang kalau akan pulang malam." ucap Darel.


Tangis Raya semakin pecah dan Stevan pun terbangun.


"Ayo Pah jemput Mamah!" ucap raya. Mereka berdua menangis membuat Darel sangat senang.


Dia langsung membawa Mereka ke dalam mobil.


Darel membawa mereka ke restoran tempat Tasya bertemu dengan Alex.


Tasya terkejut melihat Raya dan Stevan datang namun sudah tidak menangis namun wajah mereka Masih sembab-sembab.


"Loh kok Kalian ada di sini?" tanya Tasya.


"Mereka menangis tidak mau berhenti, mereka mau sama kamu, dan kakak membawa ke sini." ucap Darel seakan-akan wajah nya tidak bersalah. Dia melihat di saat Alex membersihkan bibir Tasya dari jauh tadi.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah lupa bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2