Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 190


__ADS_3

"Ya udah kalau begitu kita siap-siap yok. Kamu juga pasti penasaran seperti apa kampus tempat mamah bekerja, Dan juga banyak om-om ganteng dan ada Tante Ayu di sana." ucap Tasya.


Raya terlihat sangat bersemangat. Sementara Darel baru sampai di rumah sakit.


"Pak Ahmad." ucap Darel melihat mertua nya sudah menunggu di depan ruangan Buk Adel.


"Akhirnya kamu datang juga Rel." ucap Pak Ahmad.


"Kenapa bapak tidak masuk saja?" tanya Darel.


"Bapak takut Ibu akan marah melihat bapak ada di sini." ucap Pak Ahmad. Darel terdiam dia melihat ada yang aneh pada Bapak mertua nya itu.


Akhirnya mereka masuk bersama ke dalam ruangan Buk Adel. "Selamat pagi buk, bagaimana keadaan ibu?" tanya Darel mendekati Buk Adel.


"Masih sakit kekujur tubuh ibu, kenapa kamu membawa Stevan sendiri an? Di mana Amel?" tanya buk Adel. Darel menoleh ke arah pak Ahmad.


Buk Adel melihat suaminya langsung diam.


"Bagaimana keadaan Ibu? Maaf Ayah baru bisa datang, ayah sedang ada di luar kota." ucap Pak Ahmad, Darel seketika terdiam mendengar bapak mertua nya yang bilang di luar kota padahal tadi malam dia bersama wanita masuk ke dalam hotel yang setelah di selidiki pak Ahmad stay di hotel itu.


"Lebih baik ayah keluar dari sini, aku tidak mau melihat ayah." ucap buk Adel marah. "Buk tenang dulu, Bapak adalah suami ibu." ucap Darel.


"Ibu tidak perduli! Ibu tidak mau melihat nya," ucap buk Adel.


Darel hanya bisa diam setelah buk Adel mengatakan seperti itu.


"Ibu.." Riski baru saja datang dan langsung masuk membuat semua orang kaget. Buk Adel memeluk Riski sambil menangis.


"Apa yang terjadi buk? Kenapa ibu bisa seperti ini?" tanya Riski. Buk Adel tidak mengatakan apa-apa dia hanya menangis memeluk anaknya itu.


Darel melihat pak Ahmad keluar karena handphone nya berdering, dia juga ikut keluar menyusul mertua nya itu.


"Iyah Sayang sabar sebentar lagi yah, aku akan segera pulang." ucap Pak Ahmad berbicara dengan orang yang di telepon.


Tidak lama panggilan pun di matikan karena pak Ahmad sadar ada Darel di belakang nya.


"Bapak saya mau bertanya kenapa selama ini penyakit Ibu tidak di beri tahu pada kami? Sampai separah ini kita baru saja tau, dan itu penyakit yang sangat sulit di sembuhkan." ucap Darel.

__ADS_1


"Ibu sendiri yang tidak ingin orang lain tau penyakit nya. Bapak sudah berulang kali untuk membujuk ibu berobat, tetap saja dia tidak mau." ucap pak Ahmad.


Darel menghela nafas panjang.


"Saya bukan nya ikut campur Pak dengan masalah keluarga pribadi bapak, tapi saya merasa ada yang janggal di keluarga ini sehingga Ibu depresi seperti saat ini." ucap Darel.


"Itu mungkin perasaan kamu saja, tidak ada yang janggal mungkin Ibu seperti sekarang karena belum siap kehilangan putri kesayangannya." ucap Pak Ahmad.


"Sudah jangan di bahas lagi, sekarang Tasya di mana?" tanya Pak Ahmad. "Dia sedang bekerja Pak. Tadi malam Penyakit Ibu kumat lagi dia menganggap Tasya tidak ada dan menyalah kan Tasya atas semua yang terjadi pada ibu."


Pak Ahmad terdiam.


"Saya tidak tega melihat Tasya jadi bahan pelampiasan oleh ibu Pak, mungkin karena masa lalu yang tidak bisa di lupakan oleh ibu, dia jadi membenci Tasya."


"Apa sekarang Tasya baik-baik saja?" tanya Pak Ahmad.


"Alhamdulillah Tasya baik-baik Pak, tapi saya mohon kalau bapak dengan ibu ada masalah mohon di bicarakan baik-baik dan juga bapak harus selalu ada di samping Ibu." ucap Darel.


"Tidak bisa bapak selalu di sini nak, bapak harus segera bekerja, kalau bapak tidak bekerja bagaimana cara membayar biaya rumah sakit." ucap pak Ahmad.


"Saya yang akan membayar semua nya pak, saya tidak keberatan sama sekali tapi saya mohon untuk bapak dan ibu menyelesaikan masalah yang terjadi." ucap Darel.


"Ayah ada kerjaan yang tidak bisa di tinggal kan nak, kamu sudah ada di sini, Ayah Akan segera kembali." ucap pak Ahmad dan segera pergi.


Ajeng baru saja datang.


"Loh kok Pak Ahmad pergi? dia mau kemana?" tanya Ajeng.


"Akhirnya kamu datang juga, kenapa kamu tidak menunggu saya datang baru kamu pulang?" tanya Darel.


"Tadi pagi-pagi sekali Pak Ahmad datang. Dia menawarkan diri untuk mengganti saya pak. Karena kebetulan dia membawa teman saya merasa dia tidak Akan bosan jadi akhirnya saya Pulang." ucap Ajeng.


"Teman?" tanya Darel, Ajeng mengangguk.


"Seorang wanita yang mungkin sudah seusia Mertua perempuan Bapak." ucap Ajeng.


Darel sudah bisa menebak itu siapa. Itu pasti perempuan yang di bawa oleh Pak Ahmad ke hotel malam tadi.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu kamu masuk saja ke dalam sama Riski, Titip Stevan juga saya mau menyusul Tasya." ucap Darel.


"Kakak pergi dulu yah Ki, jagain ibu." ucap Darel mengelus kepala Riski dan segera pergi.


Riski mengendong Stevan masuk. Buk Adel di berikan obat penenang dari dokter karena jadi syok melihat pak Ahmad tadi.


"Om-om." panggil Stevan.


"Iyah, kenapa Stevan?" tanya Riski karena di sedang melamun memerhatikan Ibu nya yang tidur.


Stevan menunjuk ke arah Buk Adel.


"Nenek." ucap Stevan lagi, Riski tersenyum.


"Nenek sakit." ucap Riski.


Ajeng memerhatikan Riski yang Sangat sedih, terlihat sangat jelas wajah nya mau menangis.


Tidak beberapa lama dokter datang memeriksa keadaan buk Adel.


"Dok bagaimana keadaan ibu saya?" tanya Riski.


"Kita berbicara di ruangan saya yah." ucap dokter karena tidak ingin buk Adel mendengar percakapan mereka.


"Mbak aku Titip Stevan sebentar yah." ucap Riski keluar dari ruangan rawat inap buk Adel.


Di tempat lain Darel bukan menjemput Tasya melainkan mengikuti pak Ahmad. Dia merasa pak Ahmad sudah terlalu Aneh itu sebab nya dia langsung mengikuti pak Ahmad.


Dia tidak berhenti mengikuti mobil pak Ahmad bukan nya ke kantor melainkan kembali ke hotel nya. Setelah sampai di sana dia turun namun saat mau turun handphone nya tiba-tiba berdering panggilan dari Riski yang meminta Darel Balik cepat ke rumah sakit karena ada sesuatu yang harus di tanda tangani nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2