
"Sudah kok pak, ayo kita pulang." ucap Tiwi mereka pun langsung pulang meninggalkan tempat itu. Tasya berjalan di belakang bersama Raya dan Stevan, sementara di depan Candra dan Tiwi jalan bersama membawa barang belanjaan ke dalam mobil.
"Kenapa menurut ku mereka tidak seperti orang berpacaran yah, Tiwi juga tidak seperti yang dulu selalu Cemburu kalau aku dekat dengan pak Candra. Apa jangan-jangan dia mengalah sama aku karena aku lagi sedih?" batin Tasya... Mereka pun masuk ke dalam mobil. Namun sebelum pulang Candra membawa mereka semua untuk makan terlebih dahulu.
Candra selalu perhatian pada Nya dan juga anak-anak nya sementara Tiwi biasa saja, dia sama sekali tidak menunjukkan wajah cemburu.
Setelah selesai makan mereka langsung pulang meninggalkan Restoran itu. Sesampainya di rumah Tiwi langsung pamit pulang duluan karena sudah ada janji dengan orang lain.
"Om Candra jangan pulang dulu. Om jangan pulang yah, di sini saja temenin kami main." ucap Raya.
"Ya udah Iyah." ucap Candra akhirnya mereka pun main bersama. Tasya dari dapur membawa teh untuk Candra tiba-tiba ponsel nya berdering.
"Halo Ayah." ucap Tasya.
"Halo Nak, malam ini seperti nya ayah dan ibu tidak pulang, kamu gak apa-apa kan di rumah sama raya dan Stevan."' ucap Ayah nya.
"Iyah gak apa-apa kok Ayah." ucap Tasya.
"Kamu lagi sama siapa di Sana? Sudah jadi belanja nya tanya Ayah.
"Sudah ayah. Tadi Tiwi sama Pak Candra nemenin juga Kok. Aku juga bawa anak-anak, sekarang Tiwi Sudah pulang tinggal pak Candra yang di sini." ucap Tasya.
"Bagus deh kalau begitu. kalau ada pak Candra ibu sama Ayah tenang dia bisa jagain kamu." ucap Pak Ahmad. "Mungkin bentar lagi juga sudah pulang Ayah. Aku gak apa-apa kok sendiri." ucap Tasya.
"Tidak baik lagi hamil tua seperti itu gak ada yang nemenin. Bilang sama Candra nemenin kamu Sampai besok." ucap Pak Ahmad.
"Ayah jangan seperti itu, Pak Candra juga mempunyai pekerjaan yang harus di selesaikan." ucap Tasya.
"Kamu jangan khawatir, saya bisa kok menginap satu malam di sini." ucap Candra. Tasya menatap wajah Candra.
"Tapi.."
"Sudah jangan banyak protes lagi Nak. Lagi hamil harus ada laki-laki yang nemenin." ucap Bu Mita.
"Baik lah Bu, ibu Sama Ayah jangan lama-lama yah pulang nya. Assalamualaikum." ucap Tasya .
__ADS_1
"Iyah nak, walaikumsalam." ucap Ibu dan Ayah nya.
Setelah selesai menelpon Tasya menatap Pak Candra.
"Bapak seharusnya tidak menginyakan. Mau bagaimana pun keluarga saya sudah banyak menyusahkan bapak." ucap Tasya.
"Kalau kamu tidak senang saya di sini, saya akan pulang." ucap Candra. "Bukan seperti itu pak, justru saya sangat takut bapak kerepotan karena saya." ucap Tasya.
"Saya sama sekali tidak pernah mengeluh apapun. Tapi kalau kamu tidak mau saya di sini untuk menjaganya kamu, saya akan pulang. Saya sama sekali tidak Keberatan untuk menjaga kamu." ucap Candra.
Tasya menghela nafas panjang. "Aku sebenarnya tidak nyaman saat bersama seperti ini, aku sangat takut suatu saat nanti jadi perselisihan di antara aku dengan kak Darel." batin Tasya.
"Seperti nya kamu juga tidak nyaman saya di sini. Saya juga salah karena mendekati seseorang yang masih mempunyai suami. Saya minta maaf saya akan pulang." ucap Candra mengambil tas dan kunci mobil nya.
"Pak, pak, saya tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja saya tidak ingin membuat bapak kecewa kepada saya,. saya hanya tidak ingin bapak berharap lebih kepada saya." ucap Tasya.
"Saya tidak menginginkan apa-apa dari kamu, saya hanya ingin kamu bahagia." ucap Candra.
"Bapak menginginkan saya bahagia karena bapak memiliki tujuan lain kan? Tidak mungkin pria seperti bapak sangat baik kepada ku Kalau bukan ada sesuatu." ucap Tasya.
"Saya bukan bermaksud memberikan harapan palsu pada bapak, namun bapak tau sendiri saya memiliki anak, saya mengandung saya juga mempunyai suami walaupun saya belum tau kejelasan nya seperti apa." ucap Tasya.
"Kamu benar, saya mencintai kamu dari awal bertemu dengan kamu. Saya menyanyangi kamu bukan karena hal lain namun saya merasa nyaman saat bersama kamu. Kamu adalah wanita yang baik, tulus, perhatian dan juga Kuat. saya jatuh cinta sama kamu." ucap Candra. Tasya seketika terdiam dia sudah bingung harus menjawab apa lagi, dia mati kata karena Candra.
"Kamu sudah puas kan? Kamu harus tau saya hanya menginginkan kamu bahagia karena saya sadar kamu belum seutuhnya sendiri." ucap Candra.
Candra menatap wajah Tasya.
"Wanita seperti kamu tidak seharusnya Sakit hati, sedih, menderita seperti ini karena pria seperti dia. Kamu sudah rela berkorban namun dia tidak perduli sama kamu." ucap Candra.
"Darel adalah pria yang tidak bertanggung jawab, dia masih seperti anak kecil." ucap Candra.
"Sudah pak! Berhenti menjelek-jelekkan Suami saya, bapak tidak tau apa-apa, jangan ikut campur dengan hubungan saya." ucap Tasya marah.
Candra tersenyum Tipis.
__ADS_1
"Saya butuh Jawaban kamu, apakah saya tidak memiliki kesempatan untuk membahagiakan kamu?" tanya Candra.
"Tidak! Saya sama sekali tidak berfikir untuk bersama dengan bapak, saya sudah menganggap bapak sebagai kakak laki-laki saya sendiri." ucap Tasya.
"Bapak sudah memiliki Tiwi, jangan memberi kan harapan palsu pada nya." ucap Tasya.
Candra menghela nafas panjang dia pun segera berdiri dia beranjak dari tempat duduknya.
"Pak, bapak mau kemana?" tanya Tasya.
"Lepaskan saya!" ucap Candra menepis tangan Tasya dari tangan nya.
"Saya minta maaf kalau sudah membuat bapak marah dan kecewa, tapi saya mohon jangan meninggalkan kami begitu saja." ucap Tasya.
Candra menatap Tasya dengan tatapan tajam.
"Bukan kah kamu merasa terganggu karena saya?" tanya Candra dengan nada marah. Tasya diam.
"Saya hanya tidak habis pikir dengan pola pikir kamu. Untuk apa kamu mempertahankan pria seperti Darel? Kamu sama sekali tidak menganggap saya ada di sini." ucap Candra.
Tanya memegang baju Candra.
"Kenapa bapak meninggikan nada bicara bapak kepada saya?" tanya Tasya karena Candra sama sekali tidak pernah berbicara dengan kasar pada nya.
Candra yang tadi nya sangat marah seketika langsung merubah ekspresi wajah nya, dia menghela nafas panjang
"Saya minta maaf, saya tidak bisa menahan emosi saya " ucap Candra.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***