
Riski diam. "Sekarang kamu harus pergi menemui dia." ucap Tasya. "Mbak aku tidak berani." ucap Riski.
"Kenapa kamu jadi seperti ini sih? Jadi pria harus berani bertanggung jawab, kamu sudah sejauh ini dengan Ayu tidak boleh menyerah. Mbak sangat mendukung kamu dengan ayu." ucap Tasya.
Riski langsung semangat karena mbak nya.
"Doain aku yah mbak," ucap Riski dia pun langsung berlari keluar. Ibu, ayah dan kekasih Tiwi yang melihat itu Heran.
Riski mencari Ayu namun ternyata tidak ada di rumah nya, dia bertanya pada teman nya ternyata Ayu pulang ke rumah orang tua nya.
Riski menyusul kesana karena tidak jauh juga. Setelah bertemu dia langsung mengutarakan perasaan nya di depan orang tua ayu.
Tampa ragu dia meminta restu orang tua Ayu. Dan seperti yang di harapkan dia di terima mendekati putri mereka, Ayu dan Riski sangat senang sekali.
Keesokan harinya..
"Selamat pagi Pak Darel, kami dari kepolisian bahwa pelaku nya sudah di tangkap." ucap Pria yang menelpon Darel.
"Baiklah Pak, saya akan segera ke sana." ucap Darel.
Darel meninggalkan ruangan nya. Setelah sampai di kepolisian dia melihat orang tua Tania dan Juga Tania di sana. Ada juga mantan sekretaris papah nya.
"Berengsek kamu Darel!! Kenapa kamu melaporkan kamu atas penipuan, semua nya itu karena kesepakatan Papah kamu." ucap mantan sekretaris papah nya.
Darel tertawa.
"Kalian harus mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang kalian lakukan!" ucap Darel.
"Berengsek!!" ucap Tania.
Darel menatap Tania.
"Dari awal saya sudah tidak pernah percaya melihat keluarga ini, namun keluarga kamu sangat licik sehingga bisa masuk ke kekeluarga saya!" ucap Darel.
Tania menatap tajam Darel.
"Aku harap semoga saja kalian Betah di sini." ucap Darel.
"Darel! Lepaskan aku, aku tidak Salah." ucap Tania namun Darel tidak perduli dia langsung pergi begitu saja.
"Bagaimana ini Pah? aku gak ingin di penjara." ucap Tania. Papah nya hanya diam saja.
Setelah pulang dari kantor Darel ke rumah sakit sudah dua satu Minggu dia tidak melihat papah nya di rumah sakit.
Assalamualaikum Mamah." ucap Darel masuk ke ruang rawat inap Mamah nya.
"Walaikumsalam nak." ucap Bu Tima melihat Darel. Darel meletakkan buah dan makanan yang di bawa nya di atas Meja.
Dia menyalim tangan mamah nya.
"Bagaimana kabar Papah mah?" tanya Darel karena melihat papah nya tidur.
"Sudah sangat baik Nak, besok papah sudah bisa pulang." ucap Bu Tima. "Alhamdulillah." ucap Darel.
Tidak beberapa lama Pak Yuda bangun.
"Kamu di sini nak?" ucap pak Yuda, Darel menyalim tangan pak Yuda. "Papah sudah tidak sakit lagi?" tanya Darel.
"Sudah jauh lebih baik nak." ucap Pak Yuda.
Darel terlihat sangat senang.
"Papah dengan mamah sangat berterimakasih sama kamu karena sudah mau membantu mamah dengan papah setelah semua perbuatan kami." ucap Pak Yuda.
"Ini sudah kewajiban aku Mah, pah. Aku juga banyak salah aku juga minta maaf sama mamah Papah." ucap Darel.
"Papah sudah mendengar kalau keluarga Tania di panggil kepolisian. Terimakasih yah nak sudah mau menangani mereka." ucap Pak Yuda.
"Sama-sama Pah. Tapi..."
"Membangkitkan perusahaan dalam jangka satu bulan itu tidak mungkin nak, Wajar Jika sekarang seperti ini, Papah mengerti kok, justru Papah sangat beruntung kamu bisa mendapatkan semua kembali walaupun tidak dengan mengembalikan perusahaan seperti dulu." ucap pak Yuda.
Darel diam.
__ADS_1
"Sudah satu bulan kamu meninggalkan anak dan istri kamu. Pulang lah kepada mereka, mamah Sama Papah bisa mengurus di sini." ucap Pak Yuda.
Darel menatap wajah papah dan Mamah nya.
"Aku tidak akan pulang sebelum mereka semua mendapat kan hukuman yang pantas pah." ucap Darel.
"Istri kamu di rumah pasti menunggu." ucap Pak Yuda.
"Tasya pasti mengerti keadaan ku Pah." ucap Darel.
Dua hari kemudian Darel dengan papah nya sedang menghadiri sidang di kepolisian. Setelah mereka mendapatkan hukuman Darel dan Pak Yuda sangat senang.
Selesai dari sana mereka langsung pergi meninggalkan tempat itu. keluarga Tania hanya bisa menangis menghadapi masalah nya.
"Ayo makan dulu." ucap Bu Tima melihat anak dan Suami nya pulang. "Mamah masak ini semua?" tanya Darel. Bu Tima mengangguk.
"Maafin mamah yah selama ini jarang Masak untuk kamu sama papah." ucap Bu Tima. Darel dan Pak Ahmad duduk.
"Oh iya nak kapan kamu akan pulang ke Jakarta?" tanya Bu Tima.
"Dua hari lagi mah." ucap Darel.
"Apa Mamah dengan papah boleh ikut? Mamah juga ingin minta maaf, mamah rindu kepada cucu mamah. Terutama yang selama ini Mamah benci padahal tidak ada salah yaitu Radit." ucap Bu Tima.
Darel tersenyum sambil mengangguk.
Di rumah Tasya baru saja menemani Raya belajar. "Mamah kapan sih Papah pulang? Aku sangat merindukan dia." ucap Raya.
"Yang Sabar yah nak nanti juga pasti pulang." ucap Tasya.
Setelah selesai dia pun ke kamar. "Kak Darel kenapa belum menghubungi aku yah? apa dia tidak ingin pulang?" ucap Tasya.
tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar.
"Masuk." ucap Tasya.
"Nak ayo kita ke tempat keluarga ayah jalan-jalan." ucap pak Ahmad. Tasya Menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak ingin kemana-mana ayah." ucap Tasya.
Ayah nya pergi. "Sebenarnya aku ingin pergi berjiarah namun aku sudah janji untuk pergi dengan kak Darel, tapi sampai sekarang aku tidak tau kapan dia akan pulang." ucap Tasya.
Keesokan harinya...
"Ibu Ayah mau kemana?" tanya Tasya.
"Oh iya ibu lupa bilang kalau hari ini Ibu dan Ayah mau pergi pesta penting undangan pernikahan salah satu teman ayah. Anak-anak gak ibu bawa." ucap Bu Mita.
"Oohh oke Bu, hati-hati yah." ucap Tasya. mereka pun pergi tinggal hanya Tasya, Radit di sana.
"Mbak aku berangkat dulu yah." ucap Riski.
"Iyah dek hati-hati yah." ucap Tasya. "Iyah Mbak." ucap Riski.
Namun tiba-tiba dia terdiam menoleh ke arah pintu.
"Ada apa? Kenapa kamu malah diam?" tanya Tasya.
"Papah." ucap Stevan berlari meninggalkan mainan nya.
Tasya langsung melihat ke arah Stevan berlari memeluk Papah nya yang berdiri di depan pintu. Tasya terdiam melihat suaminya dan juga kedua mertua nya di belakang.
Tasya melihat wajah suaminya dia tidak bisa menahan air mata nya. Dia berusaha untuk bersabar tidak berfikir yang tidak-tidak selama ini akhirnya tidak sia-sia.
"Sini..." ucap Darel pada Tasya. Tasya mendekati suami nya dia menyalim Darel. Darel tersenyum dia menghapus air mata Tasya.
"Aku sangat merindukan kakak." ucap Tasya. Darel tersenyum.
Mereka langsung berpelukan. Darel juga menangis akhirnya drama yang sakit berakhir setelah pertemuan mereka lagi.
Tasya melihat kedua mertua nya di belakang. Dia langsung menyalim.
Mereka meminta maaf pada Tasya. Dengan sangat senang hati Tasya memaafkan mereka.
Untuk kali ini Bu Tima dengan pak Yuda mau mengendong Radit dan juga Stevan.
__ADS_1
Tasya duduk di samping Darel sangat senang sekali.
Riski juga menyalim Tangan mereka, dia bolos tidak jadi ke kampus menghargai mertua mbak nya itu.
Tidak beberapa lama akhirnya ibu dan ayah nya Tasya pulang. Mereka berbicara cukup panjang untuk mengakui kesalahannya dan setelah itu mereka terlihat sangat akrab sekali.
"Kakak mau kemana?" tanya Tasya melihat Darel mengambil kunci mobil. Darel melihat ke arah Tasya.
"Mau menjemput Raya sekolah." ucap Darel.
"Oohhh." ucap Tasya. Darel paham kekhawatiran istri nya.
Darel mendekati Tasya.
"Kamu tidak perlu khawatir, kakak tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi." ucap Darel.
Tasya tersenyum mereka berpelukan dengan sangat nyaman akhirnya Tasya juga ikut menjemput Raya. Bukan hanya dia, Tapi ada Radit dan juga Stevan.
Mereka seperti pengantin muda namun sudah mempunyai anak tiga.
besok mereka berencana untuk berjiarah namun Radit tidak bisa ikut akhirnya di tinggal Sama suster.
Untuk pertama kalinya mereka rame-rame dengan keluarga yang lengkap untuk pergi jiarah. Sungguh sangat bahagia Tasya tidak bisa berhenti bersyukur sekali.
Setelah dari sana mereka juga jalan-jalan ke taman.
"Kamu tidak salah memilih Tasya nak, dia sungguh wanita yang hebat." ucap pak Yuda yang duduk di kursi dengan Darel.
Darel tersenyum. Hari ini Omah dan Opah juga datang karena membuat syukuran akikah Radit.
Mereka semua berkumpul sangat bahagia mengambil foto bersama yang sangat ramai sekali.
"Kak lihat deh di sini aku kelihatan gemuk sekali." ucap Tasya membawa foto keluarga ke kamar.
"Kamu selalu saja berbicara seperti itu, kamu cantik walaupun sedikit berisi, kakak sangat suka." ucap Darel. Tasya tersipu malu.
"Sekarang aku sudah resmi keluar dari universitas kak, aku mau fokus mengurus rumah tangga ku." ucap Tasya.
Darel tersenyum dia memeluk Tasya.
"Terimakasih yah semua atas pengorbanan, kesabaran kamu. kakak juga minta Maaf Atas semua nya." ucap Darel.
Tasya tersenyum dia mengangguk. Darel mencium bibir Tasya dengan romantis.
Tidak terasa sudah sangat malam.
"Mbak Tasya mau kemana?" tanya Riski melihat Tasya sudah cantik.
"Kata kak Darel ada acara penting, itu sebabnya mbak dandan, kamu jaga Keponakan kamu dulu yah." ucap Tasya.
"Tenang saja Nak, ada Mamah dengan papah." ucap Bu Tima yang sedang mengendong radit. Tasya tersenyum.
Tasya pun berangkat ke alamat yang di berikan oleh suami nya. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana.
Tasya kaget ternyata acara bukan acara ramai namun hanya untuk mereka berdua saja. Di tengah-tengah Cafe yang di dekorasi dengan sangat bagus dan romantis ada Darel yang memegang buket bunga yang sangat besar.
Tasya sangat terharu.
"Selalu lah di samping kakak, Jangan pernah meninggalkan kakak. Jadilah teman menua saya. Tempat saya berkeluh kesah, tempat saya istirahat, jadi penyemangat saya." ucap Darel.
Tasya tersenyum namun sambil menangis Bahagia.
"Aku mau hidup semati dengan kakak." ucap Tasya Mengambil bunga itu. Tasya langsung di berikan Kalung berlian yang ada di Bunga itu.
Mereka berpelukan.
"Hore!!!!!"" Suara petasan yang membuat meriah terdengar dan semua keluarga nya keluar. ternyata mereka merencanakan ini semua sama-sama.
Tasya sangat senang dia memeluk suaminya saling bertatapan. Mereka menempelkan dahi masing-masing sambil tersenyum.
Dan akhirnya Kisah Tasya yang selalu sulit, banyak cobaan berakhir dengan bahagia.
..**TAMAT**..
__ADS_1