Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 98


__ADS_3

"Ini untuk kamu!" ucap Darel memberikan Paper bag di atas meja tepat di depan Tasya.


"Apa ini kak?" tanya Tasya.


Darel duduk di meja rias tepat di depan Tasya.


"Buka saja dulu!" ucap Darel. Tasya pun membuka nya.


Tasya langsung membuka nya dengan penuh penasaran. Setelah membuka nya dia langsung tersenyum.


"Mukenah?" ucap Tasya pada Darel, Darel mengangguk.


"Mukenah yang kamu pakai adalah milik almarhum kakak kamu, kamu pasti kurang nyaman, ini untuk kamu." ucap Darel.


Tasya tersenyum.


"Ini sungguh untuk aku?" tanya Tasya. Darel mengangguk lagi.


"Cantik banget." ucap Tasya dia mengeluarkan semua nya, ternyata lengkap dengan Alquran, tasbih.


"Sini!" ucap Darel mengambil mukenah itu dan memasang kan nya ke pada Tasya.


"Kenapa kakak menatap ku seperti itu? Apa aku tidak cocok memakai mukenah mahal seperti ini?" tanya Tasya karena Darel menatap nya sangat lama.


"Kamu sangat Cocok dan juga sangat cantik." ucap Darel. Tasya tersipu malu.


Dia berdiri memasang rok nya dan berjalan ke arah cermin lemari.


"Cantik banget!" ucap Tasya sangat senang bergaya di depan cermin namun tidak sengaja dia terinjak rok mukenah yang menyapu lantai. Dia hampir saja jatuh untung saja Darel dengan cepat menangkap nya.


Tasya sudah sangat pasrah jatuh ke karpet dan untung saja Darel menangkap badan nya.


"Lain kali hati-hati!" ucap Darel, Tasya bangun.


"Makasih kak." ucap Tasya. Darel mengangguk dia duduk di pinggir kasur.


Dia menarik Pinggang Tasya duduk di paha nya.


"Kakak mau ngapain?" tanya Tasya kaget.


tangan Darel membenarkan mukena Tasya.


"Besok kamu ambil Cuti yah, kakak mau ngajak kamu jalan-jalan." ucap Darel.


Tasya menatap mata Darel.


"Humm aku minta maaf kak, tapi aku tidak mungkin mengambil Cuti di bulan pertama aku, apa lagi anak-anak sedang ada ujian." ucap Tasya.


Darel menghela nafas panjang. Dia memeluk pinggang Tasya yang ramping.


"Humm bagaimana kalau besok malam kita Makan malam saja." ucap Tasya.


Darel hanya diam saja sambil menyenderkan kepalanya ke bahu Tasya.

__ADS_1


Tasya mengangkat dagu Darel.


"Aku bukan nya tidak mau kak, hanya saja kakak tau sendiri peraturan di kampus aku tidak bisa sesuka hati ku." ucap Tasya.


Darel memegang tangan Tasya yang memegang pipi nya.


"Humm Baiklah kakak paham," ucap Darel.


"Tapi tumben-tumbenan kakak ngajak mendadak seperti ini, ada apa?" tanya Tasya.


Darel menggeleng kan kepala nya.


"Apa salah nya jika aku membawa istri ku jalan-jalan?"


"Kak Darel jangan lupa dengan kesepakatan kita beberapa hari yang lalu yah!" ucap Tasya


"Kamu yakin kita cukup dengan menjalin hubungan kakak adik? Apa kamu belum merasakan hal yang lain?" tanya Darel.


"Maksud kakak?" tanya Tasya.


"Humm seperti nya istri ku benar-benar wanita yang tidak peka. Aku pikir kamu mencium kakak di depan teman-teman kakak dan tidak mengijinkan aku dekat dengan wanita lain sudah membuktikan kalau perasaan itu ada!" ucap Darel.


Tasya mau berbicara namun langsung di suruh diam oleh Darel.


"Kamu tidak perlu menjelas kan apa-apa, suami mu ini adalah pria yang sangat perduli dan Paham apa kemauan orang yang dia cintai nya." ucap Darel.


Tasya mau berbicara lagi namun di suruh diam.


"Kenapa kamu mencium kakak?" tanya Darel. Tasya seketika langsung gugup.


"Aaa aku harus jawab apa sekarang? Tidak mungkin aku bilang aku mulai menyukai kak Darel, ini sungguh memalukan." batin Tasya.


"Kamu tidak perlu menjawab kakak sudah tau kok." ucap Darel. dia mengelus pipi Tasya.


jari nya sekarang sudah ada di dagu Tasya. Dan dia mendekati wajah Tasya. Tasya semakin gugup namun entah mengapa dia tidak mau menolak sentuhan atau pendekatan dari Suami nya.


Darel mencium bibir Tasya dengan singkat. Seketika dia tersenyum melihat wajah Tasya yang kaget.


"Kenapa kamu tidak mendorong kakak? Apa kamu benar-benar sudah mencintai kakak?" tanya Darel.


Tasya mau mendorong namun tangan nya langsung di tahan oleh Darel.


Dia mencium kening Tasya.


"Sudah lama kakak menginginkan ini, kakak harap kamu jangan menolak lagi." ucap Darel.


Tasya langsung paham kata-kata Darel.


"Sebagai suami aku harus menafkahi kamu lahir Dan batin, sudah saatnya aku melakukan tugas ku." ucap Darel dengan nafas yang sudah sangat berat.


"Jangan Kak, aku mohon jangan, aku belum siap." ucap Tasya.


Darel tersenyum.

__ADS_1


"Sekarang kamu jujur apa yang kamu rasakan pada suami mu ini?" tanya Darel.


Tasya diam. Namun Darel menggerakkan tangan nya mau menarik mukenah Tasya.


"Ba..baik Kak aku jujur. Jangan lakukan hal yang aneh-aneh pada ku." ucap Tasya.


"Katakan!" ucap Darel.


Tasya menatap mata Darel.


"Aku mencium kakak waktu itu karena aku tidak Akan mengijinkan wanita lain mencium kakak, dan sekarang aku sadar kalau aku mulai menyukai kakak." ucap Tasya langsung menutup wajahnya dengan telapak tangan.


Darel mendengar kata-kata Tasya seketika membuat nya sangat senang.


Dia menarik tangan Tasya.


"Jangan kak, aku malu." ucap Tasya.


"Kalau kamu benar-benar menyukai kakak lihat wajah kakak." ucap Darel. Tasya perlahan membuka telapak tangan nya.


Namun Darel mencium bibir Tasya. Tasya tidak merasakan kaget malah hati nya merasa senang. Namun karena masih kaku Darel menggigit bibir Tasya agar di buka.


Tasya perlahan mulai membalas nya. Saat Tasya membalas ciuman Darel. Darel tersenyum tipis.


Tasya melingkar kan tangan nya di leher Suami nya.


Tidak beberapa lama nafas kedua nya mulai habis sehingga melepaskan bibir masingmasing.


Darel tersenyum melihat wajah malu-malu Tasya. Dia berbaring di samping Tasya.


"Bibir kamu sangat lembut." ucap Darel. Tasya dengan genit nya dia meletakkan tangan nya di dada bidang suami nya sambil menatap wajah suaminya.


"Aku suka mulut pria yang tidak bau asap rokok." ucap Tasya. Darel seketika terdiam.


"Kakak hanya merokok beberapa batang saja tadi habis mandi." ucap Darel.


"Aku tidak suka." ucap Tasya dengan nada menuntut.


"Humm baiklah, kalau mau mencium kamu kakak akan gosok gigi!" ucap Darel.


"Bukan itu yang aku mau, aku mau kakak berhenti merokok." ucap Tasya. Darel tersenyum.


Darel mengelus kepala Tasya yang Masih memakai mukenah dia tersenyum sambil mengangguk.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2