
"Kenalin ini sekretaris saya nama nya Dila."
Wanita muda cantik berbadan tinggi pakaian rapi, dia tersenyum pada Darel.
"Kenalin nama saya Darel, saya sudah bekerja sama dengan bos kamu sangat lama." ucap Darel sambil tersenyum.
"Senang bisa bertemu dengan Bapak, ternyata Bapak jauh lebih Tampan dari pada yang di foto." ucap Dila.
Tasya yang mendengar itu seketika memutar bola matanya apalagi dia sangat kesal melihat cara Dila menatap suaminya.
"Humm kalau boleh tau Perempuan muda ini siapa?" tanya Pak Bayu menunjuk ke arah Tasya yang berdiri di samping Darel.
Darel menoleh ke arah Tasya.
"Kenalin Pak saya Adik ipar Kak Darel. Kebetulan saya di sini ada urusan penting dengan kak Darel."
"Oohh kamu adik perempuan Amel? Pantesan saja ada mirip-mirip nya." ucap pak Bayu. Tasya hanya tersenyum saja.
"Dulu sewaktu almarhum hidup kami tidak jarang mengadakan acara pertemuan bersama." Tasya membalas nya dengan senyuman saja.
"Oh iya kamu sekalian saja ikut dengan kita makan siang." ajak Pak Bayu. Tasya hanya mengangguk.
Mereka pun berangkat. Diam-diam Darel memegang tangan Tasya berjalan di belakang pak Bayu dan sekretaris nya.
Setelah sampai di restoran semua nya sudah terlebih dulu di ubah yang tadi nya khusus untuk pasangan namun sekarang layak nya seperti makan biasa.
"Huff ada baik nya juga Pak Bayu datang aku tidak harus memaksakan mengisi perut ku yang sudah sangat kenyang." batin Tasya.
"Oh iya sekarang kamu masih sendiri? apa sudah punya pasangan lagi?" tanya pak Bayu pada Darel.
Darel hanya tersenyum.
"Kalau tidak salah saya pernah mendengar rumor bapak dekat dengan mantan kekasih bapak yang model itu, bagaimana sekarang?" tanya Dila.
"Aku hanya urusan pertemanan saja, orang-orang terlalu berlebihan." ucap Darel, Dila mengangguk paham.
"Bagaimana kalau kalian berdua tukaran nomor telepon, seperti nya kalian cocok sama-sama lagi single."
Dila langsung tersenyum malu sementara Darel hanya tersenyum menghargai mereka padahal dalam Hati nya sudah sangat takut di amuk istri nya.
"Ayo tukaran!"
Dila langsung memberikan nomor nya pada Darel. begitu juga dengan Darel sebaliknya.
"Aku ke toilet dulu yah kak." Tasya permisi langsung pergi.
Tasya di toilet setelah keluar dari kamar mandi mencuci tangan nya di wastafel.
"Lihat aja kakak di rumah yah, berani-beraninya menukar nomor dengan wanita itu." ucap Tasya sangat kesal.
"Kalau begitu kami kembali ke penginapan dulu, kita lanjut pembicaraan kita besok senang bisa bertemu lagi dan bisa makan siang bersama."
Darel mengangguk sambil bersalaman.
"Sampai jumpa besok."
"Lain kali ikut lah dengan kakak ipar mu berkunjung ke perusahaan Saya." ucap Pak Bayu pada Tasya.
__ADS_1
"Baik pak saya akan meluangkan waktu." ucap Tasya.
"Sampai jumpa besok yah. Salam juga untuk anak-anak kamu." ucap Dila pada Darel.
Darel pun mengangguk sambil tersenyum.
Setelah mereka pergi Darel dengan cepat menahan tangan Tasya yang hendak pergi. Namun Tasya langsung menepis nya.
"Jangan sentuh aku."
"Jangan marah dong,"
"Siapa yang marah?"
"Kamu!"
"Enggak! Aku gak marah."
"Terus kenapa kamu mau pergi begitu saja?"
"Ini sudah jam dua siang aku mau istirahat."
"Aku akan nganterin kamu." ucap Darel.
"Gak perlu, kakak kembali saja ke kantor aku bisa pulang sendiri." ucap Tasya menepis tangan Darel.
"Kamu harus pulang sama kakak," ucap Darel menarik tangan Tasya ke dalam mobil baru nya.
"Gak mau! Kakak keluar dari mobil ku!"
"Kamu lihat baik-baik!" ucap Darel mengambil handphone nya memblokir nomor Dila dan menghapus nya.
"Puas kan? Jangan marah lagi."
"Percuma saja kalau kakak menghapus nya kalau besok ketemu lagi." ucap Tasya dengan tatapan kesal.
"Aku harus menghargai Pak Bayu, kalau bukan karena Pak Bayu aku tidak akan bertemu dengan nya." ucap Darel.
Tasya menghela nafas panjang.
"Aku tidak suka cara dia menatap kakak." ucap Tasya.
Darel menatap wajah Tasya dia memegang wajah nya.
"Kakak atau pun kamu tidak bisa melarang siapapun suka sama Kakak, tapi mereka tidak akan bisa masuk ke hati kakak karena hati ini sudah milik perempuan yang tukang ngambek yaitu kamu!" ucap Darel mencubit pipi Tasya.
"Tapi aku gak suka kak. Aku cemburu."
"Kalau cemburu itu artinya kamu sayang sama kakak."
"Aku sedang serius jangan bercanda."
"Kamu harus istirahat kakak anterin pulang." ucap Darel mencium kening Tasya. Namun Darel melihat ke arah belakang mobil.
"Kamu dapat hadiah banyak hari ini."
Tasya menoleh ke belakang.
__ADS_1
"Dari anak-anak." ucap Tasya singkat.
"Oohhh." Darel pun meninggalkan Restoran. Selama perjalanan Tasya hanya diam saja sementara Darel sudah membawa nya berbicara.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai.
"Kakak tidak turun yah, kakak langsung ke tempat meeting."
Tasya hanya mengangguk dengan wajah badmood.
Darel mengelus kepala Tasya mencium kening nya.
"Anak-anak masih lama pulang nya, kamu bisa istirahat dengan tenang." ucap Darel.
Tasya tetap diam dia meninggal Darel tampa mengatakan apapun.
"Tasya!" panggil Darel membuka kaca mobil melihat istrinya masuk. Darel memanggil Tasya dia pun berbalik.
"Apa lagi?" tanya Tasya.
"I love you!" Tasya terdiam.
"Humm."
"Jawab dong! kalau kamu tidak jawab kakak tidak Akan pergi."
"I love you kak Darel yang Tampan." ucap Tasya. Darel tersenyum karena Tasya menyindir nya dengan kata-kata Dila tadi mengatakan nya Tampan.
Darel pun pergi Tasya melihat suaminya sudah pergi dia pun masuk.
"Humm dasar yah kalau perempuan emang ribet, bisa-bisa nya hanya halangan saja bersangkutan ke mood nya." batin Darel.
Tasya masuk ke rumah. Rumah benar-benar sangat sepi.
"Huff kapan yah mereka pulang rumah benar-benar sangat sepi." ucap Tasya sambil berbaring di sofa.
"Halo Ki kamu di mana? Bagaimana dengan Raya sama Stevan?"
"Mereka sangat asik main mbak, mereka seperti nya tidak akan pulang dengan cepat." ucap Riski.
"Huff baiklah jangan terlalu larut."
panggilan pun terputus.
Tasya membalas pesan dari Bela teman nya mereka sudah lama tidak berhubungan karena Bela sangat sibuk dengan kesibukan nya sendiri.
Bela meminta Tasya untuk kembali ke Bandung namun Tasya beralasan pekerjaan nya dan minta Bela yang datang ke Pekanbaru.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1