Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 52


__ADS_3

"Maafkan saya Pak." ucap Bibi.


Darel dengan terburu-buru masuk ke kamar mandi.


"Oh iya tolong urus Raya dan Stevan, seperti nya saya tidak sempat, berikan apa saja yang mereka mau kalau menangis." ucap Darel sebelum masuk ke kamar mandi.


"Loh kan sudah ada non Tasya Pak, mereka tidak serewel kemarin." ucap Bibi, Darel mendengar itu seketika baru ingat Tasya sudah datang dia pikir itu adalah mimpi.


Dia terdiam namun langsung sadar harus segera berangkat ke kantor.


"Baiklah kalau begitu Bibi bisa keluar." ucap Darel.


Bibi menghela nafas panjang. Dia tidak keluar melainkan merapikan tempat tidur terlebih dahulu membersihkan kamar.


Tidak beberapa lama Darel keluar.


"Nak Papah berangkat yah. Kamu sama adik baik-baik di rumah." ucap Darel keluar dengan tergesa-gesa.


"Papah gak sarapan dulu?" tanya Raya.


"Papah sudah telat nak." ucap Darel. Namun saat melewati ruang tamu Darel melihat Tasya yang sedang duduk di ruang tamu.


Langkah nya yang tadi tergesa-gesa sekarang terhenti melihat Tasya. Begitu juga dengan Tasya menatap Darel.


"Humm.. Kakak titip anak-anak yah." ucap Darel sedikit gugup.


Tasya berdiri sambil mengangguk.


"Kalau begitu kakak langsung pergi yah, maaf tidak bisa di rumah padahal kamu baru datang." ucap Darel.


"Gak apa-apa kok kak." ucap Tasya. Darel mengangguk dia langsung pergi.


"Kakak gak Makan dulu?" tanya Tasya namun sudah keburu Darel pergi.


"Akhir-akhir ini Pak Darel memang sangat sibuk dengan pekerjaan nya Non karena ke Bandung Kemarin." ucap Bibi.


Tasya diam.


"Oh iya Non tadi baru saja Bu Adel nelpon mereka sedang dalam perjalanan ke sini." ucap Bibi.


"Ooohh baiklah." ucap Tasya.


"Lihat anak-anak sebentar yah Sus, aku mandi dulu sudah sangat gerah." ucap Tasya. suster tersenyum.


"Baik Non." ucap suster.


"Mandi yang wangi yah Mamah, biar papah makin sayang." ucap raya. mereka semua tersenyum.


Tidak beberapa lama akhirnya Orang tua Tasya sudah datang. Tasya menyambut nya.

__ADS_1


"Akhirnya kamu pulang juga? Kenapa gak Betah lagi di sana? Atau uang kamu sudah habis?" ucap ibu nya langsung. Tasya terdiam namun Ayah nya mencoba menenangkan ibu nya.


"Ibu! Kita baru saja sampai ke sini kamu sudah langsung ngomong seperti itu!" ucap Ayah nya.


"Kalau Adel di sini dia pasti sudah mempersilahkan Orang tua nya masuk bukan hanya diam saja berdiri di depan pintu." ucap ibu nya lagi.


Tasya langsung bergeser ke samping.


"Duduk dulu Bu, Ayah." ucap Tasya langsung mereka langsung masuk saja.


Raya dan Stevan langsung memeluk Nenek dan Kakek nya.


Tasya duduk ikut bareng mereka namun dia di abaikan.


Hati nya begitu sakit, namun tidak ada yang bisa di lakukan oleh nya.


"Silahkan Ibu, Bapak!" ucap Bibi yang meletakkan Teh di atas Meja.


"Aduhhh BI repot-repot. Coba saja kalau Masih ada Adel dia pasti sudah sangat senang kedatangan Ibu dan Ayah nya dia pasti menyambut dengan hangat bukan hanya duduk tenang dan diam memasang wajah datar." ucap ibu nya lagi.


Bibi hanya diam sambil tersenyum sementara Tasya tetap diam mendengarkan Ibu nya. Dia mengingat waktu terakhir kali bertemu ibu nya sebelum berangkat ke Bandung.


Dia menawarkan kan teh namun tidak mau malah di Tolak di bahkan tampa di tanya Tasya Membuat nya namun tidak di minum.


Itu sebab nya dia hanya diam saja.


"Mamah? Kamu manggil dia mamah?" tanya Nenek.


Raya mengangguk.


"Panggil Tante gak boleh mamah, Mamah kamu hanya Mamah yang melahirkan kamu." ucap Nenek.


"Kan sekarang Mamah Tasya sudah jadi istri Papah. Dia juga Mamah Raya sama Stevan Nek." ucap Raya.


"Nenek gak suka dengar nya," ucap nenek dengan wajah sedikit kesal.


"Aku mau manggil Mamah." ucap Raya bersikukuh dan berlari pada Tasya.


"Kamu kenapa mengajari mereka memanggil mamah? jangan harap kamu bisa mengambil alih kedudukan Kakak kamu yah, kamu pasti berfikir bisa menguasai semua nya." ucap Ibu nya.


"Aku tidak berfikir seperti itu Bu, kalau mereka juga gak manggil seperti itu tidak masalah." ucap Tasya.


"Jangan sok drama deh kamu, ibu sudah tau akal-akalan kamu." ucap Ibu nya.


Tasya diam karena di depan anak-anak dia tidak mungkin ribut-ribut.


"Ya udah Bu aku yang salah, aku minta maaf." ucap Tasya.


"Nenek! Jangan marah-marah sama Mamah." ucap Raya.

__ADS_1


"Otak mereka pasti sudah kamu racuni dengan akal jahat Kamu." ucap ibu nya lagi.


Hati Tasya yang sudah sangat sakit tidak bisa menahan nya lagi dia meninggal kan Ruang tamu naik ke atas.


sesampainya di atas dia langsung menangis.


"Aku tidak tau salah ku di mana, kenapa Ibu tidak pernah bersikap baik dan berfikir positif pada ku. Hikss...hiks ..." dia menangis.


Tasya memilih di kamar saja dari pada keluar. Di siang hari Darel baru saja selesai bekerja.


"Ajeng! Tolong bawa ini keperusahaan yah, saya mau pulang ke rumah." ucap Darel pada sekertaris wanita nya.


Ajeng mengambil map dari Darel.


"Baik Pak." ucap Ajeng. Darel langsung pergi.


"Tumben-tumbenan sekali Pak Darel Selesai meeting langsung pulang?" batin Ajeng.


"Ah sudahlah bukan urusan ku, mengurus pekerjaan saja membuat kepala ku pusing apalagi memikirkan Pak bos." ucap Ajeng..


Ajeng adalah sekretaris Darel. Wanita yang baik, periang dan juga pintar. Darel sangat suka pada nya karena bisa di andalkan.


Dia berpacaran dengan salah satu Staf di kantor namun bawahan nya. Darel salut pada nya karena di jabatan nya yang tinggi sebagai tangan kanan Masih mau pacaran sama bawahan nya.


Darel Menuju jalan pulang ke rumah nya.


"Sebenernya dia di tempat meeting kefikiran Tasya dia tidak sabar menyelesaikan kerajaan nya agar cepat pulang setelah meeting selesai dia tergesa-gesa mau pulang.


Setelah sampai di rumah dia kaget melihat mobil Mertua nya.


"Ya Allah kenapa Ibu sama Bapak datang?" batin nya khawatir dia langsung memikirkan Tasya, dia langsung masuk.


"Assalamualaikum!" sapa Darel.


"Walaikumsalam. Nak Darel! Kamu sudah pulang cepat sekali." ucap Ibu Adel.


"Iyah Bu. Ibu sama bapak datang kenapa tidak mengabari ku kalau aku tau aku tidak Akan berangkat ke kantor." Basa-basi Darel sementara mata nya mencari di Mana Tasya.


Kasih saran dong readers ku yang baik hati, Siapa tau ada yang salah Atau tidak sesuai.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2