
"Mamah pasti datang kok." ucap Tasya. Raya tersenyum.
Setelah sampai di rumah Tasya meminta Raya untuk mandi dulu baru main-main, sementara Tasya bermain dengan Stevan.
"Assalamualaikum." Bu Mita baru saja pulang.
"Loh ibu tumben banget pulang cepat." ucap Tasya.
"Oh iya yah, ibu lupa Bilang sama kamu, kalau hari ini adalah hari terakhir ibu bekerja. Ibu mau fokus mengurus Cucu Ibu sama putri kesayangan ibu." ucap Bu Mita mencium kening Tasya.
Tasya terlihat sangat senang dia langsung memeluk ibunya.
"Makasih yah Bu, aku sangat sayang ibu." ucap Tasya.
"Ibu juga sangat sayang kalian semua. Ini saatnya ibu membalas semua nya yang sudah ibu sia-siakan dulu." ucap Bu Mita.
Tasya tidak bisa menutupi rasa senang dan juga sedih nya sambil menangis memeluk ibunya.
"Jangan Nangis lagi. Sekarang sudah ada Ibu untuk kamu di sini, jangan sedih-sedih lagi, jangan murung terus." ucap Bu Mita menghapus air mata Tasya.
Tasya tersenyum. "Kenapa aku selalu tidak bisa mempertahankan kebahagiaan ku begitu lama Bu? Apa yang aku lakukan sehingga aku seperti ini?" tanya Tasya.
"Kamu tidak salah sayang, hanya kita butuh waktu yang tepat sayang. Kamu gak boleh berbicara seperti itu." ucap Bu Mita.
Dia memeluk Tasya dengan Erat di pelukan nya.
"Aku tidak bisa Bu, aku sangat tidak kuat jika harus serba salah seperti ini." ucap Tasya. Ibu nya langsung paham dengan apa yang di katakan putri nya.
Dia sudah merasa kalau Tasya sangat kehilangan sosok Candra yang selalu ada untuk nya di masa-masa terpuruk nya.
"Keputusan yang kamu ambil sudah benar sayang. Lebih baik kamu memutuskan untuk sendiri dari pada harus membuat semua nya berantakan, lihat anak-anak kamu dan fokus pada mereka." ucap Bu Tima.
Tidak akan ada satu pun orang yang akan paham sekali pada diri nya sendiri. Dia hanya bisa pasrah dan menangisi keadaan nya yang sekarang.
"Ya udah kamu istirahat siang sana, biar Ibu yang lihatin Raya dan Stevan." ucap Bu Mita.
__ADS_1
Tasya mengangguk dia pun langsung ke kamar nya. Sebelum masuk ke dalam kamar dia melihat ibu nya sedang menemani anak nya main.
"Maafin aku yah Bu, aku malah menyusahkan Ibu di masa tua ibu." ucap Tasya. Dia sebenarnya tidak tega namun mau bagaimana lagi di posisi dia yang sedang hamil Membuat nya sedikit kesulitan jika harus memerhatikan kedua anak nya itu.
Dia sadar kalau kedua anak nya itu kekurangan kasih sayang dari seorang mamah dan papah, namun tidak ada pilihan lain mereka harus melalui hal seperti itu di masa kecil nya.
Tasya sangat paham di posisi mereka seperti apa, karena dia juga merasakan itu di masa kecil nya.
Dia masuk ke dalam kamar menukar baju nya dan berbaring. Dia membuka galeri suami dan anak-anak nya saat mereka sedang bersama.
Tasya menghela nafas panjang dia perlahan mulai menghapus satu persatu foto suami nya dari galeri nya.
"Bukan aku tidak tidak mencintai kakak, hanya saja aku tidak ingin melihat ini membuat aku sedih. Aku harap kakak di sana juga bahagia." ucap Tasya.
Dia pun merasa puas setelah menghapus foto suami nya walaupun sedikit sakit.
Tasya melihat pakaian anak nya di sudut kamar itu.
"Semoga saja suatu saat nanti Kakak datang melihat anak kakak sudah lahir. Aku ingin sekali kakak yang menggendong anak kita pertama kali nya saat dia lahir ke dunia ini." ucap Tasya.
Dia mengelus perut nya yang sudah mulai nendang-nendang. "anak mamah yang tenang yah." ucap Tasya sambil Terus mengelus perut nya.
Di tempat lain Candra sedang berdiri sendiri di jembatan besar sambil melihat ke arah sungai yang mengalir sangat deras.
Sekarang dia berada di Bangkok. Dia ingin jauh dari Tasya melepaskan semua beban fikiran nya. Sakit di hati nya tak kunjung hilang. Dia belum bisa menerima kalau seseorang yang dia taksir belum bisa menerima dia.
"Aaaaaa!!!!" dia berteriak sangat keras.
Setelah itu dia menunduk kan kepala nya. Dia terlihat sangat prustasi. semakin dia berusaha melupakan Tasya namun dia semakin tersiksa.
Tidak ada bedanya dengan Darel.
"Sayang ayo keluar dulu, Keluarga Mamah kamu datang." ucap Tania pada Darel yang sedang fokus dengan laptop nya.
"Sayang Dengar gak sih aku ngomong? ayo buruan keluar, kasihan mereka sudah menunggu kamu dari tadi." ucap Tania.
__ADS_1
"Kamu gak lihat aku sedang apa? Keluar sana!" ucap Darel membentak Tania. Tania langsung terdiam karena Darel berbicara Cukup kuat.
"Aku minta maaf kalau mengganggu kamu." ucap Tania.
"Jangan hanya minta maaf, keluar dan jangan kembali lagi ke sini, saya tidak mau melihat wajah kamu." ucap Darel.
"Kamu tega banget sih Darel. Aku sudah setia menunggu kamu, selalu ada dia ini untuk kamu, namun kenapa kamu sangat jahat sekali." ucap Tania.
"Aku tidak meminta apapun sama kamu. Aku hanya butuh kamu meninggalkan ku, jangan pernah berharap untuk menikah dengan ku seperti yang mamah katakan." ucap Darel.
"Kamu tega banget Darel. Semenjak kenal wanita itu kamu sudah banyak berubah, pantesan saja Tante memisahkan kalian berdua, dia berpengaruh buruk pada kamu." ucap Tania.
"Kamu tidak tau apa-apa! Lebih baik kamu diam. Karena bagi ku yang terbaik adalah istri ku." ucap Darel.
"Humm percuma saja. Karena sebentar lagi kamu akan milik ku." ucap Tania mengelus pipi Darel. Darel menepis nya namun Tania tidak berhenti mengganggu nya, akhirnya Darel muak dia keluar sendiri.
Tania tersenyum manis.
"Aku tidak akan membiarkan kamu kembali pada wanita itu atau pun mengingat nya lagi." ucap Tania dia langsung tertawa dan keluar dari kamar itu.
Darel kaget karena di sana bukan hanya Keluarga dari Mamah nya. Ternyata ada keluarga papah nya, ada keluarga nya Tania.
Darel di sambut dengan senyuman oleh mereka semua.
"Ada apa ini? Kenapa Rame-rame?" tanya Darel.
"Kami semua berkumpul mau membicarakan soal pernikahan kamu dengan Tania."
Darel menatap Tania, papah dan mamah nya..."Apa-apaan ini? Istri saya masih ada, dia sedang mengandung anak saya." ucap Darel marah.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***