
"Selamat pagi sayang." ucap Tasya mengendong Stevan.
"Telpon Papah Tante." ucap Raya. Tasya mengangguk dia mengambil handphone nya ke Dalam.
Dia mengambil nomor Darel dari handphone Raya. Cukup Lama menelpon namun tidak di jawab.
Di tempat lain Darel yang ketiduran di kamar anak-anak terbangun handphone yang di saku celana nya berbunyi.
Darel melihat nomor baru yang menelpon nya.
Darel bangun dari tidur Nya melihat nomor baru itu.
"Halo selamat pagi," ucap Darel dengan suara serak.
"Ini aku Tasya kak," ucap Tasya. Darel seketika langsung sadar seutuhnya.
"Raya mau ngomong sama Kakak." ucap Tasya. Dia langsung memberikan nya pada Raya.
"Papah!" panggil Raya.
"Iyahh Sayang. kapan sampai nya di Bogor?" tanya Darel.
"Tadi malam Pah. Aku sangat Rindu Papah." ucap Raya.
"Baru juga satu hari. Lagian di sana ramai kan." ucap Darel.
"Kapan papah ke sini?" tanya Raya.
"Nanti yah kalau papah sudah tidak sibuk lagi. Adik mana?" tanya Darel.
"Dia Sama Tante Tasya, dia tidak memberikan Tante Tasya bermain dengan ku." ucap Raya.
"Papah sudah Bilang gak boleh iri seperti itu." ucap Darel.
"Iyah Pah." ucap Raya.
"Raya sedang apa? Sudah makan belum?" tanya Darel.
"Sudah Pah, Omah Masak yang sangat enak," ucap Raya.
"Kalau papah lagi apa? Apa papah sudah sarapan?" Tanya Raya.
"Papah baru saja bangun, papah pulang terlambat tadi Malam. Papah Akan memasak dulu yah." ucap Darel.
"Baik Pah, apa papah mau ngomong sama Tante Tasya?" tanya Raya. Darel mengangguk. Raya memberikan nya pada Tasya.
Tasya sebenarnya tidak mau, namun karena ada Opah dan Omah nya dia pun menerima nya dia permisi ke depan sebentar.
"Anak-anak aman kok di sini, kalau begitu telpon nya udahan dulu yah." ucap Tasya. Darel yang tadi nya mau ngomong tidak jadi.
"Baiklah! Maaf kakak sudah merepotkan kamu." ucap Darel.
"Tidak perlu merasa Bersalah seperti itu, aku melakukan ini demi Kak Amel." ucap Tasya langsung mematikan sambungan telepon.
Darel menghela nafas berat.
"Huff seperti nya dia benar-benar kesal pada ku." batin Darel.
Dua hari kemudian Laura sedang asyik bermain dengan Raya dan Stevan di Ruang tamu, tiba-tiba ada Tamu yang datang.
"Assalamualaikum!" salam tamu.
__ADS_1
"Walaikumsalam." jawab Omah.
"Eh Nak Alex, sudah Sampai saja, ayo silahkan duduk." ucap Omah. Tasya melihat Alex dia langsung tersenyum.
"Kalian main dulu yah, Tante ke sana dulu." ucap Tasya.
"Maaf yah baru bisa datang sekarang." ucap Alex. Tasya tersenyum.
"Gak apa-apa kok. Bagaimana kabar kakak?" Tanya Tasya.
"Alhamdulillah baik, kamu sendiri bagaimana? kamu makin cantik aja." ucap Alex.
Laura seketika malu.
"Baik juga kok kak." ucap Tasya.
"Bubu... bubu.." ucap Stevan berlari ke Tasya.
"Kenapa sayang?" tanya Laura. sambil memangku Stevan.
"Ini Siapa?" tanya Alex.
"Ini Stevan Anak nya kak Amel dan itu anak sulung nya." ucap Tasya.
"Wahh ganteng banget sih, kenalin om Nama nya Alex." ucap Alex.
"Om bawa banyak jajanan, dan juga buah nih di makan." ucap Alex.
"Kalian lanjut bicara yah, omah mau masak dulu untuk makan siang." ucap omah.
Mereka duduk di sofa bersama.
"Kenalin ini namanya Om Alex." ucap Tasya.
Raya menyalim tangan Alex.
"Om, Om tau gak tempat bermain untuk anak-anak di sini? Raya Bosan di rumah saja, aku mau jalan-jalan." ucap raya.
Tasya tersenyum.
"Sangat banyak, emang Tante gak ngajak?" tanya Alex.
Raya menggeleng kan kepala nya.
"Bukan aku tidak mau kak, aku hanya takut membawa mereka ke sembarang tempat Tampa ada yang bantuin ngawasin." ucap Tasya.
"Oohhh kalau begitu kalau ada libur Besok, Om bakalan Ke sini lagi." ucap Alex.
"Serius om? Yeiiiiiik." sorak Raya.
Tasya hanya tersenyum saja.
"Ya udah Raya sama Stevan lanjut main yah." ucap Tasya.
"Maaf yah kak mereka memang lagi aktif-aktif nya." ucap Tasya.
"Gak apa-apa kok, nama nya juga anak kecil." ucap Alex.
"Oh iya sesuai janji Kakak akan merayakan kelulusan kamu Minggu ini di Cafe teman Kakak, kawan-kawan kamu banyak juga yang datang hampir semua. Kakak harap kamu datang karena ini khusus untuk kamu." ucap Alex.
"Iyah kak, aku mau kok, lagian aku sudah Rindu kumpul-kumpul lagi." ucap Tasya.
__ADS_1
Alex tersenyum.
"Aku dengar kamu bakalan melamar dosen di Pekanbaru yah?" tanya Alex. Tasya mengangguk.
"Namanya seperti nya proses nya masih lama Kak, aku harus mengurus banyak Surat dari sini." ucap Tasya.
"Itu hal wajar, kalau kamu butuh sesuatu bantuan, Bilang sama Kakak yah." ucap Alex. Tasya mengangguk.
"Kamu bantuin Omah saja kasihan dia, kakak mau ***** mereka main." ucap Alex.
"Gak apa-apa nih kak?" tanya Tasya, Alex mengangguk.
"Omah sini biar aku bantu." ucap Tasya.
"Humm gak usah Tasya, omah takut tangan kamu terluka." ucap Omah.
"Jangan terlalu memanjakan ku mah, karena omah tidak mengijinkan aku Masak Sama sekali aku tidak bisa masak untuk anak-anak dan kak Darel." ucap Tasya.
"Cukup kamu fokus pada anak-anak kamu saja, urus mereka dengan baik, masalah di dapur ada pembantu ada tukang masak." ucap Omah.
Tasya mendengar itu sangat lah terharu, omah nya seperti Ibu kandung nya sendiri.
"Tapi aku sudah banyak belajar kok omah, Sekarang aku bisa bantuin Omah." ucap Tasya.
"Ya sudah tapi hati-hati yah." ucap Omah. Tasya mengangguk.
Tidak beberapa lama masakan selesai.
"Anak-anak! Ayo Makan Siang yok." ajak Tasya.
Dia melihat mereka sangat asik bermain dengan Alex.
"Kak Alex kita makan dulu yok." ajak Tasya, Alex mengangguk.
"Opah mana Omah?" tanya Tasya.
"Opah sedang pergi keluar. Dia Akan makan siang di luar." ucap Omah.
Mereka pun makan bersama. Karena hari sudah sore Alex pamit pulang.
"Om! Om jangan lupa untuk datang Besok yah." ucap raya.
Alex mengangguk dia menggendong Raya.
"Om gak pernah bohong kok. tunggu saja." ucap Alex, Raya tersenyum.
"Ya udah om pulang yah, byeee." ucap Alex. dia pun pergi.
"Hummm kalau aku besar aku ingin mempunyai pacar seperti om Alex, dia pasti sangat sayang pada pacar nya." ucap Raya.
Mendengar itu Tasya tersenyum.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1