Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 239


__ADS_3

Tasya menatap Darel.


"Kakak Akan mengantarkan anak-anak ke Dubai? Memisahkan mereka dari aku?" tanya Tasya. Darel mengangguk. "Kita bisa datang ke sana untuk melihat nya." ucap Darel menenangkan Tasya yang sudah Menghela nafas panjang.


Tasya mengawas kan tangan Darel dari tangan nya.


"Aku butuh waktu untuk berfikir kak." ucap Tasya, dia meninggal Darel di kamar dan masuk ke dalam kamar Raya dan Stevan.


"Mamah kenapa sedih?" tanya Raya.


"Humm Mamah gak sedih kok. Mamah cuman teringat Ibu Mamah saja." ucap Tasya.


Raya dan Stevan langsung memeluk nya. "Jangan sedih mah karena ada aku sama adek yang nemenin Mamah dia sini." ucap Raya.


Semalaman Tasya tidur di kamar Anak-anak nya, dia bangun dan melihat anak nya Masih tidur. Dia mencium kening Raya dan Stevan.


"Mungkin ini adalah jalan nya, ini juga yang terbaik untuk mereka berdua. Maafin aku mbak. Aku tidak bisa mempertahankan anak-anak dengan ku. Nenek mereka juga lebih sayang sama mereka." ucap Tasya.


Dia akhirnya ikhlas dan menurunkan koper besar.


"Sayang apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Darel yang baru saja masuk ke dalam kamar.


Tasya menoleh ke arah Darel. "Aku akan menyusun baju anak-anak, jadi hari ini Kalian bisa berangkat." ucap Tasya.


"Kenapa begitu cepat? Apa kamu tidak ingin bersama mereka dua atau empat hari?" tanya Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Semakin lama aku Akan semakin sulit Kak, aku tau mereka akan lebih baik di sana dari pada di sini. mereka bisa mendapatkan lingkungan yang baru di Sana." ucap Tasya.


Darel merasa iba melihat istrinya yang berusaha menahan Tangis. Darel memeluk nya.


"Jangan sedih. Kakak juga jadi ikut sedih." ucap Darel. Tasya memeluk suaminya.


"Aku mohon jangan tinggalkan mereka di sana sebelum mereka bisa akrab dengan tempat itu kak, jangan biarkan mereka sedih karena mengingat aku atau pun mbak Amel." ucap Tasya.


Darel mengangguk. Tasya mulai merapikan pakaian anak-anak nya di dalam koper yang begitu besar itu.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga.


"Baju Kami kok di masukkan ke koper Mah, emang nya kita mau kemana?" tanya Raya.

__ADS_1


Tasya duduk di samping Raya.


"Kamu sama papah dan juga Stevan akan jalan-jalan ke rumah Nenek di Dubai, kamu juga mau sekolah di sana kan?" ucap Tasya.


"Hore ke rumah Nenek." ucap Tasya sangat senang.


"Aku Akan sekolah di sana mah?"


"Iyah. Di sana pasti banyak teman yang sangat baik, nanti kalau Raya sekolah di sana harus baik-baik yah, raya harus mendapatkan nilai yang bagus." ucap Tasya.


"Iyah mah, aku janji." ucap Raya.


Stevan pun ikut bangun. Tasya melihat wajah polos Stevan yang selalu manja pada nya dia sangat tidak tega.


"Siapa besok yang akan mengurus mereka di sana. Aku sangat khawatir." batin Tasya.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka semua selesai bersiap-siap. "Mamah kok gak Tukar pakaian? Mamah gak ikut?" tanya Raya.


"Yang bantu jagain Kalian sementara suster yah, nanti kalau urusan Mamah di sini sudah selesai mamah akan datang." ucap Tasya.


Raya sama sekali tidak keberatan. Sepanjang perjalanan ke Bandara Tasya bersandar di bahu Suami nya yang duduk di belakang sementara di depan Suster memangku raya dan dan di belakang Stevan di pangkuan Oleh Darel.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Kami berangkat yah." ucap Darel. Tasya mengangguk. Stevan yang sama sekali tidak mengerti apa-apa hanya bisa diam di gendongan Darel.


Tasya mencium dan memeluk Stevan, Raya juga ikut.


"Mamah jangan sedih, nanti mamah cepat nyusul yah." ucap Raya, Tasya Mengangguk.


Tasya menoleh ke arah Darel. Darel tersenyum menguatkan istri nya. Walaupun sebenarnya hati nya sangat sedih melihat istri dan anak-anaknya berpisah.


Tasya menyalim tangan Darel.


"Sus tolong jaga baik-baik anak-anak di sana yah, saya percaya pada suster." ucap Tasya.


"Baik Non." ucap suster.


"Anak papah, jagain Mamah di sini yah, nanti papah akan Cepat pulang." ucap Darel mencium perut Tasya.

__ADS_1


"Nanti kalau Dedek nya sudah lahir bawa ke Dubai yah Mah." ucap Raya, Tasya mengangguk.


Stevan di gendong oleh Darel. Mereka berjalan masuk namun tiba-tiba Stevan menangis karena Tasya tidak ikut ke dalam.


"Mamah... Mamah..." Stevan berteriak sebisanya dan berontak namun Darel membawa nya dengan cepat. Mendengar teriakan Stevan, Tasya dan juga Darel meneteskan air mata nya.


Darel melihat istrinya melambaikan tangan nya dan pergi.


Tasya terduduk Lemas. Dia melihat topi Raya dan Stevan yang ketinggalan di atas kursi.


"Hati Mamah sangat sedih Nak, maafin Mamah." ucap Tasya dia menangis sambil Membuat topi itu di wajah nya.


Namun tiba-tiba dia mendengar suara tangisan Stevan. Dia melihat namun tidak ada. dia mungkin hanya kefikiran saja dia mau beranjak mau pergi namun melihat Stevan berlari keluar mengejar mamah nya.


Tasya langsung menangkap dan memeluk nya. Darel terlihat sangat lelah wajah nya sudah merah. Tasya menatap suaminya Seperti memohonkan namun tidak ada yang bisa di ubah lagi.


Darel memeluk Tasya yang mengendong Stevan.


"Mamah Sayang sama Stevan, tapi Stevan harus ikut papah ke Dubai yah, nanti mamah nyusul." ucap Tasya.


Tidak beberapa lama Stevan tertidur di pelukan Tasya. Sudah waktunya berangkat. Darel mengambil Stevan dari gendongan Istri nya.


Namun Stevan menggenggam Erat baju mamah nya. Namun karena dia tidur sangat pulas akhirnya bisa di bawa masuk ke dalam.


Tasya tidak melihat mereka lagi dia langsung keluar. Dia masuk ke dalam mobil. Dan Menuju ke makan mbak nya, Sampai di sana kaki nya begitu terkulai lemas dia duduk di tanah sambil menangis meminta maaf pada mbak nya.


Dia sudah begitu mencintai Keponakan yang menjadi anak nya itu sehingga sangat pilu rasa nya ketika berpisah.


"Kenapa aku harus kehilangan orang yang aku sayangi? Kenapa?" ucap nya berteriak seakan tidak terima dengan takdir nya.


"Mbak Amel pergi, ibu pergi, sekarang Raya dan Stevan pergi. Tinggal hanya aku sendiri." ucap Tasya, namun tiba-tiba Ibu nya datang. Buk Mita mengelus punggung Tasya dan memeluk nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2