Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 230


__ADS_3

Tasya menangis di pelukan suaminya.


"Kenapa aku terlahir di Dunia ini kalau aku harus menjalani hidup yang sepahit ini, aku tidak berhenti menerima cacian makian dari ibu ku, namun sekarang saat dia sakit aku di hadap kan oleh kenyataan kalau aku adalah anak orang lain." ucap Tasya.


"Tasya! Ibu mempunyai alasan untuk meninggalkan kamu." ucap Buk Mita.


"Karena permintaan Buk Adel kan? Aku sudah tau semua nya buk, aku lahir sebagai anak haram yang tidak mempunyai identitas dan di campak kan begitu Saja oleh kalian." ucap Tasya.


"Bukan seperti itu nak, dulu ibu berfikir kalau Adel akan merawat kamu, ternyata tidak." ucap Buk Mita.


Tasya sudah hilang respek dia tidak lagi mendengar kan penjelasan mereka, meninggalkan rumah itu begitu saja, Darel berlari mengikuti Tasya ke dalam mobil.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.


"Tasya! Tasya dengerin kakak dulu. Kamu tidak boleh emosi seperti ini." ucap Darel mengejar istri nya ke atas.


"Aku ingin sendiri kak, aku mohon biarkan aku sendiri, aku capek, aku pusing." ucap Tasya. "Kakak tau ini pasti sangat berat untuk kamu, tapi kamu harus mendengarkan penjelasan mereka terlebih dahulu." ucap Darel.


"Apa lagi yang harus aku dengar kak? Aku sudah tau semua nya." ucap Tasya. Darel Menghela nafas panjang.


"Baiklah kalau begitu, tapi jangan melakukan hal yang membuat kamu rugi, itu yang kakak minta." ucap Darel.


Tasya menghela nafas panjang dia menatap wajah suaminya.


"Baiklah aku tidak akan melakukan hal yang macem-macem, aku hanya ingin menenangkan diri." ucap Tasya.


Darel membawa Tasya ke kamar.


"Kamu istirahat lah." ucap Darel membantu Tiara berbaring di kasur. Sementara dia langsung pergi mandi agar bisa sedikit segar.


Di kamar mandi dia berdiri di depan cermin setelah selesai mandi.


"Dalam situasi seperti ini bagaimana bisa aku memberi tahu Tasya kalau Mamah ingin mengambil Raya dan Stevan di bawa ke Dubai." batin Darel.


"Huff ini sangat kacau," ucap nya dia keluar melihat Tasya sudah tidur menyamping. Dia ingin menemani istrinya. Namun setelah naik ke kasur ternyata Tasya tidak tidur melainkan menangis.


"Sudah sayang jangan menangis lagi. nanti kamu bisa sakit." ucap Darel. "Kenapa mereka sangat jahat pada ku kak? Apa salah ku?" ucap Tasya.


"Kamu tidak salah Sayang, ini hanya kesalahan di masa lalu, kita bisa memperbaiki nya lagi." ucap Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya. Aku rasa tidak akan bisa kak. Aku sudah sangat kecewa pada ayah dengan buk Tima." ucap Tasya.


"Tasya dengerin kakak yah, kamu adalah wanita yang kuat dan sabar dan kakak percaya itu. Kamu sedang tidak bisa berfikir positif, kamu lagi syok. Nanti kalau sudah tenang kita Akan mendapatkan jalan keluar nya." ucap Darel.

__ADS_1


Darel memeluk Tasya.


"Jangan menangis lagi." ucap Darel.


Di tempat lain Buk Tima tidak berhenti khawatir kalau Tasya membenci nya, dia sangat takut.


Namun pak Ahmad berusaha untuk menenangkan dia.


Dua hari kemudian... Tasya sudah mau keluar dari kamar nya. Ayu bahkan datang ke rumah karena sudah dua hari Dosen nya itu tidak datang.


"Mamah jangan sedih lagu yah." ucap raya memegang tangan Tasya, Tasya tersenyum.


"Enggak kok, mamah gak sedih sayang." ucap Tasya.


Raya dan Stevan memeluk Mamah nya. Kebetulan juga Darel pulang dia tersenyum di sambut oleh Tasya dengan senyuman yang sangat manis.


"Kamu sudah baikan sekarang kan?" tanya Darel. Tasya mengangguk sambil tersenyum.


Darel memeluk istrinya.


"Aku sudah putus kan, hari ini ingin mengunjungi Ibu ke rumah sakit kak." ucap Tasya.


Darel tersenyum.


"Kita jalan-jalan Pah?" tanya Raya, Darel mengangguk.


"Hore!!! Aku sama Stevan sudah bosan di rumah saja." ucap Raya. Tasya akhirnya mau mereka pun segera siap-siap.


"Kamu harus banyak olahraga biar gak lemas terus, sudah beberapa hari kamu di rumah tidak ada olahraga, aku yakin dengan olahraga bisa menenangkan Fikiran." ucap Darel.


"Hum. tapi aku belum bisa kuat banget." ucap Tasya. Darel mengelus kepala Tasya. Dia memasang kan sepatu Tasya, tidak lupa juga dengan anak-anak nya.


"Sudah siap Pah, ayo berangkat." ajak Raya. Ternyata bukan hanya mereka saja, suster dan Bibik juga ikut.


Mereka berangkat ke tempat tujuan menggunakan mobil. Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Wahh indah banget, ramai lagi." ucap Tasya.


"Kamu Suka?" tanya Darel. Tasya mengangguk.


"Bagaimana anak-anak suka gak?" tanya Darel.

__ADS_1


"Suka banget Pah, tapi aku mau beli Eskrim dulu." ucap Raya.


"Jangan beli eskrim sebelum olahraga, ayo olahraga dulu." ajak Darel.


Mereka pun menikmati pemandangan yang cukup indah di lapangan itu, sangat ramai juga yang lari-lari di sana.


"Loh bukannya itu Tiwi?" ucap Tasya.


"Kamu ngomong aoa sayang?" tanya Darel tidak mendengar karena sambil lari-lari.


"Itu loh Tiwi sama pak Candra." ucap Tasya.


"Wahh kelihatan nya mereka sudah dekat." ucap Darel. Tasya tersenyum. "Bagus deh kalau mereka sudah dekat." ucap Tasya.


"Ya udah yok kita lanjut lari lagi." ajak Darel.


Mereka pun lari-lari, namun tidak sengaja berselisih dengan Pak Candra dan Tiwi.


"Tasya, kamu juga di sini?" ucap pak Candra.


Tasya berhenti dia tersenyum.


"Sudah dua hari kamu tidak datang, semua orang mengkhawatirkan kamu, kamu sakit yah?" tanya Candra.


"Iyah pak, dua hari ini saya sakit. Sekarang sudah lebih baik. Ke sini karena menemani mereka." ucap Tasya menunjuk suami dan anak-anak nya.


Pak Candra tersenyum ke arah Darel, namun Darel hanya tersenyum tipis saja.


"Kebetulan banget yah kita ketemu di sini." ucap Tasya. Dia melirik ke arah Tiwi namun Tiwi hanya diam saja.


"Pah aku sudah haus, ayo beli eskrim." ajak Raya, namun Tiwi langsung mengajak mereka.


"Bapak sengaja yah barengan sama Tiwi ke sini?" tanya Tasya. Candra langsung menggeleng kan kepala.


"Tadi nya saya sama keponakan saya, eh dia nya pergi dan tidak sengaja juga bertemu dengan Tiwi dan dosen yang lain nya sekalian deh lari sama-sama." ucap Candra.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2