
"Kalau seperti ini terus, Darel harus tegas dan bisa memilih antara kamu atau mamah nya. Kalau dia tidak mau tegas, ayah yang akan berbicara dan meminta dia untuk meninggalkan putri Ayah." ucap pak Ahmad.
"Jangan gegabah Ayah." ucap Tasya.
"Ayah tidak menerima kalau Putri ayah di perlakukan seperti itu. bagaimanapun ayah tidak menerima orang lain menghina keluarga kita." ucap Pak Ahmad.
Tasya dan Ibu nya hanya diam saja.
"Besok Riski sudah pulang. Kalau dia mendengar kabar ini dia pasti akan sangat marah sekali." ucap pak Ahmad.
"Aku mohon jangan beritahu Riski Ayah, Ibu. Sekarang kak Darel di sini, aku tidak ingin dia berbicara kasar pada kak Darel." ucap Tasya.
"Dia adalah Adik kamu, dia harus tau." ucap pak Ahmad.
"Aku mohon Ayah." ucap Tasya.
"Tapi kalau seperti ini terus, mereka akan menganggap kita remeh. Kalau Ayah yang bertemu dengan mereka langsung urusan nya akan semakin payah." ucap pak Ahmad.
Tasya diam. "Yang ayah kamu bilang benar nak, justru Kalau Riski tau dia akan berbicara dengan Darel." ucap Bu Mita.
Riski Adalah orang yang sangat emosian Bu. Aku takut nanti dia semakin marah pada kak Darel." ucap Tasya.
"Kalau itu yang membuat Darel sadar, biarkan saja. Ayah dan ibu Sudah menasehati suami kamu, namun tetap Saja kelihatan dia tidak bisa mengambil keputusan." ucap pak Ahmad.
"Sudah lah jangan membahas itu lagi. Raya dan Stevan sudah mau datang ayo Makan semua nya." ucap Bu Mita.
Mereka pun makan sama-sama. Kalau ada waktu luang seperti ini Tasya menyuapi anak-anak nya bertanya pada Raya apa sekolah nya menarik atau ada masalah.
Agar mereka tidak merasa di abaikan oleh nya. Setelah selesai makan bermain sebentar setelah itu Tasya mengantarkan mereka untuk tidur.
Mereka belum tidur namun Tasya harus kembali ke kamar takut Radit terbangun. Setelah masuk ke dalam kamar dia tersenyum melihat Radit tidur dengan nyenyak sekali. Bahkan gaya tidur nya sama seperti papah nya.
Tasya membersihkan diri dan menukar pakaian nya. Biasanya dia tidak sempat untuk melakukan itu karena Radit sangat cengeng tidak bisa di tinggal sama sekali.
Setelah selesai dia berbaring di kasur. Tidak beberapa lama akhirnya dia juga ikut tidur.
Malam yang panjang. Mereka bertiga tidur dengan nyenyak sekali. Darel dan Tasya sama sekali tidak keganggu oleh Radit. Mungkin Tasya terbangun karena Radit mau minum saja setelah itu dia kembali tidur.
Di pagi hari yang cerah. Darel bangun pagi-pagi karena merasa perut nya sakit. Dia beranjak dari kasur ke kamar mandi.
__ADS_1
Setelah keluar dari kamar mandi dia melihat istrinya juga bangun. "Kenapa kamu bangun? Kamu pasti sangat lelah begadang menjaga Radit tadi malam. Maafin kakak tidak bisa bangun karena sangat ngantuk." ucap Darel.
"Aku gak bergadang kok kak," ucap Tasya.
"Loh bukannya Radit rewel tiap malam?" tanya Darel.
"Seperti nya tadi malam dia nyenyak Kak. Tuh paling bentar lagi juga bangun." ucap Tasya.
"Kalau begitu kamu istirahat lah, kakak tidak kemana-mana pagi ini." ucap Darel.
"Tadi malam kakak tidak makan karena ketiduran, aku akan menyiapkan sarapan." ucap Tasya langsung keluar.
Darel mau menahan istri nya namun Tasya sudah keburu Keluar. Radit bangun juga dia tidak bisa meninggal kan nya, akhirnya dia memilih untuk menemani Radit.
Tidak beberapa lama Tasya kembali membawa roti bakar, Susu dan roti yang ada di Meja.
"Aku hanya bisa membuat ini pagi ini." ucap Tasya.
"terimakasih. Ini sudah bisa membuat perut kenyang." ucap Darel dia pun langsung makan.
"Pantesan saja perut ku sangat sakit ternyata kelaparan." ucap Darel.
"Hari ini Kakak akan menemui Mamah dan juga Tania." ucap Darel.
Tasya mengangguk. "Nanti kalau kakak tidak pulang cepat kamu jangan khawatir yah. Kakak Akan mengabari kamu " ucap Darel.
"Kenapa seperti itu? Apa kakak tidak pulang ke sini lagi!" tanya Tasya. "Bukan seperti itu. Kakak tau situasi nya tidak menyakinkan kakak pulang ke sini." ucap Darel.
"Kakak harus pulang. Kakak harus pulang demi Radit." ucap Tasya. Darel terdiam sejenak.
"Baiklah kalau begitu. Kamu jangan khawatir." ucap Darel. Tasya mengangguk.
Setelah selesai sarapan dia mandi dan siap-siap untuk menemui mamah nya.
Dia sudah tau kalau mamah nya pasti di Rumah lama mereka.
"Kakak berangkat yah." ucap Darel menyalim tangan istrinya dan langsung pergi.
"Loh pagi-pagi suami kamu mau kemana Tasya?" tanya Bu Mita masuk ke kamar.
__ADS_1
"Menemui mamah Sam Tania Bu." ucap Tasya.
"Apa dia sudah sarapan? semalaman dia tidak makan." ucap Bu Mita.
"Sudah kok Bu, aku membuat kan roti bakar tadi." ucap Tasya.
Bu Mita melihat Piring yang ada di atas meja. "Sebenarnya ibu mau nanya sama kamu. Kamu mau mempertahankan hubungan kalian ini, atau tidak?" tanya Bu Mita.
"Kenapa Ibu tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Tasya.
"Ibu hanya ingin tau saja, agar ibu tau mengambil keputusan seperti apa." ucap Bu Mita.
"Tidak perlu khawatir nak, jawab dengan jujur saja Saja." ucap Bu Mita.
"Aku masih mencintai kak Darel Bu, aku ingin selalu bersama nya, apapun cobaan nya kami harus bersama karena kami saling mencintai." ucap Tasya.
Bu Mita tersenyum. "Kalau begitu kamu harus menyakinkan suami kamu kalau kamu benar-benar mempertahankan hubungan kalian ini, jangan membuat nya ragu." ucap Bu Mita.
Tasya mengangguk. Tasya selalu saja merasa tenang ketika curhat pada Ibu nya.
"Ya udah kalau setelah ini ada masalah lagi, ibu harap kamu Sabar, kamu harus ada di pihak suami kamu, membela nya selalu menyemangatinya." ucap Bu Mita.
Tasya tersenyum.
"Pasti Bu." ucap Tasya.
"Bagus lah nak, kalau begitu Ibu dengan Ayah siap-siap mau mengantarkan kan Raya dulu yah, tadi Ibu Sudah bilang sama Bibik untuk mengantar kan makanan Sama kamu." ucap Bu Mita.
Tasya mengangguk. Setelah Ibu nya pergi Tasya bangun Memeriksa ponsel nya.
"Alhamdulilah ya Allah di posisi yang sekarang ini engkau memberikan ibu yang sangat baik kepada ku, Ayah yang sangat perduli." ucap Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***