
"Alhamdulillah kalau buk Adel sudah mau berbicara, ini adalah kabar baik untuk Tasya. Dia tidak sabar sampai di rumah.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. ,
"Papah pulang." Raya langsung memeluk Darel.
"Papah bawa makanan untuk kamu sama Stevan, bawa Sama Bibik gih, Papah mau ngomong sama Mamah dulu." ucap Darel.
"Mamah di kamar Pah, dari tadi mamah tidur mulu." ucap Raya. "Mungkin mamah nya kecapean." ucap Darel dia pun langsung ke kamar. "Sayang, kakak pulang." ucap Darel.
mencium kening Tasya yang berbaring di kasur. Tasya melihat Darel dia pun duduk menyalim tangan suami nya.
"Kakak ada kabar bahagia untuk kamu." ucap Darel.
"Kabar bahagia apa kak?" tanya Tasya.
"Duduk sini dulu deh." ajak Darel menyuruh Tasya agar duduk di dekat nya.
Tasya duduk di samping Darel. "Kakak tadi mendapatkan kabar dari dokter kalau Ibu sudah mau berbicara." ucap Darel. Tasya terdiam. Darel yang terlalu bersemangat memberitahu pada istri nya kaget dengan ekspresi Tasya yang biasa saja.
"Kamu kenapa? Kamu kok kelihatan gak senang?" tanya Darel, Tasya tersenyum.
"Aku merasa kurang enak badan lagi deh kak, aku tidur lagi yah." ucap Tasya. Darel melihat istrinya berbaring lagi, dia hanya diam melihat istrinya yang dingin.
"Ya udah Kalau kurang enak badan istirahat aja yah." ucap Darel mengelus kepala Tasya mencium nya dan setelah itu dia mandi.
Tidak terasa Darel sudah selesai mandi dia melihat Tasya sudah tidur. Darel tidak ingin mengganggu nya akhirnya dia membiarkan Tasya untuk tidur.
Raya, Stevan sini!" ajak Darel memanggil mereka untuk duduk bersama nya. "Kenapa Pah?" tanya Raya.
"Nenek mau nelpon sama kalian." ucap Darel, dia pun menelpon Mamah nya. Darel membiarkan mereka berbicara dia ke dapur untuk membuat Susu untuk istri nya.
"Sayang bangun dulu, minum susu." ucap Darel.
Tasya masih tidak sadar.
"Sayang bangun." ucap Darel menggoyang kan badan Tasya.
"Jangan ganggu aku dulu kak, aku sangat pusing, aku tidak ingin ngapa-ngapain."
__ADS_1
"Bangun dulu sayang, kalau sakit kita ke rumah sakit saja." ucap Darel, Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak mau kak, Jangan ganggu aku." ucap Tasya dengan kesal.
"Baiklah." Darel pun meninggalkan susu di atas meja dia pun keluar. Sudah malam waktu nya untuk tidur, Darel sudah mengantarkan anaknya untuk tidur setelah selesai makan.
Darel masuk melihat istrinya tetap tidur. Dia semakin khawatir. "Tasya kalau sakit kita periksa ke dokter, jangan tidur saja, bahkan kamu tidak makan sama sekali." ucap Darel.
"Jangan hiraukan aku kak, aku baik-baik saja." ucap Tasya.
"Apa yang terjadi tadi? kenapa tiba-tiba kamu jadi diam?" tanya Darel. Tasya diam.
"Kamu sama sekali tidak makan, bagaimana kalau kamu kenapa-napa nanti." ucap Darel.
"Aku baik-baik saja kak, aku tidak mau di ganggu, jangan ganggu aku." ucap Tasya meninggalkan suara nya menatap Darel. Darel seketika terdiam dia kaget dengan sifat Tasya.
Tasya kembali tidur dan membelakangi Darel. Darel pun diam sambil memerhatikan punggung Tasya. Di Balik itu Tasya menangis namun berusaha menyembunyikan nya dari Darel.
Keesokan harinya Darel bangun, kali ini dia harus mengambil pakaian sendiri, dia tidak mau mengganggu istri nya yang terlihat belum baikan.
Tasya tidak ke kampus hari ini dia turun dari atas dan melihat Darel dan anak-anak masih sarapan di Meja makan.
"Mamah sarapan juga, biar cepat sembuh." ucap Raya.
"Hummm kakak berangkat kerja yah, kamu istirahat lebih banyak." ucap Darel dia langsung pergi. Tasya melihat makanan Darel yang belum habis.
"Ayo lanjut sarapan nya," ucap Tasya pada anak-anak mereka mengangguk.
Setelah selesai sarapan Tasya siap-siap. Hari ini dia mau ke rumah Ibu nya.
Dia sama sekali tidak ada pamit pada Darel.
Di kantor Gerwyn meminta orang kepercayaan nya mencari tau apa yang terjadi pada istri nya semalam. Namun melihat aktifitas yang di lakukan Tasya sama seperti biasa.
Namun yang menarik perhatian Darel Adalah buk Mita yang selalu sering menemui Tasya.
Namun dia tidak mau berfikir yang aneh-aneh pada buk Mita.
Tasya duduk di pinggir kasur sambil melihat ke sekeliling kamar itu. "Aku harus memastikan kalau dugaan ku salah, aku tidak mungkin dari istri Ayah yang lain." batin Tasya. Dia membongkar semua lemari baju, dia tidak menemukan apapun namun dia menemukan satu foto yang seperti nya sudah sangat lama.
__ADS_1
Dua wanita muda memakai seragam SMA di foto itu. Mereka terlihat sangat akrab.
"Loh ini kan Foto Ibu, dia sama siapa yah, kok wajah nya tidak asing." batin Tasya.
Dia berusaha mengingat wajah itu, namun dia masih lupa.
Di tempat lain buk Mita duduk di depan kampus seperti biasa menunggu Tasya kelar Kerja.
"Permisi buk, ibu nungguin siapa yah? Dari tadi saya perhatikan duduk di sini." tanya Tiwi.
"Saya menunggu Tasya, dia belum keluar yah? Biasa nya dia sudah keluar jam segini." ucap Buk Mita.
"Saya tidak melihat nya hari ini Buk, lebih baik Ibu pulang saja di sini sudah mulai panas." ucap Tiwi.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi." ucap buk Mita.
"Iyah betul ini sangat Mirip dengan Buk Mita, tapi kenapa mereka akrab seperti ini? Perasaan Buk Mita tidak pernah dekat dengan ibu sebelum nya." ucap Tasya.
Tasya melihat-lihat lagi ternyata masih banyak Foto mereka bersama, memang sedikit buram sehingga Tasya berfikir itu hanya mirip sekilas saja.
Tasya menemukan foto yang ada nama nya." Mita dan Adel" sangat jelas tertulis di foto itu.
"Ya ampun jangan-jangan ini adalah sungguhan buk Mita, apa hubungan dia dengan ibu?" batin Tasya.
Semua bukti yang dia lihat semakin membuat nya pusing karena tidak ada kejelasan sama sekali.
"Buk Mita sendiri yang bilang kalau dia tidak banyak tau tentang keluarga Ayah nya, bahkan bertemu dengan ibu nya dia sangat jarang. Karena itu Tasya semakin bingung.
Dia pun mengambil semua foto itu dengan kamera ponsel nya.
"Aku tidak boleh menyerah aku harus mencari tahu aku anak siapa, semoga saja semua kecurigaan ku salah." batin Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***