
Darel pun meminta mereka menyelidiki lebih lanjut. Tidak beberapa beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.
"Papah, mamah." ucap Raya dan Stevan berlari memeluk mereka.
Namun Tasya langsung berjalan meninggalkan mereka.
"Mamah kenapa Pah?" tanya Raya.
"Mamah jangan di ganggu dulu yah, dia sangat kecapean jagain nenek di rumah sakit." ucap Darel.
"Bagaimana keadaan nenek Pah?"
"Nenek sudah sadar, tapi mungkin masih lama Pulang ke sini, Raya sama Stevan rajin Berdoa untuk kesehatan Nenek yah." ucap Darel.
Raya dan Stevan hanya bisa mengangguk. "Main nya sama papah aja yah, jangan di ganggu Mamah nya dulu." ucap Darel mengajak anak-anak nya ke ruang tamu.
Darel yang mengurus anak-anak nya mulai dari makan, mandi dan tidur. Tidak beberapa lama Darel meminta anak asuhnya tidur.
"Papah aku mau sekolah, aku mau belajar dari sekolah." ucap Raya. Darel tersenyum dia mengelus rambut Raya.
"Nanti kalau Nenek sudah pulang dari rumah sakit Papah akan daftarin kamu sekolah, sekarang kalian berdua harus tidur yah." ucap Darel.
"Mamah mana Pah? Tadi ada di sini kenapa tidak ada lagi?" tanya Raya. "Mungkin ada di luar, Bobo yah." ucap Darel membujuk anak nya.
"Papah cerita dongeng dong biar kami cepat tidur." ucap Raya. Darel menuruti permintaan Raya dan segera membaca cerita untuk Raya dan Stevan.
Cukup lama Darel membaca cerita itu sampai habis. Setelah melihat Raya tidur dia beranjak dari kasur menyelimuti mereka dengan benar dan setelah itu mencari keberadaan Tasya.
"Sus lihat Istri istri saya kemana?" tanya Darel pada suster yang kebetulan sedang merapikan mainan anak-anak.
"Seperti nya ibu tadi ke kamar Buk Amel Pak." ucap Suster. Darel langsung ke sana.
Dan ternyata benar Tasya ada di sana.
"Hiks.. hiks.. Mbak Amel aku sangat rindu mbak, aku tidak tau harus berbuat apa sekarang aku tidak tau harus mengadu sama siapa." ucap Tasya sambil menangis memeluk foto Amel.
"Tasya! Kenapa Nangis?" tanya Darel duduk di samping Tasya. "Kenapa mbak Amel yang harus pergi duluan kak? Kenapa tidak aku saja. Ibu sangat membutuhkan mbak Amel dia tidak membutuhkan aku, begitu juga dengan kakak dan anak-anak." ucap Tasya.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Jangan berbicara yang tidak-tidak semua sudah ada yang ngatur kita hanya bisa menjalani nya saja." ucap Darel.
__ADS_1
"Aku tidak ada gunanya di Dunia ini, untuk apa aku masih ada di sini?" ucap Tasya menangis, Darel langsung memeluk Tasya.
"Jangan berbicara seperti itu sayang, semua saya kamu, aku butuh kamu, Raya dan Stevan butuh kamu." ucap Darel."
Tasya menangis di pelukan Darel.
Cukup lama Tasya berusaha untuk tenang dengan melihat semua kenangan yang di tinggal kan oleh Amel di kamar itu, dia melihat foto Pernikahan Amel dengan Darel.
"Sangat cantik yah, terlihat sangat bahagia dan anggota keluarga sangat lengkap." ucap Tasya. Darel mengangguk sambil tersenyum walaupun dia tau kalau sebenarnya Tasya juga ingin foto keluarga di hari pernikahan seperti itu.
"Ya udah kita istirahat yah, kasihan kamu dari tadi tidak ada istirahat, aku khawatir sama kesehatan kamu." ucap Darel pada Tasya.
"Aku boleh tidur di sini gak malam ini kak? Aku mau sendiri aku mau menenangkan diri."
"kamu janji gak macem-macem kan? Kalau kamu melakukan hal yang lain kakak tidak akan mengijinkan.,x ucap Darel. Tasya tersenyum.
"Aku hanya ingin sendiri kak." ucap Tasya.
"Ya sudah kalau begitu istirahat lah, kakak akan keluar kasihan anak-anak tidak ada yang nemenin." ucap Darel. Tasya berbaring di kasur itu sambil memeluk foto Amel.
"Ya Allah kenapa engkau tidak adil kepada ku. Aku sangat ingin dekat dengan ibu hamba ya Allah." Tasya hanya bisa menangis sampai dia tertidur.
Keesokan harinya dia bangun keluar dari kamar.
Tasya tersenyum melihat Raya yang kesusahan. "Apa ini nak? untuk siapa bunga sebesar ini?" tanya Tasya.
"Ini untuk mamah dari Papah." ucap Raya. Tasya mengambil nya dan membaca pesan dari Darel yang ada di buket itu.
"Morning istri ku sayang, aku sengaja titipin bunga ini sama Raya karena aku harus berangkat pagi untuk melihat keadaan Ibu, oh iya Stevan juga aku bawa. Kamu jangan sedih lagi yah." Isi surat itu.
Tasya menghirup aroma wangi Bunga mawar itu.
"Mamah jangan sedih lagi yah, kalau mamah sedih terus Mamah akan sakit." ucap Raya.
Tasya mengelus pipi Raya.
"Mamah gak sedih lagi kok, makasih yah sayang." ucap Tasya memeluk Raya.
Namun tiba-tiba handphone Tasya berdering panggilan dari Tiwi yang sudah menunggu nya di kampus.
__ADS_1
"Mamah harus ke kerja yah hari ini? Kenapa tidak istirahat saja kasihan Dedek yang di perut Mamah." ucap Raya.
Tasya jongkok di hadapan Raya.
"Mamah Sehat kok sayang, mamah hanya sedih Nenek sakit. Mamah juga sudah istirahat banyak. Apa Raya mau ikut Mamah ke kampus?" tanya Tasya.
"Emang boleh mah? Aku juga gak ada teman di rumah, Stevan ikut sama papah ke rumah sakit." ucap Raya.
"Loh kamu kok gak sekalian ikut tadi?" tanya Tasya.
"Aku khawatir sama Mamah." ucap Raya.
"Humm Sayang Mamah nya nih." ucap Tasya.
"Aku gak mau Mamah sakit seperti Mamah Amel dulu," ucap Raya. Tasya tersenyum dia menggeleng kan kepala nya.
"Mamah janji Akan jaga kesehatan untuk kamu, sama Stevan dan juga papah. Mamah akan selalu ada untuk kalian." ucap Tasya.
Raya mencium pipi Tasya.
"Makasih yah Mamah." Ucap Raya.
"Ya udah kalau begitu kita siap-siap yok. Kamu juga pasti penasaran seperti apa kampus tempat mamah bekerja, Dan juga banyak om-om ganteng dan ada Tante Ayu di sana." ucap Tasya.
Raya terlihat sangat bersemangat. Sementara Darel baru sampai di rumah sakit.
"Pak Ahmad." ucap Darel melihat mertua nya sudah menunggu di depan ruangan Buk Adel.
"Akhirnya kamu datang juga Rel." ucap ucap Pak Ahmad.
"Kenapa bapak tidak masuk saja?" tanya Darel.
"Bapak takut Ibu akan marah melihat bapak ada di sini." ucap Pak Ahmad. Darel terdiam dia melihat ada yang aneh pada Bapak mertua nya itu.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***