
Dia tercengang melihat penampilan Tasya malam ini sangat lah perfek di mata nya.
Dress warna Hitam dan juga sepatu hak tinggi yang menunjukkan kaki indah nya.
Serta wajah yang di poles makeup sedikit tebal dari biasanya berangkat ke kampus rambut yang di kuncir meninggal kan sedikit sisa rambut di depan.
Darel menyambut Tasya dengan tangan kanan nya.
"Kamu cantik banget." ucap Darel menatap Tasya Tidak berkedip Sama sekali, mendengar kata-kata Darel membuat Tasya tersenyum malu.
"Sudah siap berangkat?" tanya Darel. Tasya mengangguk.
"Bik."
"Iyah Pak." jawab Bibik.
"Titip anak-anak yah." ucap Darel.
"Baik Pak."
"Oh iya kalau anak-anak nanya bilang aja lagi keluar sebentar yah Bik." ucap Darel.
"Tenang aja Pak mereka pasti paham kok, semoga makan malam nya kali ini lancar yah." ucap Bibik sambil tersenyum manis.
Darel dan Tasya tersenyum.
"Bibik sangat ingin hubungan Bapak sama Non Tasya langgeng terus." ucap Bibik.
"Aminn." ucap Darel.
Setelah itu mereka pun berangkat.
tidak beberapa lama akhirnya sampai di sebuah Cafe yang terlihat sangat indah dengan lampu-lampu kuning Serta lampu gantung yang berbaris rapi di sekitar bagian depan Cafe.
Mereka pun masuk Darel sudah memesan Meja VVIP untuk mereka malam ini. Dari meja yang mereka pesan terdapat view yang sangat bagus.
Danau yang bagus dan bersih. Angin sepoi-sepoi membuat suasana semakin enak.
"Kamu suka?"
Tasya mengangguk.
Tidak beberapa lama akhirnya makanan pun di sajikan di meja mereka. Makanan yang banyak jenis Tasya bebas memilih makanan yang dia suka.
"Ayo makan dulu." ucap Darel.
Tasya mencoba daging steak pakai sumpit nya.
"Humm ini sangat enak, cobain deh kak." ucap Tasya sambil mengarahkan steak ke pada Darel.
__ADS_1
Darel memakan dari sumpit Tasya.
"Enak." ucap Darel.
Tasya melanjutkan makan. Sementara Darel yang sudah Baper di suapin oleh Tasya dengan sumpit bekas nya sendiri hanya bisa senyum-senyum saja.
"Kenapa kakak tidak makan?" tanya Tasya melihat suaminya hanya diam saja.
"Kamu lanjut saja." ucap Darel.
Tasya tampa fikir panjang dia menyuapi Darel lagi.
"Kakak pasti sangat lelah bekerja seharian, jadi kakak harus Makan banyak." ucap Tasya Terus menyuapi Darel sampai mulut nya penuh.
"Sudah-sudah, mulut kakak sudah penuh." ucap Darel. Tasya tersenyum dia mengambil tisu membersihkan ujung bibir Darel yang terkena kecap.
"Ya Allah kenapa wanita ini benar-benar sangat cantik bahkan sekarang aku merasa sangat beruntung bisa mendapatkan kasih sayang nya sifat nya benar-benar berbeda dari sebelumnya." batin Darel.
"Kalau aku nyuapin kakak Akan tambah berantakan, lebih baik kakak makan sendiri." ucap Tasya sambil memindahkan makanan ke mangkuk Darel.
"Makasih." ucap Darel.
Setelah selesai makan Darel pamit ke depan sebentar.
"Kakak ke depan sebentar pesan minuman yah, kamu mau pesan apa?" tanya Darel.
"Aku ikut kakak aja deh." ucap Tasya.
Dia terkejut ketika Darel memasang kan kalung di leher nya. Dia langsung membalikkan badannya dan Darel memberikan bunga mawar yang lumayan besar.
"Apa ini kak?" tanya Tasya.
"Ini adalah hadiah dari kakak untuk kamu sudah mau menerima kakak." ucap Darel.
Tasya tersenyum, Tasya mau mengambil bunga itu namun di tahan oleh Darel.
"Sebelum kamu mengambil ini kakak mau kamu janji akan selalu ada untuk kakak." ucap Darel.
"Aku janji akan selalu ada untuk kakak." ucap Tasya sambil mengambil bunga itu dia menghirup bunga yang begitu harum.
"Mungkin kakak bukan lah pria idaman kamu, tapi kakak akan berusaha menjadi suami yang baik untuk kamu." ucap Darel dengan sangat serius.
"Justru aku yang harus berbicara seperti itu kak, aku terlalu tidak sempurna bersanding dengan kakak."
Tasya langsung memeluk Darel ketika Darel merentangkan kedua tangannya.
"Kamu sempurna di mata suami mu ini." ucap Darel mengelus kepala Tasya.
"Tapi aku belum dewasa, aku bahkan berfikir seperti anak kecil, aku masih sering menyakiti perasaan kakak." ucap Tasya.
__ADS_1
"Itu artinya tuhan ingin aku harus lebih banyak bersabar demi orang yang kakak sayang." ucap Darel.
Mereka kembali duduk di meja mereka sambil menikmati minuman.
"Humm Sebenarnya aku tidak enak mau menanyakan hal ini tapi aku tidak bisa menyimpan keingin tahuan ini lagi."
"Soal Sinta kan?" tanya Darel sudah tau pembicaraan Tasya kemana. Tasya mengangguk.
"Sebenernya kami pernah menjalin hubungan dulu sebelum bertemu dengan Amel. Setelah putus dengan nya kakak dekat dengan Amel karena mereka sahabat kakak kenal Amel dari dia juga." jelas Darel.
Tasya mendengar kan dengan sangat serius.
"Apa kak Amel merusak hubungan kakak dengan mbak Amel?" tanya Tasya.
"Bukan seperti itu, kakak cukup lama putus dari Sinta baru pacaran dengan Amel karena kebetulan kami selalu bersama di Kampus sementara Sinta memilih untuk melanjutkan kuliah nya di luar."
"Oohhh!" ucap Tasya.
"Kakak sepertinya masih mempunyai perasaan sama mbak Sinta. Apa firasat ku benar?" tanya Tasya.
Darel tertawa kecil.
"Kakak pikir kamu tidak memperdulikan itu. Kakak sama sekali tidak memiliki rasa pada Sinta dari segi mana pun, kakak sengaja berpura-pura perduli pada nya agar kamu cemburu namun ternyata kamu sama sekali tidak perduli." ucap Darel.
"Tapi seperti nya Mbak Sinta beneran masih punya perasaan sama kakak deh." ucap Tasya.
"Jangan berfikir yang tidak-tidak!" ucap Darel.
Tasya diam.
"Mari kita fokus pada hubungan kita saja, kita harus segera memikirkan apa yang Akan kita lakukan selanjutnya untuk hubungan kita." ucap Darel.
Tasya melihat ke arah jari nya yang terdapat sebuah cincin.
Cincin itu adalah cincin Amel yang di berikan waktu pernikahan mereka di rumah sakit.
"Apa kakak berfikir kita Akan menikah resmi dan mengumumkan Pernikahan kita ke semua orang?" tanya Tasya.
"Yaa jelas kakak berfikir seperti itu, namun kakak menunggu persetujuan kamu, jika kamu benar-benar yakin kakak Akan mempersiapkan semua nya." ucap Darel.
Tasya tersenyum
"Makasih yah kak sudah pengertian sama aku." ucap Tasya.
"Apa sih yang enggak untuk kamu." ucap Darel mencubit pipi Tasya.
"Kita pulang yok kak, takut Raya dan Stevan nyariin." ucap Tasya karena mereka sudah cukup lama di sana.
...----------------...
__ADS_1
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak. Biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***