Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 215


__ADS_3

"Aku masuk ke dalam dulu yah, bik ada beberapa hasil medis yang harus di bawa ke rumah sakit." ucap Tasya. Bibik pun membantu Tasya mencari nya.


Terlalu banyak Berkas-berkas di lemari sehingga sulit menemukan nya, dan akhirnya Tasya menemukan salah satu nya.


Saat menarik map itu tiba-tiba surat yang di bawah nya jatuh dan berserak, Tasya mengumpulkan nya namun dia melihat satu lembar kartu keluarga yang seperti nya sudah lama.


Dia melihat itu adalah kartu keluarga milik mereka. Namun yang membuat janggal adalah di situ tertulis kalau Ibu Tasya bukan Adel melainkan Mita, dan juga Tasya tercantum sebagai anak family di sana.


"Apa ini?" ucap Tasya Heran melihat dia di situ tercantum sebagai anak family.


Dia melihat kartu keluarga itu sudah lama bahkan sebelum Adik nya lahir. "Siapa Mita? Kenapa tercantum sebagai ibu ku?" tanya Tasya.


"Non Tasya ngomong apa? Kenapa Non Tasya ngomong sendiri?" tanya Bibik, Tasya langsung menyembunyikan itu.


"Gak apa-apa kok bik, ayo lanjut lagi mencari nya." ucap Tasya. Setelah semua nya dapat mereka keluar dari kamar buk Adel.


Tasya mengantarkan berkas-berkas itu pada suami nya, karena Darel yang akan mengantarkan sendiri ke rumah sakit, lebih dekat ke perusahaan Darel dari pada ke rumah sakit.


"Permisi Buk, apa Ibu datang untuk menemui Pak Darel?" tanya Staf karena melihat Tasya baru datang. Tasya mengangguk.


"Mari saya antar buk." ucap staf tersebut.


"Humm saya hanya menitipkan ini saja boleh kan? Tolong di berikan pada suami saya!" ucap Tasya dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Staf itu.


"Hah ini bagaimana ceritanya sih? Sudah jelas pak Darel meminta saya membawa buk Tasya ke ruangan nya, kok Malah di kasih map seperti ini." ucap Staf itu.


Staf itu masuk Tampa mengetuk pintu.


"Hay sayang, akhirnya kamu datang juga." ucap Darel ketika mendengar seseorang membuka pintu namun ternyata setelah berbalik badan dia kaget itu adalah Staf nya.


"Maaf pak, buk Tasya datang hanya menitipkan ini, dan pergi begitu saja." ucap Staf itu.


"Letak kan di atas meja, dan segera keluar." ucap Darel.


"Baik pak, saya permisi." ucap Staf.


Darel membuka ponsel nya sudah ada permintaan maaf dari istri nya, dia sudah telanjur kesal namun melihat pesan Tasya dia sedikit mereda.


"Aku tidak bisa masuk menemui kakak, tiba-tiba perut ku sakit dan kepala ku pusing, aku juga tidak mau mengganggu kakak, aku memilih untuk pulang. Semua yang kakak minta sudah ada di dalam map." isi pesan Tasya.


"Aku mencintai kakak, cepat pulang. Aku menunggu di rumah." isi pesan Tasya terakhir. Darel membalas nya.

__ADS_1


"Baiklah tidak apa-apa. Istirahat setelah sampai di rumah." balas Darel.


Di tempat lain Tasya tidak langsung ke rumah dia berhenti di sebuah parkiran di tepi taman.


Dia mengambil Tas laptop yang di belakang dan membongkar nya dengan cepat.


"Siapa wanita ini?" tanya Tasya berbicara sendiri melihat dia di gendong oleh wanita yang sama sekali tidak di kenal oleh nya waktu bayi.


Setelah melihat perombakan kartu keluarga baru setelah Adik nya lahir status nya sudah di ganti jadi anak kandung.


Semua jadi aneh menurut Tasya.


"Aku sudah berusaha untuk berfikir kalau aku adalah Anak kandung Ayah dan ibu, namun di sini sudah jelas kalau aku bukan anak mereka." batin Tasya.


"Tapi kenapa ini semakin membingungkan, lalu aku Anak siapa? Tidak mungkin aku tidak anak ayah, karena waktu Tes DNA darah kami sama." ucap Tasya mengingat saat mau mendonorkan darah pada Mbak Amel.


Tasya terdiam. "Aku tidak boleh berfikir yang tidak-tidak dulu, aku harus mencari tahu." ucap Tasya. Dia pun mengumpulkan semua nya dan menyembunyikan surat-surat yang dia dapat.


"Mungkin Ibu masih banyak menyimpan yang lain, aku harus kembali mencari nya." ucap Tasya. Namun tiba-tiba Bibik nya menelpon.


"Halo Non Tasya, di rumah ada Teman non Tasya." ucap Bibik. "Siapa?" tanya Tasya.


"Bilang saja bik aku lagi sama kak Darel, aku tidak bisa pulang cepat." ucap Tasya.


"Oohh oke non." ucap Bibik.


"Bagaimana Bik? Dia sudah pulang?" tanya Candra.


"Seperti nya masih sangat lama Pak, lebih baik bapak pulang saja karena kalau bapak melihat dia bisa marah, Bibik sangat takut." ucap Bibik.


Candra tertawa.


"Baik lah bik, saya ke sini mengantarkan ini sambil meminta tanda tangan Tasya, tapi kalau seperti itu saya kembali dulu, Besok di kampus saja." ucap Candra.


"Baik pak." ucap Bibik.


"Saya permisi yah bik." ucap Candra. Bibik mengangguk setelah pak Candra pergi Bibik langsung masuk.


"Kenapa di usir sih om ganteng nya bik?" tanya Raya. Kalau nanti papah lihat, dia akan marah-marah tidak jelas." ucap Bibik.


"Oh iya yah, papah kam tukang cemburu." ucap Raya, mereka pun tertawa.

__ADS_1


"Ya udah Raya sama Stevan tidur siang yah, ini sudah jam dua siang." ucap Bibik.


"Oke Bibik." Mereka pun pergi di antar oleh suster ke kamar.


Tasya baru saja sampai di rumah ibu nya.


"Loh non Tasya Balik lagi? Apa ada yang ketinggalan?" tanya Bibik. "Iyah Bik, aku lupa sesuatu," ucap Tasya.


"Biar saya bantu yah non." ucap Bibik.


"tidak perlu Bik, aku bisa mencari sendiri." ucap Tasya dia pun langsung masuk.


Sampai di kamar Ibu nya dia membongkar lagi semua nya.


Sudah dua jam dia di sana namun tidak menemukan apapun lagi tambahan informasi.


Karena lapar dia pun turun ke bawah.


"Bik aku sangat lapar, Bibik Masak apa?" tanya Tasya.


"Non Tasya mau Makan? saya akan menyiapkan nya." ucap Bibik dengan cepat menghidangkan untuk Tasya.


"Belum dapat yah non yang non cari?" tanya Bibik.


"Baru sebagian bik, gak apa-apa, sekalian membongkar surat-surat lama pasti banyak kenangan." ucap Tasya. Bibik tersenyum.


"Kalau boleh tau selama ini ibu pernah bongkar itu gak bik." tanya Tasya memaksudkan rak penyimpanan surat-surat berharga.


"Tidak pernah Non, bahkan untuk membersihkan saja kami satu pun tidak ada yang di bolehkah, bahkan ibu pernah marah pada bapak karena bapak membongkar rak itu mencari berkas-berkas bapak yang hilang." ucap Bibik.


Dari situ Tasya jadi yakin ada yang di simpan ibu nya di sana.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2