
"Huff syukur deh, nanti kak Darel akan marah besar kalau itu rusak." ucap Tasya.
"Enggak kok, Omah sama Opah juga tau kok. Ya udah kamu Makan dan setelah itu ganti baju anak-anak kamu tuh belum mandi." ucap omah.
Tasya mengangguk karena dia lapar dia makan terlebih dahulu, setelah itu dia ke kamar untuk menukar pakaian nya.
Sampai di kamar tiba-tiba dia melihat foto Ibu dan Ayah nya di dalam laci.
"Aku masih bingung kenapa Ibu terlihat sangat membenci ku, sementara ayah sangat merasa bersalah." batin Tasya.
"Omah." sapa Tasya menyusul ke taman belakang dan ternyata Omah sedang duduk santai memandangi Raya dan Stevan main-main.
"Biar kan saja dulu mereka bermain." ucap Omah.
Tasya mengangguk.
"Omah! Aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Tasya.
"Iyah kenapa? seperti nya sangat serius." ucap Omah.
"Sebenarnya kenapa sih Ibu.." Ting nong!!!" bunyi bel rumah menghentikan Tasya.
"Siapa tamu sore-sore seperti ini Omah?" tanya Tasya.
"Omah juga gak tau, mungkin teman Darel atau paket." ucap Omah.
Namun ternyata yang datang adalah Pak Ahmad.
"Ayah!!" Tasya layak nya anak kecil yang menyambut Ayah nya pulang bekerja dan memeluk nya. Omah tersenyum melihat tingkah Cucu nya itu.
"Kalian sedang apa di belakang?" tanya Pak Ahmad.
"Duduk saja Ayah, ayo bergabung sama kita. Aku buatin teh dulu yah." ucap Tasya.
"Gak usah repot-repot nak, Ayah tadi habis minum kok dari kantor."
"Ayah gak mau teh buatan aku yah? Apa Ayah belum mau merasakan sesuatu yang aku buat." ucap Tasya sedih.
"Huff ya udah kalau begitu buat saja apa yang kamu mau, Ayah Akan menghabiskan nya." ucap Ahmad. Tasya seketika tersenyum.
"Kamu dari mana nak?"
"Habis pulang kantor Buk."
"Oohhh." ucap Omah.
"Teh hangat sudah datang." ucap Tasya meletakkan nya di atas meja.
"Opah, Raya, Stevan ayo sini." ajak Tasya. Mereka pun berkumpul.
"Tadi Darel mengabari Ayah kalau dia keluar kota dan meminta Ayah untuk menemani kamu di sini." ucap pak Ahmad.
"Apa Ayah Akan menginap di sini?" Pak Ahmad mengangguk.
__ADS_1
Tasya langsung memeluk ayahnya.
"Aku akan tidur dengan Ayah malam ini." ucap Tasya.
"Gak boleh seperti itu! Kamu punya kamar sendiri kamu bukan lagi anak kecil." ucap Omah marah, Tasya langsung memasang wajah cemberut.
Pak Ahmad tersenyum dia mengelus rambut Tasya.
"Maafin ayah yah selama ini Ayah tidak perduli sama kamu sehingga kamu tidak merasakan kasih sayang dari Ayah, tapi Ayah janji, Ayah Akan selalu ada untuk kamu mulai dari sekarang sampai selamanya."
Tasya tersenyum.
Tidak terasa sudah malam hari, Tasya baru saja mengantarkan Tasya dan Stevan tidur ke kamar mereka.
"Nih Susu untuk Stevan." ucap Tasya memberikan pada anak laki-laki nya itu.
"Mah telpon papah dong, aku rindu papah." ucap Raya. Tasya tersenyum dia langsung menelpon Suami nya melalui
panggilan video.
Tidak butuh waktu lama Darel langsung menjawab nya.
"Hay selamat malam,"
"Malam juga kak." jawab Tasya.
"Ini sudah malam kenapa belum tidur?" tanya Darel.
"Anak-anak mau ngomong sama kakak."
"Papah saja belum sampai ke tempat kerja, sudah di tanya kapan pulang." ucap Darel. Tasya tersenyum.
"Nanti kalau pekerjaan papah sudah siap papah Akan pulang yah." ucap Darel.
"Jangan lama-lama yah Pah, kasihan mamah tidur sendirian di kamar, kan papah sendiri yang bilang kalau kamu sudah pindah kamar papah gak akan biarin mamah tidur sendirian." ucap Raya.
Seketika Darel gugup dia takut rahasia nya terbongkar.
"Maksud raya apa sayang?" tanya Tasya.
"Papah bilang dia janji gak biarin Mamah tidur sendiri kalau kami sudah pindah ke sini, karena papah yang nyuruh kami pindah." ucap Raya.
Tasya menatap Darel, Darel hanya bisa terkekeh saja.
"Kakak sudah menipu aku yah." Darel tersenyum.
"Itu sudah lama sayang gak usah marah-marah lagian kakak sudah meninggal kan teman kamu tidur malam ini." ucap Darel.
"Apa Papah yang meletakkan Dede di dalam perut Mamah?"
Darel mengangguk.
"Kenapa papah sangat jahat? Karena papah Membuat nya pada mamah, Mamah mual-mual terus bahkan tadi tidak mau makan." ucap Raya.
__ADS_1
Seketika Darel bingung harus jawab apa.
"Udah kan nelpon sama papah nya? sekarang bobo yah." ucap Tasya.
"Papah hati-hati yah di sana, aku sama Stevan Bobo dulu. Bye papah." Raya melambaikan tangan nya.
"Selamat tidur anak-anak Papah."
Tasya menyelimuti mereka dan mencium kening nya.
"Harus Bobo yah." Tasya langsung keluar.
"Kamu gak tidur?" tanya Darel.
"Aku belum ngantuk." ucap Tasya sambil bersandar di kasur nya.
"Kamu pasti gak bisa yah kalau gak tidur sama kakak?" ucap Darel.
"Ekhem-Ekhem!!" Seketika wanita yang mendengar itu berdehem.
"Siapa itu kak?" Darel mengarahkan kamera ponsel ke arah Ajeng yang duduk di samping nya.
"Dia seperti nya tidak tahan dengan keromantisan kita. Dia bekerja kali ini tidak dengan pacar nya." ucap Darel. Tasya tersenyum.
"Ya udah kakak lanjut saja yah perjalanan nya. Aku mau menyelesaikan beberapa buku dari kampus." ucap Tasya.
"Kakak tidak menyetir, jadi kakak bisa bebas berbicara dengan kamu, kamu tidur saja yah biar kakak temenin gak usah di matikan ponsel nya." ucap Darel.
Tasya menginyakan. akhirnya dia tidur dengan ponsel hidup dan Darel berusaha bernyanyi agar Tasya cepat tidur.
"Huff ternyata bos ku sangat Bucin Sekali." gumam Ajeng.
"Kamu cemburu yah? Kamu bisa menelpon pacar kamu." ucap Darel.
"Kenapa tidak dari tadi bapak memberikan izin? Sekarang dia pasti sudah tidur." ucap Ajeng.
"Huff pacar apa seperti itu, jam segini sudah tidur." ucap Darel. Ajeng semakin kesal gara-gara ledekan bos nya itu.
Namun tidak beberapa lama Darel juga tidur dengan ponsel hidup.
"Huff ternyata bos ku jauh lebih Bucin, baru beberapa jam tidak bertemu mereka sudah seperti ABG saja." ucap Ajeng.
Omah datang ke kamar Tasya.
"Tasya! Kamu sudah tidur? Kamu tadi mau nanya apa?" tanya Omah, namun Tasya tidak lagi merespon.
"Humm dia sudah tidur." ucap Omah menyelimuti nya, namun Omah melihat panggilan ponsel yang belum di matikan.
"Dasar anak muda yah seperti ini." ucap Omah sambil tersenyum.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author Jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya, biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***