Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 247


__ADS_3

Mereka sama sekali tidak memikirkan perasaan mbak bagaimana. Aku sangat tidak setuju dengan cara keluarga kak Darel membawa Raya dan Stevan yang seharusnya hak Mbak." ucap Riski.


"Sudah dek, sudah." ucap Tasya.


"Kalau tidak karena anak Yang di kandungan Mbak, aku sudah meminta mbak untuk meninggalkan kak Darel. Dia selalu menuruti keinginan orang tua nya. mulai semenjak dari mbak Amel sampai sekarang orang tua nya selalu berkuasa atas dirinya, dia sama sekali tidak bisa membuat keputusan yang tegas." ucap Riski.


"Jangan seperti itu dek, dia adalah suami mbak, kamu tidak boleh berbicara tidak sopan." ucap Tasya menenangkan Adik nya.


Riski mendengus dia menatap mbak nya.


"Mbak yakin bisa bertahan Dek, mbak akan memperjuangkan pernikahan Mbak. Mbak sangat yakin suatu saat nanti ada waktu nya untuk berkumpul lagi." ucap Tasya.


Riski tertawa kecil.


"Percaya pada mbak, mbak tidak apa-apa seperti ini, mbak kuat kok." ucap Tasya. Riski menggeleng kan kepala nya seperti tidak percaya.


"Kak Darel bukan pria yang bertanggung jawab kalau seperti ini Mbak, sampai kapan mbak Akan bertahan seperti ini?" tanya Riski.


"Terimakasih sudah perduli sama mbak dek, tapi Mbak tau kok yang terbaik untuk Mbak dan calon anak mbak." ucap Tasya.


"Baiklah kalau begitu, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk mbak." ucap Riski.


Tasya tersenyum sambil mengangguk.


Satu Minggu tinggal di rumah orang tua nya Tasya memutuskan untuk pulang ke rumah suaminya karena sudah cukup lama meninggal kan nya.


"Assalamualaikum." Pak Candra datang ke rumah Ayah nya Tasya.


"Walaikumsalam. Pak Candra kenapa bisa di sini?" tanya Tasya Heran.


"Kamu mengatakan kalau hari ini kamu akan pulang ke rumah suami kamu. Jadi saya berniat membantu kamu untuk pulang." ucap pak Candra.


Tasya menoleh ke arah ibu dan Ayah nya.


"Sebenarnya Ibu dan Ayah yang Akan mengantarkan aku pulang. Aku juga tidak enak untuk merepotkan Bapak, tapi bapak sudah di sini saya dengan senang hati menerima bantuan bapak." ucap Tasya.


Candra tersenyum.


"Oh iya saya melihat Postingan kamu tentang Pizza yang sedang laris ini, saya singgah untuk membeli nya, sekalian juga untuk Ibu dan Ayah kamu." ucap pak Candra.


Tasya teranga karena Candra bisa paham dengan mood nya.


"Terimakasih banyak yah pak." ucap Tasya.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun berangkat.


Sampai di sana orang tua nya tidak bisa lama-lama. Candra juga tidak enak hanya dengan Tasya di sana dia memutuskan untuk kembali lagi ke kantor nya.


Tasya masuk ke dalam kamar nya. Dia melihat foto suami nya.


Dua bulan kemudian..


Usia kandungan Tasya sudah Tujuh bulan dia baru saja pulang Memeriksa kandungan nya.


Dia mau ke rumah orang tua membicarakan hal yang penting. Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di sana.


"Ibu, Ayah aku datang." ucap Tasya.


"Tasya kamu ke sini nak." ucap Bu Mita. Tasya mengangguk dia menyalim tangan ibunya.


"Ayah mana Bu?" tanya Tasya.


"Dia baru saja pulang kerja dan langsung mandi, Bagaimana hasil tes nya nak?" tanya buk Mita.


"Alhamdulillah Sehat Bu. Ini hasil nya." ucap Tasya memberikan nya.


"Wahh syukur lah nak." ucap Bu Mita.


"Aku mau membicarakan sesuatu yang penting sama ayah dan ibu." ucap Tasya.


"Apa nak? Tumben-tumbenan banget." ucap Bu Mita.


"Aku besok mau menyusul Kak Darel dan juga anak-anak ke Dubai. Aku sudah sangat merindukan mereka. Sampai sekarang tidak ada kabar dari mereka." ucap Tasya.


"Kamu yakin nak? Saran Ayah lebih baik jangan nak." ucap Pak Ahmad.


"Ayah jangan khawatir karena aku pergi dengan Pak Candra." ucap Tasya. "Pak Candra?" tanya Bu Mita. Tasya mengangguk.


"Ibu Sama Ayah percayalah pada ku." ucap Tasya.


"Baiklah kalau begitu, tapi Ayah mau Ijin dulu sama Riski. Jangan sampai seperti kemarin dia marah karena dia tidak tau." ucap ayah'nya.


"Bagaimana kalau dia tidak mengijinkan Ayah?" tanya Tasya.


"Intinya kamu ijin Dulu." ucap Pak Ahmad.


Tasya pun menghubungi adik nya. Seperti yang di duga Riski tidak mengijinkan namun Tasya bilang berangkat dengan Candra Riski memberikan ijin namun tidak bisa lama-lama di sana.

__ADS_1


Keesokan harinya. pak Candra datang.


"Sudah siap?" tanya Candra pada Tasya yang menunggu di depan pintu.


Tasya mengangguk. Candra membawa koper ke dalam mobil.


"Kamu sehat-sehat saja kan? Dokter mengijinkan kamu untuk pergi kan?" tanya Candra setelah di dalam mobil.


"Humm boleh kok." ucap Tasya.


Candra tersenyum mereka pun segera berangkat ke bandara.


Mereka di antar kan oleh Kedua orang tua Tasya.


Sepanjang perjalanan Tasya sangat deg-degan dia berharap bisa bertemu dengan suami dan Anak-anak nya karena ini adalah pertama kalinya dia ke sana, dia pun mendapatkan alamat dari Sekretaris Darel yaitu Ajeng.


Tasya bingung karena kabar dari Ajeng Darel Masih Bekerja dan menerima laporan seperti biasa nya.


Delapan jam di dalam pesawat nonstop membuat Tasya mabuk. Setelah sampai dia langsung pusing sehingga Candra harus mencari tempat untuk istirahat dulu. Dia sangat khawatir pada keadaan Tasya yang sudah sangat pucat.


Namun tidak beberapa lama Tasya bangun mereka melanjutkan perjalanan ke kota suami nya itu. Setelah banyak tanya ke orang-orang tidak satu pun yang mengenal karena mereka juga tau nama panggilan orang tua Darel di sana.


Sudah ada di titik alamat yang di berikan. Namun mereka bingung rumah yang mana dan Simpang yang mana.


Namun tiba-tiba Darel keluar dari rumah yang tepat di depan Tasya dan Candra serta supir beberapa bodyguard dan juga penerjemaah mereka.


Namun yang bikin Tasya terdiam adalah Darel keluar dari rumah itu di gandeng oleh wanita yang tidak asing ya itu mantan Pacar Darel dulu. Model terkenal yang di Indonesia.


Mereka terlihat sangat bahagia.


Namun tiba-tiba Darel Berhenti tersenyum ketika melihat Tasya berdiri tepat di depan nya.


Tangan wanita itu di lepas oleh nya.


"Heh Tasya, ngapain kamu ke sini?" tanya Bu Tima tiba-tiba datang.


Tasya menghapus air mata nya dengan cepat ketika melihat mertua nya datang.


"Aku ingin melihat Raya dan Stevan." ucap Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi. Terimakasih***.


__ADS_2