
"Emang gue ngasih restu buat hubungan kalian?" ujar Zein.
"Haruslah, kalo gak ngizinin gue tinggal paksa loe aja!" sahut Husein santai.
"Dasar tukang maksa," Zein kembali berucap.
Keduanya larut dalam obrolan yang terlihat begitu seru, terkadang keduanya tersenyum dan tertawa, tak jarang juga suara tawa yang cukup menggelegar terdengar di telinga.
"Kakak-kakak yang baik ini minuman dan makanannya!" Zahra menaruh satu nampan makanan di meja ruang tamu.
"Wahh seger ini," ujar Husein meraih minuman yang di bawa oleh Zahra.
Zahra adalah gadis impian bagi hampir semua laki-laki dan Husein merasa beruntung sekaligus bahagia jika Zahra benar-benar menjadi jodohnya.
***********
"Arum!" panggil Desy saat melihat Arum berjalan menuju kantin.
"Eh Desy, ada apa?" tanya Arum yang kini menghentikan langkahnya karena mendengar panggilan Desy.
"Kamu mau ke mana?" tanya Desy.
"Makan," jawab Arum singkat sambil menunjukkan deretan giginya yang putih.
__ADS_1
"Kenapa? apa kamu mau ikut?" tawar Arum yang melihat Desy masih berdiri di hadapannya.
"Mau donk, ayo makan!" Desy menarik tangan Arum untuk berjalan bersamanya menuju kantin.
"Tempe goreng," ucap Arum dengan wajah berbinar.
"Masih aja heboh lihat tempe, padahal udah tiap hari makan masih aja heboh," lirih Desy yang merasa heran dengan sikap Arum yang masih terlihat begitu menyukai tempe.
Di tempat lain terlihat Umik sedang duduk di sofa ruang tamu bersama keluarga besarnya juga kedua orang tua Arum.
"Bagaimana kabar kamu Fi?" Tanya Umik Uqi.
"Alhamdulillah baik Uqi, kabarmu sendiri bagaimana?" Bunda Fia kembali melempar pertanyaan pada Umik.
"Memangnya ada apa sebenarnya? sampai-sampai kamu menyuruhku kemari?" tanya Bunda Fia yang merasa heran dengan kabar dari Umik Uqi yang memintanya datang.
"Aku ingin membicarakan soal anak-anak kita," jawab Umik Uqi dengan nada ragu.
"Loh memangnya ada apa dengan anak kita Uqi?" tanya Bunda Fia dengan raut wajah khawatir, ada banyak fikiran buruk yang kini bersarang di benak Fia. Selain karena putrinya itu di jodohkan Bunda Fia juga merasa khawatir karena sudah lama tak bertemu dengannya.
"Sebenarnya tidak ada apa-apa, tapi puteraku kemarin meminta izin padaku untuk melangsungkan nikah sirri terlebih dahulu sebelum resepsi di adakan," jelas Umik Uqi dengan wajah penuh harapan.
"Jadi, Aku meminta kalian datang untuk membicarakan hal ini," Umik Uqi memberitahukan apa tujuannya mengumpulkan semua keluarga.
__ADS_1
"Kenapa Hasan tiba-tiba meminta nikah sirri? apa terjadi sesuatu?" Bunda Fia kembali panik, dia memang selalu heboh dan penuh dengan rasa khawatir jika terjadi sesuatu yang berhubungan dengan Arum yang notabennya putri satu-satuny plus anak gadis satu-satunya.
"Hasan ingin lebih mengenal Arum tapi perkenalan itu di jauhkan dari kata dosa melainkan sebuah ladang pahala yang dia panen bersama Arum," Umik Uqi menjelaskan apa alasan Hasan meminta untuk menikah sirri lebih dulu.
"Tunggu, biar Aku bicarakan dulu dengan Mas Rifki baru Aku bisa beri tahu jawabannya," jawab Bunda Fia kemudian berjalan menjauh dan mencoba menghubungi seseorang yang semua orang tahu jika orang itu adalah Rifki.
'Semoga saja Fia dan Rifki mau menyetujui permintaan puteraku itu' batin Umik Uqi menatap lurua ke arah Bunda Fia yang perlahan menghilang di balik pintu ruang keluarga.
-
-
-
-
-
-
Kakak2 maaf ya mungkin untuk beberapa hari kedepan saya hanya mampu update sedikit karena keadaan yang masih belum kondusif membuat saya tidak bisa fokus menulis di tambah anak saya juga sedang sakit jadi saya tak punya banyak waktu untuk menulis maaf ya kakak.
Mohon dukungannya, salam manis Rifda mawardani
__ADS_1