Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2
Ending yang bahagia


__ADS_3

Meski hati Huda merasa tak rela karena ternyata malam ini dia tak bisa mencetak gol, tapi Huda tetap memenuhi permintaan Desy untuk mengambilkan pembalut yang dia minta.


"Ini, Sayang," ucap Huda.


"Sayang?" sahut Desy dengan ekspresi bingung.


"Sekarang kamu sudah jadi istriku, jadi aku mau mengganti nama panggilanku padamu, apa kamu tidak menyukainya?" jelas Huda saat melihat wajah bingung sang istri yang terlihat jelas di wajahnya saat ini.


Desy memang masih di kamar mandi, dia hanya menampakkan kepalanya yang dia keluarkan dari kamar mandi.


"Aku suka kok, Sayang," sahut Desy sambil mengedipkan sebelah mata kemudian kembali masuk ke dalam kamar mandi.


"Ishhh, jangan menggodaku malam ini Desy!" Huda memperingatkan Desy yang kini terlihat menggodanya.


"Maaf, Sayang, aku khilaf," ujar Desy dari dalam kamar mandi.


Setelah selesai dengan segala urusannya Desy keluar dengan wajah yang tampak lebih segar karena telah tersiram air.


"Sayang, kemarilah!" Huda yang sejak tadi menunggu di atas kasur duduk berselonjor kaki


sambil bersandar di kepala keranjang.


"Iya, Sayang," sahut Desy, meski dalam suara Desy terdengar nada kaku saat memanggilnya dengan sebutan nama.


"Bagaimana acara hari ini? apa mariah? atau kamu masih ingin meminta hal lain padaku?" tanya Huda sambil memasang wajah serius yang terlihat jelas di wajahnya.


"Tidak, semua yang kamu beri hari ini sudah cukup untukku," jawab Desy jujur.

__ADS_1


"Aku mencintaimu," bisik Huda, satu kata yang baru saja dia dengar sejak pertama kali bertemu sampai saat ini, baru kali ini Desy mendengar langsung pengakuan cinta dari Huda.


"Aku juga," lirih Desy.


Saat ini Huda sedang memeluk Desy dari belakang. Menikmati aroma tubuh yang tercium jelas di indra penciumannya, memberikan ketenangan dan kenyamanan tersendiri bagi Huda saat dirinya dapat memeluk sang istri seperti itu.


Malam panjangtelah berlalu, Huda juga sudah siap untuk memboyong sang istri pindah ke rumah baru, memulai hidup baru bersama Desy sang pujaan hati.


Hari terus berganti hingga tibalah di mana Desy telah siap memberikan segalanya pada Huda sang suami, malam ini dia berencana memberikan kejutan pada Huda, dengan segala keberanian yang dia miliki dan demi surga yang telah di janjikan Desy kini bersiap menyambut sang suami yang akan segera pulang dengan baju dinas malam yang di beri oleh Shinta, iya, Shinta memberi hadiah pernikahan sebuah lingerie berwarna cream yang membuat Desy terlihat begitu menggoda.


Setelah pindah di rumah baru Huda mulai menjalankan bisnisnya sendiri, meski masih di bantu oleh Erwin. Hari ini Huda sudah berpamitan jika dirinya ada meeting penting yang membuatnya telat pulang, biasanya Huda akan pulang sore tapi kali ini dia akan pulang lebih malam dari biasanya.


Sejak sore Desy sudah bersiap berendam dan membersihkan diri agar tercium lebih wangi, dan berdandan sebaik mungkin yang dia bisa untuk menyambut Huda sang suami, hingga tibalah waktu yang di tunggu. Desy sengaja tak menyambut Huda seperti biasa, dia sudah berpesan dan menyuruh Bibik untuk membukakan pintu dan mengatakan jika dirinya ada di kamar.


'Ceklek'


"Sayang," lirih Huda yang langsung diam mematung menatap penampilan Desy yang sangat berbeda malam ini, dia terlihat begiti cantik mempesona dan juga sangat menggoda.


"Mandilah dulu! ku sudh menyiapkan air hangat dan baju ganti untukmu." Ucap Desy berjalan mendekat ke arah Huda sambil mengambil alih tas kerja yang masih berada di tangan Huda, sedang sang empu hanya diam mematung tanpa bergerak sedikitpun.


"Tunggu!" Huda yang begitu gemas tak bisamenahan diri saat melihat istrinya begitu menggoda seperti saat ini.


"Ada apa?" sahut Desy dengan suara manja.


Tanpa menjawab pertanyaan Desy, Huda langsung melancarkan aksinya. Perlahan tapi pasti Huda mulai mencium kening Desy.


"Apa kamu sudah siap?" bisik Huda.

__ADS_1


"Aku siap menyerahkan segalanya padamu, dan aku siap berbakti sebagai istri, maka mulailah apa yang ingin engkau mulai wahai suamiku," jawab Desy membuat Huda semakin kacau dan tak karuan, dengan gerakan lembut Huda mulai membimbing Desy untuk menikmati indahnya surga dunia yang hampir seminggu ini tak bisa di rasakan oleh Huda.


Malam panjangpun terjadi, malam yang tak akan pernah di lupakan oleh kedua insan yang sedang memadu kasih, menyatukan jiwa dan raga, saat ini hanya satu harapan keduanya, mereka berharap Huda junior akan segera tumbuh di dalam perut sang istri.


Begitulah kehidupan, Husein telah bahagia bersama Zahra yang kini sedang mengandung dan Hasan juga merasakan kebahagiaan tak terkira karena kehadiran seorang bayi perempuan yang begitu lucu nan imut, begitu juga dengan Huda yang kini sudah bisa melupakan Arum sepenuhnya dan menikmati hidup barunya sebagai pengantin baru bersama Desy, seorang santri teladan yang memiliki sifat begitu istimewa, ketiganya kini telah bahagia dengan kehidupan mereka dengan pasangan mereka masing-masing.


THE END .


-


-


-


-


Terima kasih untuk semua readers yang sudah mendukung karya author, cerita si kembar Hadan dan Husein tamat sampai di sini ya, masf jika selama proses pembuatan novel ini ada salah-salah kata atau kurang memuaskan, author hanya manusia biasa yang penuh salah dan dosa.


Dan saat ini author sudah buat karya baru yang insya allah gak kalah seru dengan karya-karya author sebelumnya, jangan lupa mampir ya!πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Author tunggu kakak-kakak pembaca yang baik banget di karya author berikutnya, lope2 sekebon untuk KalianπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜—πŸ˜—


Karya baru author judulnya \=> CAHAYA CINTA SALMA



Jangan lupa mampir ya, kritik dab saran selalu author tungguπŸ˜πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜—πŸ˜—

__ADS_1


__ADS_2