Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2
Mie Instan


__ADS_3

Arum berjalan kembali ke kamar setelah selesai sarapan bersama Umik dan keluarganya.


"Assalamualaikum," ucap Arum setelah sampai di depan kamar.


"Waalaikum salam," sahut Fifi, Desy dan Sinta yang ternyata sedang duduk melingkar di dalam kamar.


"Kalian lagi apa?" tanya Arum yang heran melihat ketiga temannya sedang asyik duduk di kamar dengan satu buku yang mereka baca bersama.


"Arum!! sini gabung!!" Desy melambaikan tangan memanggil Arum yang baru saja datang.


Arum yang merasa penasaranpun berjalan mendekat ke arah Desy dan yang lain.


"Kalian lagi ngapain?" Arum yang belum mendapat jawaban kembali bertanya.


"Ini lagi main SOS, kamu mau ikut?' tawar Fifi.


"Gimana cara mainnya Mbak?" tanya Arum menatap bingung ke arah Fifi.


Fifi yang melihat kebingungan di wajah Arum langsung menjelaskan cara bermain. Kini mereka bermain bersama Sinta bersaing dengan Fifi sedang Desy bermain dengan Arum.


Semuanya terlihat begitu bahagia meski permainan yang mereka mainkan adalah permainan sederhana tapi mereka tetap merasa bajagia.


"Eh udah waktunya sholat, kita jamaah yuk! habis ini kan kita mau masak bareng." Sinta menghentikan permainan setelah mendengar suara adzan berkumandang.


"Ayo!" sahut Fifi melipat buku dan berdiri menaruh buku juga bulpen yang tadi dia pakai bermain.


Di pesantren memang di larang memakai segala macam alat elektronik, ponsel atau sejenisnya. Jadi santri hanya bis memainkan permainan lama yang bisa menghibur diri mereka, sejenak menghilangkan rasa jenuh dengan aktifitas yang ada.


Ke empat sahabat itu berjalan beriringan menuju tempat wudhu' dan menjalankan ibadah sholat isya'.


"Bagaimana rencana masak barengnya? jadi atau enggak?" tanya Desy yang baru saja selesai menaruh sajadah dan mukenah yang telah terlipat rapi.


"Jadilah," sahut Sinta.


"Yaudah ayo ke kantin!" celetuk Fifi.

__ADS_1


"Kalian udah siapin Mie nya belum?" kini Sinta yang bertanya.


"Bentar Aku ambil!" Fifi berjalan menuju kardus tempat penyimpanan makanan miliknya di ikuti Desy. Sedang Arum justru diam tak mengerti mie apa yang mereka maksud.


"Mie apa yang kalian maksud? Aku gak punya Mie." Ucap Arum yang kini malah mematung di depan tempat penyimpanan mukenah setelah menaruh mukenah yang baru saja selesai dia pakai.


"Mie ini," Sinta menunjukkan mie instan yang baru saja di ambil dari kardus.


"Jangan bilang kamu gak punya, atau malah gak pernah tahu mie yang kita bawa ini." Terka Fifi yang menangkap ekspresi bingung di wajah Arum.


"Aku emang gak tahu, dan Aku juga baru lihat Mie kayak gitu," jawab Arum yang memang belum pernah memakan atau melihat mie yang sedang di pegang ke tiga temannya itu.


Bukan karena di luar negeri tidak ada, di sana ada Mie sperti yang di pegang ketiga temannya itu hanya saja Arum tak pernah membeli yang seperti itu.


"Di mana Aku bisa membeli mie itu?" tanya Arum sambil menunjuk ke arah mie yang di pegang ketiga temannya.


"Ayo iku, biar Aku antar!" Desy yang sejak tadi hanya diam mematung langsung menarik tangan Arum dan mengajaknya keluar gerbang pondok putri menuju tokoh makanan yang di sediakan oleh pondok.


Saat ini pondok mengalami kemajuan yang pesat, awalnya hanya ada sekolah formal dan pesantren, tapi kini di dalam lingkungan pesantren sudah ada tokoh makanan lengkap yang mirip dengan supermarket yang berada di halaman pesantren tepat di depan pondok putri.


Dengan penuh semangat Arum mengikuti langkah Desy berjalan menuju supermarket, khusus di hari jum'at supermarket buka sampai sore. Begitu pula dengan gerbang pondok putri yang akan terus terbuka sampai sore. Berbeda jika di hari biasa selain hari jum'at, gerbang pondok putri akan tutup saat semua santri putri sudah pulang sekolah formal, peraturan yang berlaku saat Ilzham memimpin begitu ketat hingga tak lagi ada cela bagi santri yang akan melakukan pelanggaran berat seperti kabur atau bertemu dengan lawan jenis yang bukan mahrom.


Ilzham bahkan membangun madrasah yang ada di dalam pondok putri yang dulunya hanya satu lantai kini berubah menjadi tiga lantai. Jadi area sekolah madrasah terpisah dari area pribadi santri putri.


"Pilihlah! ambil apa yang kamu ingin. Semua ini adalah mie instan tapi dengan rasa yang berbeda." Desy menunjukkan berbagai macam rasa mie instan yang ada si hadapannya.


"Wah banyak banget pilihan rasanya Desy." Ucap Arum.


Arum yang merasa bingung karena saking banyaknya rasa yang tersedia akhirnya memilih untuk membeli satu bungkus untuk setiap varien rasa.


Dan alhasil Arum membawa satu keranjang penuh mie instan, Arum juga mengambil beberapa cemilan untuk dia makan di pondok putri saat waktu senggang.


"Arum, keranjangnya udah penuh. Ayo balik!" Desy yang melihat Arum terus memilih meski keranjang yang ada di tangannya sudah penuh, langsung menarik tangan Arum yang lain agar belanjaan yang mau di beli tak semakin banyak.


"Desy!!! Aku belum selesai nanti dulu." Rengek Arum yang masih merasa kurang dan ingin membeli cemilan yang tak pernah dia temui saat dia tinggal di Australia.

__ADS_1


"Sudah, besok-besok kita beli lagi," celetuk Desy yang masih setia menarik tangan Arum.


Arum hanya bisa pasrah mengikuti langkah Desy menuju meja kasir, dengan penuh kesabaran Arum dan Desy menunggu sang kasih mengecek harga barang yang sudah di ambil Arum.


"Totalnya 95000 Mbak," ucap sang kasir cowok yang sepertinya statusnya sama dengan Arum dan Desy. Seorang santri.


Arum yang mendengar total semua belanjaannya langsung mengambil uang yang tadi dia ambil dan di taruh di saku abaya.


"Astaghfirullah," lirih Arum setelah melihat uang yang dia ambil.


Karena terburu-buru Arum sampai salah mengambil uang. Dia membawa uang dengan mata uang dollar Australia. Dan hanya ada satu lembar uang bernilai lima puluh ribu rupiah yang jelas-jelas kurang untuk membayar total barang yang sudah di total.


"Kenapa Arum?" tanya Desy yang sedikit panik saat melihat wajah bingung Arum.


"Desy, Aku salah ambil uang," jawab Arum menunjukkan uang yang di ambil tadi.


-


-


-


-


-


-


Kakak2 pembacaku yg paling lope2...


maaf up hari ini dikit bgt, author lagi gak enak badan mohon do'anya biar cepat sembuh dan bisa up lebih banyak.


Komen dan vote jufa like plus hadiah dari kalian adalah semangatku.


Jadi author minta dukungan vote like dan komen agar author lebih semangat untuk nulis dan cepat sembuh.

__ADS_1


__ADS_2