Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2
Memberi kabar Pada Umik


__ADS_3

Sungguh kelahiran yang begitu mudah bagi seorang wanita yang baru saja memiliki anak, sungguh sebuah nikmat dan berkah yang harus di syukuri oleh Arum dan Hasan.


"Selamat ya Mas Hasan, bayinya perempuan sehat dan sangat cantik," ucap Sang Bidan.


"Alhamdulillah, putri Abi lucu sekali," puji Hasan pada bayi kecil yang mungil dan terlihat begitu cantik.


Hasan langsung mengumandangkan adzan di telinga kanan sang putri, kemudian mencium lam keningnya. Rasa syukur yang teramat besar kini ada dalam hatinya, sungguh putri kecilnya itu hadiah paling istimewa bagi Hasan dan Arum untuk hari ini.


"Pak Marto!" Panggil Hasan setelah mengumandangkan adzan dan memberikannya kembali pada bidan.


"Iya, Mas Hasan, ada yang bisa saya bantu?" sahut Pak Marto yang langsung berjalan cepat mendekati Hasan yang berdiri menunggunya di teras tempat sang Bidan.


"Tolong beri tahu Umik dan Abi kalau Arum sudah melahirkan, dan sampaikan pesanku kalau aku meminta tolong pada Umik untuk bersiap-siap." Pinta Hasan pada Pak Marto.


"Baik, Mas Hasan," jawab Pak Marto setelah itu dia pergi meninggalkan Hasan kembali ke pesantren untuk memberi kabar pada Umik dan Abi tentang kelahiran cucu pertama mereka.


Pak Marto melajukan mobil dengan kecepatan sedang dengan hati yang bahagia, meskipun dia tak memiliki hubungan darah dengan keluarga Hasan, tapi bagi Pak Marto jasa keluarga Hasan begitu besar hingga dia juga merasakan kebahagiaan dan kepedihan yang di rasakan oleh Keluarga itu.


Sesaat setelah sampai di halaman rumah Umik, Pak Marto langsung memarkirkan mobil di halaman rumah kemudian berjalan cepat mencari keberadaan Umik dan Abi Ilzham.


"Assalamualaikum, Umik!" panggil Pak Marto sambil mengetuk pintu rumah Umik.


"Siapa? tunggu sebentar!" sahut Umik yang kebetulan baru keluar dari kamarnya.


"Ini saya, Marto, Umik," sahut Pak Marto setelah mendengar sahutan dari dalam rumah.


"Tunggu sebentar!" Umik kembali berucap sambil melangkah masuk ke dalam ruang tamu.


"Ada apa Marto?" tanya Umik dengan ekspresi bingung melihat Marto berdiri di depannya dengan ekspresi wajah yang tak bisa di artikan.


"Umik, ada kabar gembira," ujar Marto tanpa menyebut kabar gembira apa yang dia maksud.

__ADS_1


"Jelaskan Marto kabar gembira apa yang kamu bawa?" Umik kembali bertanya.


"Itu Umik, Neng Arum melahirkan," jawab Pak Marto membuat Umik semakin terkejut karenanya.


"Apa? melahirkan? kok bisa? bukannya seharusnya sepuluh hari lagi Arum melahirkan?" rentetan pertanyaan terdengar dari mulut Umik dengan ekspresi terkejut yang terlihat jelas di wajahnya.


"Gak tahu Umik, mungkin memang sudah waktunya, tadi saya di telfon Mas Hasan untuk menjemputnya di warung pecel yang berada di ujung jalan. Saya fikir ada apa? tapi ternyata Neng Arum melahirkan." Pak Marto menceritakan apa yang dia ketahui dan alami tadi.


"Ahh sudahlah, ayo antar Umik ke sana!" pinta Umik.


"Baik, Umik," jawab Hasan.


"Eh tunggu! kamu bilang tadi, Hasan dan Arum melahirkan tanpa persiapan," cegah Umik yang kini merasa ada sesuatu yang tertinggal dan harus dia bawa.


"Benar, Umik," jawab Pak Marto.


"Apa itu artinya mereka tak membawa persiapan kelahiran?" Umik kembali bertanya.


"Bahkan Neng Arum melahirkan di rumah dinas Bidan Umik, bukan di rumah sakit yang biasa mereka kunjungi," Pak Marto kembali memberitahukan di mana Arum saat ini berada.


"Alhamdulillah, berarti kelahiran cucuku begitu lancar sampai dia lahir di rumah Bidan, kalau begitu kamu tunggu sini! aku mau ambilkan baju ganti untuk Arum." Umik melangkah kembali masuk ke dalam rumah, mengambilkan beberapa baju ganti dan kerudung yang bisa di pakai oleh Arum, kemudian kembali keluar rumah dan masuk ke dalam mobil untuk menemui Arum di rumah Bidan dan melihat keadaan cucu dan menantu kesayangannya itu.


"Hasan!" panggil Umik sesaat setelah sampai di depan rumah sang Bidan.


"Umik," sahut Hasan berjalan mendekat ke arah Umik kemudian memeluknya erat, meluapkan segala rasa bahagia yang dia rasakan.


"Bagaimana keadaan Arum dan cucu Umik?" tanya Umik setelah Hasan melepas pelukannya.


"Alhamdulillah, keduanya sehat Umik," jawab Hasan.


"Cucu Umik laki-laki atau perempuan?" Umik kembali bertanya.

__ADS_1


"Cucu Umik perempuan, dia cantik dan imut seperti Umik dan Arum," jelas Hasan.


"Alhamdulillah, apa sekarang Umik bisa menemui mereka?" Umik terlihat begitu tidak sabar ingin menemui cucu dan menantunya itu.


"Boleh Umik, Arum melahirkan di Bidan Umik bukan di rumah sakit, jadi kita bisa langsung melihatnya, ayo masuk!" Hasan mengajak Umik masuk ke dalam ruang bersalin milik sang Bidan, terlihat Arum masih terbaring lemah dengan baju yang sama, Arum memang belum ganti baju karena dia tidak membawanya tadi.


"Oh iya, Umik sampai lupa kalau tadi bawa baju ganti untuk istrimu, berikan baju ini dan ganti bajunya!" titah Umik sambil memberikan baju ganti yang ada di tas.


"Terima kasih, Umik," ucap Hasan berjalan mendekat ke arah Arum.


"Syei', apa sekarang kamu bisa ganti baju?" tanya Hasan.


"Entahlah, Bi, coba tanyakan pada Bidannya," jawab Arum.


"Baiklah, aku tinggal dulu." Pamit Hasan yang kini masuk ke dalam rumah Bidannya yang tadi berpamitan akan mengganti baju putrinya.


"Bagaimana keadaanmu, Nak?" tanya Umik berjalan mendekat ke arah Arum yang masih terbaring lemah.


"Alhamdulillah, Umik semuanya lancar dan Bidannya tadi bilang kalau Arum sehat," jawab Arum.


"Alhamdulillah, Umik senang mendengarnya," sahut Umik sambil mengusap lembut kepala Arum yang kini tidak terbungkus oleh kerudung.


"Abi Ilzham ke mana Umik?" tanya Arum saat tak melihat Ayah mertuanya itu tak terlihat.


"Abimu tadi pergi ke luar kota untuk menghadiri acara khitan santrinya, nanti sore baru pulang, Umik juga lupa mau memberi kabar Abimu karena tadi sempat terkejut mendengar kamu sudah melahirkan," jelas Umik.


"Arum sendiri juga tidak menyangka kalau mau melahirkan sekarang Umik," jujur Arum.


"Sudah yang penting sekarang kamu dan bayimu sehat dan selamat itu yang terpenting," ujar Umik dengan senyum lembut penuh kasih sayang.


"Umik, tadi aku pesan sama Pak Marto untuk menyiapkan semua kebutuhan setelah melahirkan seperti tasyakuran di rumah pada Umik, jika Umik ke sini siapa yang menyiapkansemuanya di sana?" tanya Hasan yang baru mengingat pesan yang di titipkan pada Pak Marto.

__ADS_1


"Urusan itu gampang Hasan, yang penting sekarang kamu bantu Arum membersihkan diri! setelah itu biar Umik yang menyiapkan segalanya di rumah." Jawab Umik.


__ADS_2