Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2
Rencana Kembali Ke Pesantren Part 2


__ADS_3

"Padahal Aku masih ingin di sini. Tapi ya sudahlah dari pada nanti lihat harimau marah mending Aku balik ke kamar lagi." gumam Arum berjalan kembali menuju kamar, mengganti baju karena baju yang dia pakai saat ini bukan miliknya. Arum mengganti baju dengan baju yang dia pakai saat pertama kali ke Villa.


Usai ganti baju Arum berjalan keluar menenteng tas yang dia pakai kemarin, berjalan menghampiri Hasan yang sudah siap menunggunya di ruang tamu.


"Kenapa ganti baju?" tanya Hasan yang melihat baju Arum sudah berganti.


"Yang tadi bukan baju Aku Kak, jadi Aku harus ganti dengan baju ini. Bajuku sendiri," jawab Arum dengan senyum yang terlihat begitu manis.


"Khem," Hasan langsung berdehem saat melihat senyum manis Arum yang mampu memporak-porandakan hatinya.


"Baiklah, ayo berangkat." Sambung Hasan setelah menetralkan perasaannya.


Hasan berjalan mendahului Arum, melangkah keluar Villa dan masuk ke dalam mobil di mana Sang supir sudah siap menunggu.


"Pak langsung ke pesantren!" ucap Hasan setelah Arum dan Irfan sang asisten ikut masuk ke dalam mobil.


"Siap Pak," sahut Sang supir melajukan mobil membelah jalan raya yang begitu padat dengan kecepatan sedang, Sopir Hasan yang ada di perusahaan memang sudah terlatih untuk mengendarai mobil di jaln raya yang padat, sehingga mobil tetap bisa melaju dengan normal.


Dua jam waktu yang di habiskan agar sampai di pesantren.


"Kamu pulanglah dulu! bilang sama Umik jika Aku langsung ke kantor. Setelah pulang nanti Aku akan bicara padanya." Hasan menitipkan pesan untuk Umik karena pagi ini ada meeting penting yang tak bisa di tinggalkan membuat Hasan sedikit jengkel. Pasalnya hari ini Hasan ingin mengatakan semuanya pada Umik tapi waktu tak bisa di ajak kompromi membuat Hasan harus bisa sedikit bersabar demi mendapatkan apa yang dia harapkan.


"Apa Kakak yakin Umik tidak marah?" tanya Arum yang merasa ragu jika Umik memarahinya.


"Tidak, sudah masuklah dulu! Aku sudah bicarakan semuanya pada Umik. Jadi kamu aman dan takkan di marahi." ujar Hasan yang berusaha memberi ketenangan untuk dia.


"Baiklah, aku masuk dulu ya Kak, Kakak hati-hati di jalan!" pesan Arum sebelum turun dari mobil.


Hasan hanya mampu tersenyum sambil menganggukkan kepala, dan mobil kembali melaju menuju kantor Hasan, sedang Hasan yang sudah menutup kembali pintu yang tadi di buka dan mobil mulai melaju meninggalkan pelataran pesantren menuju kantor.


Tok ... tok ... tok ....


Perlahan pintu ruang tamu telah terbuka nampaklah Umik yang sedang membukakan pintu dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Umik," ucap Arum.


"Waalaikum salam," sahut Umik dengan senyuman khasnya dengan senyum yang masih sama seperti tadi waktu Hasan pulang.


"Masuklah!" titah Sang Umik.


Arum yang sudah mendengar perintah Umik langsung masuk ke dalam rumah mengikuti langkah Hasan.


"Kamu sudah makan nak?" tanya Umik.


"Alhamdulillah sudah Umik," jawab Hasan.


"Untuk sementara tinggallah di rumah Umik, besok kamu bisa jalan-jalan." Tutur Umik.


"Baiklah Umik, Aku akan tinggal di sini sementara waktu. Mungkin lusa Aku akan kembali ke pondok putri." Arum menerima tawaran Umik untuk tetap berada di rumah Umik. Bukan hanya Hasan dan Husein yang di perlakukan seperti anak sendiri .


"Istirahat saja dulu! nanti kalau sudh siap. Akan Umik kasih tahu." Umik menepuk pelan pundak Arum kemudian pergi meninggalkannya dan pergi hajji tahan.


Waktu terus berjalan hingga menunjukkan jam sembilan, Arum yang memang mendekte dirinya untuk bangun jam sembilan membuat Arum benar-benar terbangun saat jam sudah menunjuk ke arah sembilan.


"Ehhh," lenguh Arum merenggangkan otot-ototnya yang terasa begitu kaku setelah tidur.


Tanpa banyak berfikir Arum berdiri meraih kerudung yang tersampir di sampingnya dan segera pergi keluar kamar menuju kamar mandi membersihkan diri dan bersiap-siap menemui Husein untuk belajar pego.


"Kak Husein," panggil Arum setelah selesai bersiap-siap.


"Iya, kemarilah!" sahut Hasan yang kini sedang duduk di kursi sofa bersama Umik di ruang keluarga.


"Apa Aku mengganggu Kak Husein?" tanya Arum dengan perasaan sungkan karena melihat Husein yang sedang fokus menatap layar dan harus mengabaikan laptop yang di tatapnya setelah mendengar panggilanku.


"Tidak, kemarilah! sekarang memang sudah waktunya untukku mengajarimu." Jawab Husein dengan senyum yang mengembang ke arah Arum.


"Alhamdulillah," jawab Arum berjalan mendekat ke arah Husein berada.

__ADS_1


Husein yang melihat Arum berjalan mendekat langsung mengubah posisi duduknya, Husein yang tadi duduk di sofa kini berpindah duduk di lantai. Sedang Umik yang duduk di sofa tak jauh dari Husein hanya diam dan fokus membaca sebuah kitab bertuliskan Arab.


"Kita belajar di sini hari ini, apa tidak apa-apa?" tanya Husein.


Husein yang saat ini sebenarnya sibuk menyempatkan diri meninggalkan pekerjaannya yang menumpuk demi mengajari Arum sebuah ilmu dasar yanh wajib di ketahui dan di fahami setiap santri.


Husein memberi materi dan soal seperti biasa, dan belajar bersama Husein hari ini terasa biasa saja, tak ada yangs spesial seperti kemarin.


"Terima kasih ya Kak," ucap Arum setelah selesai belajar.


"Sama-sama," sahut Husein dengan sneyum yang mengembang.


Husein yang sudah mengajari Arum dan orang yang dia ajari sudah pergi membuatnya kembali sibuk dengan tumpukan email dan berkas yang harus dia tanda tangani dan periksa sebelumnya.


"Dari pada sepi gak ada kegiatan mending Aku main ke pondok putri," gumam Arum yang merasa kesepian di kamar sendiri.


Arum berjalan menuju pondok putri, terlihat Husein masih fokus menatap layar laptop sampai tak menyadari jika Arum berjalan keluar dari kamar.


Dengan hati penuh rasa senang Arum berjalan menuju pondok putri tanpa memperdulikan tatapan sinis sebagian orang padanya.


"Assalamualaikum," ucap Arum.


"Waalaikum salam, ya Allah Arum! kamu ke mana aja?" tanya Desy yang tadi duduk bersama Sinta langsung berdiri menghampiri Arum.


"Iya, kamu dari mana Arum?" sekarang giliran Sinta yang bertanya dan berjalan mendekat.


"Aku gak dari mana-mana, kalian sedang apa?" tanya Arum menatap sekeliling kamar yang sedang bersih-bersih bersama.


"Kami bersih-bersih kamar, besok adalah hari jum'at jadi, hari ini kamar harus bersih biar jadi kamar paling bersih." Jawab Arum.


"Loh memangnya kamar ada lombanya?" tanya Arum heran.


"Iya Arum, lomba bersih-bersih kamar. Nanti kalau menang kita akan dapat satu kamar mandi khusu untuk kamar kita. Jadi enak gak usah cari antrian atau ngantri terlalu lama." Ucap Sinta.

__ADS_1


__ADS_2