Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2
Rencana Husein


__ADS_3

Hari ini Husein berencana mencari tahu tentang Zahra, gadis manis nan imut yang ingin dia jadikan istri, dengan penuh semangat Husein mengintai rumah Zein seperti seorang mata-mata, Husein melakukan semuanya bukan tanpa alasan tapi kali ini Husein ingin serius dan jika Zahra benar-benar baik maka dia akan langsung melamar Zahra untuk di jadikan istri.


Husein yang sudah siap dengan segala macam rencana juga perlengkapan yang mendukung aksinya.


"Mas Husein maaf sebelumnya tapi kita sudah lebih dari sepuluh menit ada di sini, tapi Mas Husein ngak ngelakuin apa-apa sebenarnya kita mau melakukan apa?" tanya Supir sekaligus santri yqng di mintai tolong oleh Hisein untuk menemani aksinya.


"Sudahlah kamu duduk yang manis saja di situ! nanti kamu tahu sendiri kita mau ngapain." Jawab Husein yang membuat Ifan santri putra yang dia ajak.


Sebagai seorang santri Ifan hanya bisa mengikuti apa permintaan Husein yang statusnya putra dari Abi Ilzham pengasuh sekaligus pemimpin pesantren.


Husein terus saja menatap lurus ke depan menunggu gadis incarannya keluar. Dan benar saja selang dua menit setelah Husein menjawab pertanyaan Ifan, Zahra keluar dengan memakai gamis yang membuatnya semakin terlihat manis.


Senyum Husein langsung melebar melihat gadis yang dia tunggu-tunggu sejak tadi akhirnya keluar juga.


"Fan kita ikuti gadis itu!" titah Husein yang saat ini sedang menyamar memakai kaos biasa yang di padukan dengan celana selutut lengkap dengan topi dan kacamata.


Sebelumnya Zein pernah cerita jika adiknya itu hobi sekali menggambar dan sekarang sedang mengembangkan hobinya, Zahra membuka butik kecil-kecilan untuk mengembangkan hobinya itu.


Zahra terlihat mengendarai ojek online, sungguh gadis yang sederhana meski di dalam rumah ada mobil yang gak di pakai tapi Zahra lebih suka naik ojek online itu informasi yang di dapat dari Zein sang Kakak.


Ifan yang perlahan mulai mengerti apa tujuan dia di minta menemani mengintai seorang gadis, perlahan senyum Ifan mengembang sambil melirik sekilas ke ara Husein yang masih serius menatap lurus ke depan di mana Zahra berada.


Dan benar saja seperti dugaan Husein Zahra pergi ke butik setelah membayar ojek online Zahra langsung masuk ke dalam butik.


"Ujian pertama di mulai," lirih Husein setelah mengetik sebuah pesan yang entah apa isinya.

__ADS_1


Husein menaruh ponselnya di dasboard mobil menempelkannya di tempat ponsel dan siap menonton, Ifan hanya diam memperhatikan sikap Husein tanpa banyak bertanya.


Ponsel Husein menampilkan suasana butik yang masih sepi, hanya ada beberapa orang yang datang karena saat ini memang masih terlalu pagi untuk berbelanja.


"Permisi Mbak," suara seorang wanita terdengar begitu jelas di ponsel Husein meski dia tak bisa melihat wajah wanita itu.


"Iya Mbak, ada yang bisa saya bantu?" sahut Zahra yang terlihat sedang tersenyum ramah menanggapi pelanggan yang baru datang.


Wajah Zahra terlihat jelas di ponsel Husein sepertinya Husein mengutus seseorang untuk datang dan menguji Zahra.


"Mbak, saya pengen cari gamis kekinian yang bisa membuatku terlihat lebih muda," ucap sang wanita.


"Mbak bisa ikut saya. Silahkan!" dengan senyum yang mengembang Zahra membimbing pelanggannya untuk ikut bersamanya melihat gamis model terbaru yang biasanya menjadi di rebutan para gadis.


"Semua ini adalah model terbaru dan terlaris di butik kami, Mbak silahkan pilih yang cocok di hati." Sambung Zahra dengan senyum yang masih sama.


"Saya mau menyelesaikan pekerjaan yang harus di selesaikan, dan Mbak bisa di temani oleh pegawai saya," jawab Zahra.


"Tapi saya maunya di temani oleh Mbak," ucap wanita itu dengan nada bicara datar bercampur sombong.


"Baiklah silahkan di pilih Mbak!" Zahra tersenyum sambil menunjukkan deretan gamis yang tergantung rapi di tempatnya.


Pelanggan yang tadi meminta di temani Zahra kini melihat-lihat model gamis yang ada di hadapannya.


"Kenapa modelnya kaya gini semua?" protesnya.

__ADS_1


"Apa tidak ada yang menarik perhatian Mbak?" tanya Zahra dengan senyum yang masih menempel di pipinya.


"Semua model yang ada di sini jelek, jadi tak ada satupun yang menarik perhatianku, yang namanya butik itu harusnya punya desain yang bagus dan tergolong limited gak pasaran kayak gini." Ujar pelanggan tersebut menghina model gamis yang tersedia di butik itu.


"Mbak sukanya model seperti apa?" Zahra kembali bertanya dengan senyum yang masih terlihat di wajahnya dan tak ada sedikitpun ekspresi marah atau terusik dengan kata-kata yang terlontar dari bibir pelanggan tersebut.


"Saya suka model gamis yang paling kekinian dan bagus," jawabnya.


"Baiklah, Mbak bisa pilih di bagian yang lain." Zahra menunjuk sisi lain dari bagian butiknya.


"Saya sudah malas mau beli di sini, barangnya jelek semua gak ada yang bagus," pelanggan satu ini benar-benar menguras emosi tapi wajah Zahra masih saja terlihat tenang dan ramah tak sedikitpun terusik dengan sikap dan ucapan pelanggan yang datang ke butiknya.


"Jika Mbak memang merasa kurang cocok dengan gamis yang ada di butik ini saya cuma bisa minta maaf, dan Mbak bisa cari gamis di tempat yang lain." Ucap Zahra dengan senyum yang masih terlihat di wajahnya.


"Ohh, jadi Mbak ngusir saya?" suara pelanggan yang sejak tadi terdengar sombong kini naik satu oktaf menjadi lebih songong.


"Maaf bukan maksud saya seperti itu, saya hanya memberi saran, jika Mbak berkenan bisa di ikuti jika tidak jangan di hiraukan," ujar Zahra dengan nada yang lembut.


"Sudahlah butik ini memang payah, percuma jauh-jauh datang ke sini kalau bajunya jelek-jelek," ucap pelanggan itu dengan nada suara yang cukup keras hingga membuat sebagian besar pengunjung yang lain mendengar, dan ajaibnya Zahra masih bisa tersenyum menanggapi pelanggan yang sangat menyebalkan itu.


Senyum manis kini terlihat di wajah Husein yang sejak tadi melihat video kejadian di butik, hati Husein benar-benar di buat lulub lantah oleh sikap Zahra yang begitu sabar.


"Apa gadis itu calonnya Mas Husein?" tanya Ifan yang merasa kagum dengan kesabaran gadis yang ada di video dalam ponsel Husein.


"Iya, bagaimana menurutmu?" bukannya menjawab Husein malah melempar pertanyaan kembali pada Ifan.

__ADS_1


"Dia begitu sabar dan cantik, semoga Mas Husein bisa berjodoh dengannya sampai ke pelaminan," untaian do'a yang mendapat amin dari Husein.


Husein menatap lekat ke arah butik Zahra dengan tatapan yang sulit di artikan, dia hanya diam tanpa bergerak dan Ifan hanya geleng-geleng kepala melihat apa yang di lakukan oleh putra pemilik pesantren tempatnya menimba ilmu.


__ADS_2