Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2
Niatan Baik Hasan


__ADS_3

"Kok gak jadi? emang Kakak mau ngomong maslah apa?" tanya Husein yang kini berubah kepo dengan apa yang akan di bahas dengan Umik.


"Sudah jangan kepo! mending kamu pergi ke pondok putera. Bukankah hari ini jadwal kamu untuk menjadi imam di masjid." Hasan yang tak ingin Husein tahu tentang apa yang akan dia bicarakan dengan Umik mencari alasan agar Husein segera pergi meninggalkannya berdua dengan Umik.


"Astaghfirullah, ini gara-gara Kakak Aku jadi lupa." Husein baru mengingat jika hari ini adalah jadwal dia untuk jadi Imam di masjid pondok putera.


"Terus kamu ngapain masih di sini?" Husein bertanya dengan nada pengusiran.


"Iya, iya Aku berangkat. Lagian jadi Kakak udah kayak kutub utara, dingin di tambah pedas juga mulutnya, lengkap sudah." Ujar Husein sambil meraih tangan Umik dan mencium punggung tangannya kemudian berlalu tanpa memperdulikan raut wajah Hasan yang mulai terlihat kesal.


"Dasar, Adek sengklek." Gerutu Hasan memandang jengah ke arah Husein yang sedang berjalan keluar rumah.


"Kamu mau ngomong apa, Nak?" tanya Umik sesaat setelah Husein pergi.


"Umik, bolehkah Hasan meminta satu hal pada Umik?" tanya Hasan menunjukkan wajah yang penuh dengan harapan.


"Tumben kamu minta sama Umik, biasanya kamu akan mewujudkan sendiri apa yang kau inginkan," ucap Umik yang terkejut mendengar Hasan meminta sesuatu padanya. Sejak Hasan SMA dia tidak pernah meminta apapun pada Umik ataupun yang lain. Hasan pribadi yang mandiri tak sedikitpun dia mengeluh atau meminta sesuatu pada Umik dan yang lain. Hasan selalu punya cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan tanpa meminta bantuan yang lain.


Kepribadian Hasan yang mandiri menjadikannya seorang pria yang sukses meski berdiri sendiri tanpa bantuan siapapun, tapi sikapnya yang mandiri membuatnya begitu sibuk dengan semua keinginan yang ingin dia capai. Hingga suatu hari Hasan terpikat dengan seorang gadis muslimah teman kuliahnya, gadis cantik, manis dan pintar kepribadiannya juga begitu lembut juga sabar, gadis itu begitu sempurna hanya saja Hasan mendapatkan penolakan saat dia berniat baik meminta sang gadis untuk menjalani taaruf bersamanya. Alasan yang begitu klise di ungkapkan sang gadis saat Hasan mengungkapkan niatnya, ingin mengejar impian dan belum siap menikah adalah alasan yang di berikan oleh sang gadis.


Awalnya begitu sulit bagi Hasan untuk melupakan sosok lembut pengetuk pintu hatinya itu. Hingga bertahun-tahun Hasan hanya menjadi pengagum rahasia ciptaan tuhan yang paling indah itu. Hingga Hasan merasa semua yang dia lakukan terasa begitu sia-sia dan akhirnya Hasan menyerah untuk menunggu ataupun berjuang bahkan Hasan tak lagi menyebut namanya dalam setiap sujud yang biasa dia lakukan.


Hasan benar-benar menyerah meski sebenarnya jauh di dalam hatinya masih ada setitik cahaya harapan jika suatu saat dia akan bertemu dan berjodoh kembali dengan sang gadis. Hingga cinta masa kecilnya kembali mengubah seluruh hidup Hasan, foto yang dulu pernah tersimpan rapi di dalam laci kini kembali menghiasi meja kerjanya, kedatangan cinta masa kecilnya perlahan dapat menghapus semua rasa pada sang gadis.


"Permintaanku kali ini tidak akan terwujud tanpa restu dan persstujuan Umik." Ujar Hasan dengan wajah memelas.

__ADS_1


"Katakan saja permintaanmu Nak, jika Umik mampu, insya allah akan Umik penuhi." Ucap Umik dengan senyum mengembang.


"Umik, bisakah Umik meminang seorang gadis untukku?" Hasan mengungkapkan apa yang menjadi keinginannya itu.


"Gadis?" ucap Umik yang langsung membuka lebar matanya dan menatap lekat ke wajah Hasan saking terkejutnya.


"Iya Umik," jawab Hasan yang saat ini menundukkan kepala melihat reaksi yang di tunjukkan oleh Umik.


Sejenak Umik terdiam, fikirannya melayang terbang tinggi ke benua yang berbeda. Teringat sebuah perjanjian yang pernah dia buat, sebenarnya Umik berharap jika yang berjodoh dengan Hasan adalah Arum. Karena menurut Umik Arum bisa meluluhkan dinginnya sikap Hasan dan perlahan dapat merubah Hasan menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Seperti yang terjadi pada Ilzham dan dirinya.


"Umik, kok diam? apa Umik keberatan dengan permintaan Hasan?" tanya Hasan yang merasa tak mendapat respon dari sang Umik.


"Siapa gadis itu Nak?" tanya Umik tanpa menjawab pertanyaan Hasan.


"Dia adal~" ucapan Hasan terpotong karena kedatangan Ilzham Abinya.


"Abi, duduk sini!" Umik merangkul lengan Abi dan mengajaknya duduk di samping Umik.


"Ada apa Umik?" tanya Abi setelah duduk tepat di samping Umik.


"Hasan anak kita sudah dewasa Abi, gak kerasa ya," celoteh Umik yang sebenarnya membuat Hasan sedikit jengkel karena Hasan takut jika tak segera di selesaikan Husein akan datang.


"Alhamdulillah Umik, itu tandanya kita semakin tua," jawab Abu dengan senyum manis yang bertengger indah di bibirnya.


Sejak menikah dengan Uqi atau Umik, Ilzham atau Abi banyak berubah. Dia jadi lebih ramah tak sedingin sebelumnya. Tapi sayangnya salah satu anak Uai menuruni sifat Sang Ayah.

__ADS_1


"Umik, apa Umik jadi meminangkan seorang gadis untukku?" Hasan yang sudah lelah


"Abi anak kita Hasan pengen nikah," ucap Umik.


"Alhamdulillah, Abi seneng dengernya. Kamu bilang siapa gadis yang bisa memikat hati kamu?" tanya Abi yang langsung pada intinya tanpa ada basa basi.


"Iya Nak, katakan saja siapa namanya Nak!" desak Umik yang mulai penasaran dengan gadis yang ingin di pinang oleh Hasan.


"Gadis itu adalah Arum Umik," akhirnya Hasan dapat mengatakan siapa gadis yang ingin di pinang oleh Hasan.


"Alhamdulillah," ucap Umik spontan, tergambar jelas kelegaan di wajah Umik setelah mendengar pernyataan Hasan yang ingin meminang Arum.


"Apa? Arum?" ucap Ilzham spontan, sikap dan ekspresi Umik jauh berbeda dengan Abi Hasan.


"Iya, memangnya kenapa jika gadis itu Arum Abi?" melihat ekspresi Abi yang terlihat kurang menyukai nama gadis yang di sebutnya membuat Hasan kembali bertanya.


"Tidak apa-apa Sayang," Umik menyela ucapan Abi.


"Ibu sangat setuju jika gadis yang kamu maksud itu Arum, terus kapan kamu siap untuk meminangnya?" tanya Umik yang langsung bertanya soal pinangan yang Hasan lontarkan.


"Kalau soal itu, Aku hanya bisa pasrah dan ikuti keputusan Umik dan Abi," jawab Hasan.


"Alhamdulillah, besok Umik akan terlfon Orang tua Arum." Dengan semangat empat lima Uqi mulai merencanakan banyak hal untuk acara resepsi.


"Jangan terlalu terburu-buru! biarkan mereka taaruf dulu biar saling kenal. Kemudian baru tentukan tanggalnya." Ujar Abi.

__ADS_1


"Aku nurut saja Abi," pasrah Hasan yang memang tak ingin melawan kehendak orang tuanya.


"Abi biar Umik yang akan berbicara dan mengintrogasi calon Hasan. Tapi percayalah! pilihan Hasan kali ini sama dengan pilihan Umik."


__ADS_2