
Acara memasak bareng calon mertua akhirnya selesai, semua menu masakan telah siap di hidangkan untuk makan bersama di pagi hari.
"Hana!" panggil Umik.
"Iya, Umik," sahut Hana menghentikan aktifitasnya menata menu makanan yang tadi sudah di masak.
"Tolong panggilkan yang lain untuk makan bersama!" pinta Umik
"Baik Umik," Hana yang mendengar permintaan Umik langsung pergi meninggalkan dapur menuju tempat ketiga laki-laki penghuni rumah yang lain di tempat biasa mereka berada.
"Arum, kamu mau kemana, Nak?" tanya Umik saat melihat Arum hendak pergi meninggalkan dapur.
"Arum mau balik ke asrama Umik," sahut arum.
"Makanlah dulu! baru kembali ke asrama." Titah Umik pada Arum yang hanya di balas anggukan dan seutas senyum.
Satu per satu anggota keluarga telah datang, duduk di tempat masing-masing tapi ada seseorang yang mengusik hati Arum yaitu kedatangan Huda yang ikut sarapan bersama.
Keheningan terjadi di ruang makan, hanya dentingan sendok yang terdengar tak ada satupun anggota keluarga yang berbicara, semuanya terdiam menikmati makanan yang sudah di siapkan.
"Hasan, Arum, setelah ini kalian di tunggu tante merry di butik. Pergilah ke sana dan pilih gaun mana yang akan kalian pakai!" titah Umik pada kedua insan yang sedang dudu berhadapan di ruang makan.
"Ukhuk, Ukhuk ...." Suasana yang hening terganggu dengan suara batuk Huda yang tiba-tiba.
"Kamu tidak apa-apa, Nak?" ucap Umik yang terlihat sedikit panik melihat Huda yang tiba-tiba batuk.
__ADS_1
"Eh, ti~tidak Umik," jawab Huda dengan senyum manis yang terlihat di wajahnya.
Arum yang terkejut mendengar suara batuk Huda langsung menoleh ke arahnya, terbesit rasa bersalah yang begitu mendalam di diri Arum, tapi sikap berbeda di tunjukkan oleh Hasan yang terlihat kurang suka dengan reaksi yang di tunjukkan oleh Huda.
"Aku tunggu di rumah." Ucap Hasan melenggang pergi meninggalkan meja makan tanpa ada kata lagi.
"Baik, Kak," jawab Arum.
Suasana ruang makan kembali hening hingga Arum berpamitan pergi ke asrama untuk bersiap-siap menyusul Hasan yang sudah menunggunya di rumah.
"Assalamualaikum," ucap Arum berdiri tepat di depan pintu.
"Waalaikum salam, masuklah!" sahut Hasan.
Arum yang melihat suasana kamar di asramanya sepi bergegas menuju rumah Hasan untuk berangkat ke butik.
Perjalanan menuju butik kali ini terasa begitu panjang sepanjang memori kenangan masa lalu, tak ada satupun yang berbicara dan tak ada sepatah katapun terucap.
Hasan hanya diam seribu bahasa, tatapannya lurus menatap jalan raya yang mereka lewati. Tak ada yang memulai pembicaraan karena aura dingin sudah terasa ekspresi datar wajah Hasan tak bisa di artikan.
Satu jam sudah Hasan dan Arum berada dalam satu mobil tanpa ada yang berbicara, kini mobil berhenti tepat di depan parkiran butik tempat keduanya akan mengukur dan memilih gaun pengantin.
"Masya Allah, ini Mas Hasan ya?" Tante Merry yang melihat kedatangan Hasan langsung menodongnya dengan pertanyaan.
"Iya, Tante," jawab Hasan yang sebelumnya sudah pernah bertemu dengan Tante Marry, tapi pertemuan itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu.
__ADS_1
"Ahhh ini pasti Neng Arum calonnya Mas Hasan ya?" tebak Tante Merry menunjuk ke arah Arum yang sedang diam memperhatikan interaksi keduanya.
"Iya, Tante," jawaban yang sama keluar dari bibir Arum.
"Ayo masuk! Tante punya banyak pilihan untuk kalian." ajak Tante Merry yang di ikuti Arum dan Hasan.
-
-
-
-
-
-
-
-
Kakak2 maaf ya updatenya sedikit banget, hari ini author sibuk buanget soalnya kakak sepupu Author menikah. Jadi Author tidak sempat buat 1000 k seperti biasa, ini saja author usahain pakek banget biar bisa update sekalipun sedikit.
Maaf ya kak dan terima kasih untuk semua dukungannya.
__ADS_1
Author selalu merasa bahagia setiap lihat kalian berkomentar apalagi ngasih vote atau like, author benar2 bahagia, lope2 sekebon untuk kaliamπππππππ