Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2
Memilih Perlengkapan Pesta


__ADS_3

Arum hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Hasan, tak ada yang bisa Arum lakukan selain pasrah dan berusaha sebisa mungkin agar Hasan tak melihat atau tahu jika dirinya punya banyak teman laki-laki.


"Setelah ini bagaimana? apa kamu mau lanjut milih gaun atau mau langsung balik ke pesantren?" tanya Hasan sesaat setelah selesai menghabiskan makanan yang ada di meja.


"Kita pilih gaun dulu Kak, kasihan Umik kalau kita batalin rencana milih gaunnya karena rencana ini Umik yang ngatur," jawab Arum.


Semua yang di rencakan hari ini Umiklah yang mengatur termasuk temu janji dengan Merry.


Arum akhirnya memutuskan kembali ke butik untuk memilih gaun yang menurutnya paling bagus dan pas untuk acara resepsi pernikahan yang akan di laksanakan tiga minggu ke depan.


"Kak, apa menurutmu ini bagus?" tanya Arum menunjukkan satu gaun indah berwarna kopi susu.


"Bagus, cobalah!" jawab Hasan.


Arum hanya tersenyum kemudian masuk ke dalam ruang ganti khusus untuk mencoba gaun pengantin dan mencobanya, sepuluh menit berlalu Hasan masih setia menunggu di depan sebuah ruangan yang hanya tersekat oleh tirai berbentuk setengah lingkaran.


Cukup lama Hasan menunggu hingga akhirnya tirai perlahan terbuka, menampakkan seorang gadis dengan gaun pengantin yang menjuntai indah hingga ke lantai.


Hasan terdiam mematung melihat perubahan Arum yang sungguh sangat cantik dengan baju pengantin yang di pakai. Auranya begitu memancar meski belum di rias.


"Kak Hasan!" panggil Arum yang melihat Hasan masih diam mematung menatap Arum yang sudah berdiri dengan baju pengantin yang tadi di pilih.


Ukurannya begitu pas di tubuh Arum padahal sebelumnya Tante Merry tak mengukur badan Arum.


"Eh, i~iya," sahut Hasan gugup.


"Bagaimana bajunya?" Arum meminta pendapat Hasan tentang baju yang dia pakai.


"Cantik," jawaban yang tak selaras dengan apa yang di tanyakan oleh Arum.

__ADS_1


Arum langsung mengerutkan dahi bingung mendengar jawaban Hasan.


"Bajunya bagus apa enggak Kak?" Arum yang bingung kembali bertanya.


"Eh, bagus kok, bagus banget malah pas di pakai sama kamu cantik." Jawab Hasan yang membuat Arum tersenyum manis ke arahnya.


"Kakak juga harus coba jas yang sepasang dengan ini." Ujar Arum.


"Iya, tolong bawakan ponsel dan dompetku." Hasan memberikan ponsel yang sejak tadi di pegang dan mengambil dompet yang ada di saku celananya.


Arum yang di minta untuk memegangkan ponsel juga dompet hanya menerimanya tanpa bertanya.


Sekarang giliran Hasan yang mencoba jas pengantinnya sedang Arum menunggu di tempat Hasan tadi menunggu, menunggu Hasan berganti baju hanya membutuhkan waktu lima menit sungguh waktu yang sangat singkat.


"Wahhh Kakak pantes banget pakai jas itu, ukurannya juga pas." Ucap Arum yang merasa kagum dengan perubahan penampilan yang terjadi pada Hasan, jas yang Hasan pakai bisa pas karena Merry sudah sangat hafal dengan ukuran baju Hasan yang sering sekali memesan baju di butiknya.


Rencana mencoba baju pengantin pun telah usai, kini Hasan dan Arum melanjutkan perjalanan untuk memilih menu apa yang akan mereka berikan dan tempat seperti apa yang akan di buat. Kedua keluarga telah sepakat untuk melaksanakan resepsi di satu tempat yang sama dan akan mengadakannya selama dua hari berturut-urut, hari pertama keluarga Arum yang akan datang sebagai tamu undangan dan di hari kedua giliran keluarga Hasan yang akan hadir.


"Kamu lebih suka melangsungkan resepsi di mana? di gedung, taman atau di pantai?" tanya Hasan sambil melihat-lihat gambar berbagai model dekorasi dengan pemandangan yang berbeda-beda.


"Bagaimana kalau kita mengadakan garden party?" usul Arum.


"Bagus juga, kalau garden party kamu mau merayakannya di mana?" Hasan kembali bertanya.


"Terserah Kak Hasan saja mau merayakan di mana, Aku ikut keputusan Kakak," jawab Arum.


Hadan yang mendengar jawaban Hasan langsung mengambil beberapa gambar dekorasi pesta yang berlatar belakang Taman, dan mulai memilih dekorasi yang menurutnya paling bagus.


"Bagaimana kalau dekorasi pestanya seperti ini?" Hasan kembali menanyakan pendapat Arum sembari menunjukkan satu gambar yang terlihat begitu indah nan elegan.

__ADS_1


"Dekorasinya bagus, Aku suka Kak, tapi kita rayakan di mana?" kini giliran Arum yang bertanya.


"Bagaimana kalau di taman belakang pesantren?" usul Hasan.


"Taman belakang pesantren itu di mana Kak?" tanya Arum yang bingung dengan tempat yang di maksud oleh Hasan pasalnya Arum tak pernah melihat jika di pesantren ada taman.


"Nanti akan aku tunjukkan tempatnya yang terpenting sekarang kamu suka atau tidak dekorasi ini?" Hasan yang tak bisa menjelaskan taman khusus yang dia miliki di belakang pesantren akhirnya memutuskan untuk meminta Arum memilih dekorasinya terlebih dahulu dan dia akan menunjukkan tempatnya setelah sampai di pesantren.


"Baiklah kita pakai dekorasi ini saja Kak," ucap Arum yang juga menyukai pilihan dekorasi yang di tunjukkan oleh Hasan.


"Sekarang kita tinggal memilih menu yang akan di hidangkan," tutur Hasan sembari menunjukkan satu buku tebal yang berisi gambar-gambar makanan di dalamnya.


Keduanya begitu antusias memilih menu yang menurut mereka akan di sukai banyak orang, meski masih belum ada cinta di hati Arum tapi rasa bakti yang dia miliki pada orang tua membuat Arum bisa menerima Hasan di sisinya.


Akhirnya semua kegiatan hari ini terlewati dengan baik meski tadi ada sedikit tragedi yang membuat rencana sedikit terhambat.


"Kak Hasan!" panggil Arum.


"Iya ada apa?" sahut Hasan menghentikan langkahnya yang hendak pergi meninggalkan Arum.


"Kapan Kakak akan nunjukin tamannya?" tanya Arum.


"Bagaimana kalau besok setelah belajar?" usul Hasan.


"Baiklah, besok kita lihat tamannya setelah belajar," jawab Arum yang setuju dengan usulan Hasan.


"Kalau begitu Aku balik ke rumah dulu. Jaga diri baik-baik!" pesan Hasan sebelum berjalan menjauh meninggalkan Arum yang masih berdiri di depan kantor pondok putri.


Arum yang melihat Hasan telah pergi menuju rumahnya yang berada tak jauh dari kantor langsung mengayunkan kakinya menuju asrama, hari ini sungguh melelahkan dan dia berencana untuk beristirahat sebentar sebelum waktu sholat ashar tiba, Arum baru kembali jam setengah dua di mana kebanyakan santri formal masuk ke kelas masing-masing. Hanya ada beberapa santri salaf yang sedang duduk menikmati cuaca panas siang ini, dan ada banyak pula santri salaf yang memilih tidur untuk mengistirahatkan diri sebelum mengikuti kegiatan kembali setelah sholat ashar.

__ADS_1


__ADS_2