
"Arum, sekarang beritahu kami siapa yang akan kamu pilih?" tanya Hasan.
Arum hanya bisa terdiam mematung tanpa bisa berkomentar, fikirannya sungguh kacau setelah mendengar pengakuan kedua laki-laki yang ada di hadapannya itu.
"Arum," Hasan kembali memanggil Arum yang hanya diam tanpa ekspresi.
"Eh i~iya, kenapa Kak?" tanya Arum.
"Siapa yang akan kamu pilih di antara kami? Aku atau Dia Kakaku?" kini giliran Husein yang bertanya.
"Aku masih belum bisa memberi jawaban sekarang, bisakah kalian memberiku waktu untukku berfikir?" Arum yang masih bingung untuk memilih akhirnya hanya bisa meminta waktu untuk berfikir tanpa bisa memberi jawaban.
"Baiklah, kami tidak akan memaksa. Fikirkan baik-baik! setelah itu kamu bisa memberi jawaban yang menurutmu terbaik." Ucap Hasan.
Arum yang saat ini merasa begitu canggung berada di antara kedua laki-laki yang menyatakan perasaannya secara bersamaan berniat untuk segera pergi meninggalkan ruang keluarga di mana mereka duduk saat ini.
"Jika seperti itu, Aku permisi dulu. Assalamualaikum," pamit Arum.
"Waalaikum salam," jawab keduanya hampir bersamaan.
Arum yang sudah mendengar sahutan persetujuan langsung berdiri melenggang pergi meninggalkan kedua laki-laki yang ada di hadapannya.
'Huh? sungguh membuatku canggung. Mimpi apa Aku semalam sampai mendapat dua pernyataan cinta sekaligus.' Batin Arum.
__ADS_1
Arum terus saja berjalan menuju Asrama dengan fikiran yang masih berkecambuk antara senang bingung dan kaget.
'Bagaimana Aku bisa memilih di antara kedua laki-laki itu jika Aku masih memilki kekasih di Australia?' lama Arum berfikir kini ingatannya kembali pada seorang laki-laki yang sedang berada jauh di sana, tepatnya di Australia.
Seorang laki-laki yang sudah menemaninya selama setahun, laki-laki yang berstatus kekasihnya itu. Meski sebenarnya Arum tak memiliki perasaan padanya tapi bagaimanapun dia harus memikirkan cara untuk mengakhiri hubungannya dengan alasan yang tepat.
Arum memang memiliki seorang kekasih di Australia, dia adalah Nur Huda. Seorang laki-lakiasli indonesia yang sedang menuntut ilmu di negeri kanguru, dia seorang laki-laki yang sopan, baik dan agamis. Arum mengenalnya saat dia sedang mengaji di masjid dan mulai akrab saat Arum bergabung dalam sebuah organisasi islam di sana dan kebetulan Huda yang menjadi ketua organisasi.
Sebuah organisasi yang di bentuk di sebuah kampus, meski Arum masih SMA tapi dia bisa bergabung karena kecerdasan dan perasaan sayang yang di miliki Huda untuknya.
Awalnya mereka tak sengaja bertemu di sebuah masjid dimana Arum tengah mengaji dengan merdunya, Huda yang baru saja selesai menjalankan ibadah sholat tak sengaja mendengar suara merdu Arum yang sedang mengaji, membuat rasa kagum dalam diri Huda langsung muncul.
Saat itu juga Huda memberanikan diri untuk mendekat dan mencoba berkenalan dengan Arum, setelah mengenal dan bertanya tentang siapa Arum membuat Huda semakin kagum, seorang gadis yang tinggal di Australia selama bertahun-tahun masih mampu membentengi diri dari pergaulan dunia luar yang begitu bebas, meski tak memakai hijab tapi baju yang di pakai Arum tak pernah kekurangan bahan seperti gadis-gadis kebanyakan.
Arum yang mengerti jika Huda berasal dari indonesia menerimanya dengan baik ajakan untuk berteman. Dan sejak saat itu mereka mulai dekat dan tak di sangka Huda mengungkapkan isi hatinya, bukan hanya sekali tapi berkali-kali hingga membuat Arum tak tega dan menerimanya meski dalam hatinya dia tak pernah memiliki perasaan yang lebih dari seorang teman, tapi Arum terus belajr mencintai Huda sampai saat ini.
Umik Uqi sedang asyik menyisir rambut setelah mandi, sedikit berias demi menyambut sang suami yang sebentar lagi akan pulang dari masjid. Di tengah-tengah kesibukannya terdengar suara dering ponsel yang sejak tadi tergeletak di atas meja rias tak jauh dari tempatnya duduk.
Kring ... kring ... kring ....
Tanpa basa basi Umik langsung menyambar dan melihat siapa yang menelfonnya.
"Assalamualaikum Fi, bagaimana hasilnya?" tanpa basa basi Umik langsung bertanya hasil karena sejak Fia berkata akan membicarakan soal lamaran Hasan untuk Arum, Umik terus saja tak tenang memikirkan kapan dia bisa segera ke rumah Arum dan mengikat gadis itu untuk Hasan.
__ADS_1
Meski sudah tahu jika Fia pasti menerima pinangan Hasan, tetap saja Umik merasa tak tenang sebelum keduanya benar-benar resmi dan saling terikat satu sama lain.
"Waalaikum salam," jawab Fia.
"Sabar sedikit kenapa sih Uqi? Aku baru aja mendengar suara kamu, bukannya nanya kabar malah langsung di todong pertanyaan gak sabaran banget sih calon besanku ini." Ucap Fia yang sedikit greget dengan sikap Umik Uqi yang terdengar tak sabaran.
"Fi, Aku udah gak sabar banget buat ngeresmiin mereka berdua, kamu tahu sendiri sejak awal Aku mendengar kamu hamil lagi dan akan punya anak cewek Aku sudah meminta padamu jika dia sudah besar akan Aku jadikan mantu." Jelas Umik.
Sejak awal memang Umik yang ngotot ingin menjodohkan keduanya, setelah hubungan Fia dan Kak Arif gagal dia masih ingin menjadikan Fia saudara. Dan menikahkan anak mereka adalah pilihan satu-satunya.
"Sama Uqi, Aku juga. Kemarin Aku sudah bicarain sama Ayah Arum dan Kakaknya, merka bilang jika lebih baik acaranya di laksanakan awal bulan depan dan Aku juga butuh waktu untuk memberi penjelasan pada Arum. Meski dia tidak akan menolak permintaanku tapi setidaknya dia juga harus tahu jika Aku dan Ayahnya sudah merencanakan sebuah acara untuknya." Jelas Fia.
"Kamu benar Fi, Aku juga akan memberi pengertian untuk Hasan anakku." Umik mengingat kembali saat Hasan menanyakan lagi rencana pinangan yang akan dia lakukan.
"Pengertian bagaimana maksudnya Uqi?" tanya Fia yang tak mengerti tentang pengertian yang di ucapkan Uqi.
"Anakku Hasan yang biasanya pendiam dan tak pernah banyak meminta. Kemarin secara tiba-tiba menemuiku dan Abinya meminta dan menanyakan kembali pinangan yang di ajukan pada kami. Sepertinya anakku itu sudah tergila-gila pada anakmu." Jelas Uqi yang membuat Fia tersenyum bahagia.
"Alhamdulillah, Aku begitu bahagia mendengarnya. Setidaknya dia akan memiliki suami yang begitu menyayanginya, Aku semakin yakin untuk menikahkan keduanya." Ujar Fia yang saat ini merasa begitu bersyukur jika Hasan memang memiliki perasaan pada Arum.
Fia yang sudah mengenal Hasan sejak kecil begitu yakin jika Arum akan bahagia bila bersanding dengan Hasan.
Hasan yang terkenal bertanggung jawab, penyayang dan penuh perhatian juga pengertian meski sikapnya juga di kenal dingin tapi sifat lain yang ada pada dirinya mampu mengalahkan sikap dingin yang di miliki Hasan.
__ADS_1
"Baiklah, Aku akna mengabari Abinya Hasan. Oh ya awal bulan depan itu tepatnya tanggal berapa?" tanya Umik memastikan kapan dia bisa meminang Arum untuk Hasan.
"Sebelum tanggal dua bulan depan, Kami sekeluarga akan pulang ke indonesia dan ada di sana pas tanggal dua, jadi kamu bisa memulai acaranya tanggal dua." Jawab Fia dengan penuh semangat membayangkan putrinya akan bersanding dengan putera sahabatnya.