Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2
Masak Nasi Goreng Berdua


__ADS_3

"Syei'!" panggil Hasan dengan nada manja.


Sejak mereka menikah sikap Hasan semakin manja dan jauh berbeda dari biasanya, tapi entah mengapa Arum justru merasa senang karenanya.


"Ada apa lagi Bi?" sahut Arum berjalan menghampiri Hasan yang duduk di ujung tempat tidur.


"Syei', main yuk!" ajak Hasan dengan ekspresi wajah penuh kabut dan hasrat.


"Bukannya barusan udah Bi," jawab Arum merasa heran dengan suaminya yang terlihat tak pernah lelah itu.


"Abi pengen lagi Syei'," bisik Hasan dan Arum hanya bisa pasrah dengan apa yang di lakukan oleh Hasan.


Hasan memang begitu pintar membuat Arum di mabuk kepayang, setiap sentuhan dan gerakan yang di lakukan oleh Hasan sukses membuat hasrat Arum yang semula memudar kembali bangkit. Pelan tapi pasti dan begitu lembut Hasan menyentuh setiap jengkal bagian tubuh Arum. Keduanya terlena oleh surga dunia yang bisa mereka rasakan hingga mereka berada di puncak kenikmatan.


Cup


"Terima kasih istriku tersayang," ujar Hasan setelah memberikan satu kecupan sayang di kening Arum yang kini merebahkan badan di sampingnya.


"Syei'!" Hasan kembali memanggil nama Arum.


"Abi, kalau sekarang Abi manggil karena minta lagi Arum gak kuat Bi," sahut Arum dengan mata yang tertutup.


"Bukan, aku cuma mau bilang lusa aku harus berangkat ke jogja buat ngurusi cabang restauran yang ada di sana." Ujar Hasan.


"Restauran, bukankah yang bertanggung jawab mengurus restauran itu Husein? kenapa jadi Abi yang harus berangkat?" tanya Arum merasa heran dengan apa yang di ucapkan oleh suaminya itu.


"Husein gak bisa pergi Syei', dia lagi nikmati hari-hari jadi pengantin baru. Jadi untuk sementara waktu aku akan gantiin dia jika ada pekerjaan yang penting di luar kota." Jelas Hasan.


"Bukankah akan lebih menyenangkan kalau Husein pergi ke Jogja bareng Zahra biar mereka sekalian bulan madu." Arum masih saja belum terima jika Hasan harus pergi ke Jogja.


"Ide kamu boleh juga, bagaimana kalau besok kita saja yang pergi? bukankah dari awal kita nikah sampai sekarang kita belum pernah bulan madu?" Hasan mengungkapkan ide yang muncul di otaknya.

__ADS_1


"Bukankah Abi berencana ke Australia? kenapa sekarang berubah jadi ke Jogja?" Arum kembali mengutarakan apa yang mengganjal di hatinya.


"Syei' ke Australia itu butuh banyak waktu dan Abi tidak bisa pergi terlalu lama kecuali jika anak-anak santri pulang ke rumah untuk liburan, baru Abi bisa temenin kamu berangkat ke sana," Hasan kembali menjelaskan alasan dirinya tak bisa seenaknya pergi ke luar negeri sembarangan.


Arum terdiam setelah mendengar penjelasan Hasan, jauh fikirannya melayang memikirkan apa yang akan dia jawab, sebenarnya Arum juga ingin pergi ke Jogja karena sebelumnya dia tidak pernah pergi ke sana, tapi Arum juga bingung karena Hasan pergi ke Jogja bertujuan untuk kerja, Arum khawatir jika Hasan akan sibuk bekerja dan tak menghiraukannya nanti.


"Kenapa kamu malah diem Syei'?" tanya Hasan mengubah posisi tidurnya menghadap ke arah Arum.


"Aku cuma lagi mikir aja Bi, mau menerima tawaran Abi atau menolaknya," jawab Arum dengan pamdangan fokus ke depan.


"Kenapa harus di fikir segala Syei'? tinggal jawab iya terus kita berangkat atau kalau kamu kurang suka tinggal bilang aja tidak, gampang Kan Syei'," seru Hasan tanpa memikirkan yang lain. Dia hanya berkata apa yang dia fikir dan rasakan.


"Aku takut entar malah di tinggal-tinggal sama Abi kalau sudah sampai di sana." Jujur Arum.


"Aku cuma sebentar kok Syei', mungkin cuma sehari atau dua hari saja sibuknya setelah itu aku free dan kita bisa jalasn-jalan." Tutur Hasan.


"Baiklah, lusa kita pergi ke Jogja." Ucap Arum setelah berfikir begitu panjang dia memutuskan untuk ikut pergi bersama Hasan ke Jogja.


"Tidur Bi! sudah malam," seru Arum setelah melirik Hasan yang tak kunjung tidur malah senyum-senyum tak jelas menatap langit-langit kamar.


Hasan langsung membalikkan badan menghadap ke arah Arum dan memeluknya setelag mendengar seruan Arum.


"Ishhh Abi, jangan kenceng-kenceng! engap Bi," keluh Arum karena Hasan terlalu kencang memeluknya.


"Sudah jangan bergerak! kamu bisa bangunkan si junior jika terus bergerak," sahut Hasan sukses membuat Arum diam mematung tak bergerak.


Malam sunyi nan petang telah berganti oleh pagi yang terlihat begitu cerah, mentari muncul dengan sinarnya memberi kehangatan untuk setiap penghuni bumi.


"Pagi Syei'!" sapa Hasan saat sampai di dapur dan melihat sang istri tengah sibuk membuat kopi untuknya.


Cup

__ADS_1


Satu kecupan sayang mendarat indah di kening Arum yang berdiri tepat di samping Arum.


"Minum dulu kopinya!" ujar Arum menggeser kopi yang sudah siap ke depan Hasan duduk.


"Terima kasih," sahut Hasan dan Arum hanya tersenyum manis sambil mengangguk sebagai jawaban.


"Sama-sama Bi," ucap Arum kemudian berjalan menuju lemari es dan mencari bahan masakan yang bisa dia masak.


"Bi, stok makanan di kulkas habis, aku harus masak apa untuk sarapan hari ini?" tanya Arum setelah melihat kulkas yang biasanya penuh dengan makanan kini terlihat kosong, hanya ada beberapa sosis, satu telor dan satu ikat sawi.


"Kalau begitu kita pergi belanja saja sekarang, ayo berangkat!" ajak Hasan.


"Tidak usah Bi! tanggung kalau kita belanja sekarang, bukankah besok kita pergi ke jogja," Arum mengingatkan rencana yang sudah di susun semalam.


"Terus sekarang bagaimana? kamu mau masak apa? atau kita makan di luar saja?" tawar Hasan.


"Sebentar Bi," Arum berjalan melihat nasi di magic com.


"Kalau aku masakin nasi goreng bagaimana Bi?" usul Arum saat melihat ada cukup banyak nasi di sana.


"Boleh juga, ayo kita masak!" jawab Hasan.


"Loh, Abi mau ke mana?" Arum kembali bertanya setelah mendengar jawaban Hasan dan melihat Hasan berjalan mendekat ke arahnya.


"Abi mau bantuin istri Abi yang paling cantik ini." Jawab Hasan, Arum yang mendengar jawaban Hasan langsung terdiam.


"Lah, kenapa jadi diem gitu?" sambung Hasan saat melihat Arum hanya diam tanpa bergerak.


"Gak apa-apa Bi, ayo kita masak!" jawab Arum yang langsung menunjukkan ekspresi penuh semangat ke arah Hasan sambil berjalan menuju kulkas untuk mengambil bahan pelengkap lainnya.


Keduanya memasak nasi goreng dengan kompak dan penuh cinta membuat siapapun yang melihatnya iri, sungguh pasangan yang sangat romantis dan saling melengkapi. Arum dengan lihainya meracik bumbu dan Hasan yang menghaluskan keduanya bekerja sama dengan baik hingga nasi goreng ala keduanya selesai di masak dan siap di santap.

__ADS_1


__ADS_2