
Hasan berdiri menatap sekitar mencari keberadaan Arum yang sejak tadi ada di pinggir pantai. Terlihat Arum masih betah bermain di pinggir pantai duduk di atas pasir menikmati indahnya pemandangan di tepi laut.
"Khem," suara deheman Hasan mengejutkan Arum yang sejak tadi diam menatap lurus ke depan.
"Kak Hasan," jawab Arum mendongakkan kepala melihat ke arah Hasan berdiri.
"Kamu sedang apa?" tanya Hasan ikut duduk di samping Arum dengan jarak sekitar satu meter dan Irfan yang sejak tadi mengekor di belakang Hasan juga ikut duduk di belakang keduanya.
"Pemandangan di pantai malam hari begitu indah dan Aku menyukainya," jawab Arum dengan senyum yang mengembang tanpa memalingkan wajah.
"Apa kamu suka berada di sini?" Hasan kembali bertanya.
"Lumayan," jawab Arum singkat.
Keduanya terdiam memandang indahnya laut di malam hari dengan suara deburan ombak yang menjadi pelengkapnya.
"Sudah malam, masuklah! udara malam tidak baik untukmu," ucap Hasan dengan tatapan yang tak pernah beralih dari Arum.
"Baiklah, Aku masuk dulu. Kakak juga masuklah udara malam juga tak baik untuk Kakak." Arum menoleh ke arah Hasan dengan senyuma mengembang.
"Hmm, kamu masuk dulu! setelah itu Aku akan menyusulmu." Ujar Hasan dengan senyum yang tak kalah mengembang dari Arum.
Arum berjalan masuk ke dalam Villa menjauh dari Hasan yang masih setia duduk dengan tatapan lurus ke arah Arum.
'Semoga kamu memang terbuat dari tulang rusukku,' batin Hasan.
"Masya Allah," ucap Arum sesaat setelah masuk ke dalam kamar yang di sediakan Hasan untuknya.
__ADS_1
"Sungguh pemandangan yang indah," Arum kembali takjub saat masuk ke dalam kamar, dia melihat pemandangan laut yang terpampang jelas dari jendela besar di kamar Arum, kebetulan sejak tadi Arum tak menutup gordennya karena saking antusiasnya belajar memakai pasmina Arum tak menoleh sedikitpun ke arah jendela.
Klik ....
Suara saklar lampu di pencet oleh Arum, memberi suasana yang semakin berbeda. Pemandangan laut semakin terlihat jelas saat lampu di matikan.
Arum berjalan masuk ke dalam kamar mandi mengganti baju yang sudah kotor dengan beberapa pasir yang menempel di baju juga badannya.
Usai mengganti baju yang lebih nyaman dan bersih Arum kembali mendekat ke arah jendela, kebetulan tepat di depan kaca ada sofa panjang yang menghadap keluar jendela.
Tanpa banyak berfikir Arum langsung merebahkan badannya di sofa setelah mengambil bantal dan selimut. Sofa yang Arum tempati saat ini lumayan lebar jadi cukup jika hanya dia yang tidur di sana.
"Ahh Aku sungguh bahagia bisa berada di sini menikmati indahnya laut." Gumam Arum sembari mencari kenyamanan untuknya tidur.
Malam semakin larut, sunyi semakin terasa membuat mata Arum perlahan terserang kantuk dan terpejam, hingga Arum terlena dan terbawa masuk ke alam mimpi. mimpi yang indah. Perlahan namun pasti Arum mulai terlelap dalam tidurnya.
******
Hasan sudah siap dengan setelan baju santai yang melekat di badannya, hari ini Hasan sudah berencana ingin mengatakan segalanya pada Umik, dan segera mempercepat rencana yang sudah di susun matang oleh Arum.
Hasan yang saat ini memakai sarung dan kaos oblong biasa membuat aura Hasan semakin memancar tak seperti biasanya.
Arum juga baru saja keluar dari kamar langkahnya terhenti saat melihat kedatangan Hasan.
'Wahh Hasan terlihat makin mempesona jika memakai style seperti itu,' batin Arum.
Karena terlalu fokus menatap Hasan membuat satu pelayan yang tadi menemaninya menjadi gemas dan mencolek pundak Arum agar Arum segera sadar dan kembali melangkah menuju meja makan, sebelum Hasan mengetahui jika Arum sedang terpaku menatap ke arahnya.
__ADS_1
"Silahkan berjalan Nona," tegur sang pelayan.
Arum yang mendengar ucapan pelayan segera mengumpulkan kesadaran dan kembali berjalan menuju ruang makan di mana Hasan sudah siap dengan berbagai menu seafood yang sudah di siapkan para pelayan.
Arum duduk tak jauh dari tempat Hasan duduk menatap takjub ke arah meja makan, bukan karena banyaknya menu yang tersedia tapi lebih pada menu apa yang ada di sana. Sungguh Arum merasa benar-benar takjub.
"Pilihlah menu mana yang kamu suka!" titah Hasan sambil mengambil beberapajenis ikan dan nasi.
"Iya, Kak," jawab Arum sambil mengikuti apa yang di lakukan Hasan, mengambil beberapa lauk yang di sukainya.
Sarapan pagi ini begitu tenang hanya dentingan sendok yang terdengar menggema di ruangan, meski begitu Arum tetap menikmati Arum semakin senang saat Hasan memberinya sebuah hadiah.
"Arum," panggil Hasan setelah selesai makan.
"Iya, Kak," sahut Arum.
"Siapkan dirimu! sebentar lagi kita akan pulang kembali ke pesantren." Titah Hasan melangkah menjauh dari tempat Arum berdiri.
"Padahal Aku masih ingin di sini. Tapi ya sudahlah nanti dari pada harus lihat harimau marah mending Aku balik ke kamar lagi."
-
-
-
-
__ADS_1
-
Maaf upnya hari ini dikit banget Author masih sibuk .