
"Hey yang ngajak ke sini siapa? mana ada kencan gak modal kayak gitu," Zein kembali memulai perdebatan.
"Ifan!" panggil Husein saat melihat Ifan berjalan menghampiri ketiganya setelah memarkirkan mobil.
"Iya Mas Husein, ada bisa saya bantu?" sahut Ifan yang tadi langsung berlari menghampiri Husein agar dia lebih cepat sampai.
"Beliin calon Adek ipar gue makanan apapun yang dia pengen! dan satu lagi kalau bisa bawa jauh-jauh biar gak bisa gangguin aku dan Zahra." Titah Husein yang mendapat anggukan dari Ifa.
"Baik, Mas Husein," jawab Ifan.
"Enak aja loe mau berduaan, tunggu aja gue bakal ganggu loe lagi kalau keinginan gue udah terpenuhi." lirih Zein dengan senyum devilnya dia menatap Husein tanpa berbicara ataupun membalas ucapan Husein.
"Mari saya antar Mas Zein," Ifan mengajak Zein pergi sedikit menjauh menuju deretan stand yang sudah ada di depan mata.
Zein yang merasa benar-benar lapar langsung berjalan mengikuti langkah Ifan sang Asisten calon Adik iparnya. Zein membeli semua makanan yang dia inginkan juga beberapa makanan kesukaan sang adik, tak lupa juga makanan kesukaan Zein yang tak luput ikut di belinya. Berbeda dengan Zein yang sibuk memilih makanan Husein malah memanfatkan kesempatan yang ada untuk mengobrol bersama Zahra dan berusaha mengenalnya lebih dalam lagi.
"Apa kamu masih kuliah Sayang?" tanya Husein, yang kini merubah panggilannya, sedang Zahra yang mendengar kata sayang keluar dari bibir Husein membuat pipinya bersemu merah karena malu.
__ADS_1
"Boleh Kan aku panggil kamu sayang kalau kita cuma berdua saja?" Husein kembali bertanya karena Zahra sama sekali tak memberinya respon.
"Boleh Kak," jawab Zahra dengan kepala yang masih menunduk.
"Untuk saat ini aku hanya bisa memanggilmu sayang saat kita hanya berdua saja, tapi jika nanti sudah sah dan kamu sudah jadi istriku maka aku akan terus memanggilmu sayang di manapun dan kapanpun," ujar Husein mencoba mengambil hati Zahra.
"Oh ya kamu belum jawab pertanyaanku," Husein mengingatkan Zahra yang belum menjawab pertanyaanya.
"Pertanyaan yang mana Kak?" tanya Zahra yang tak mengerti dengan pertanyaan yang di maksud oleh Husein.
"Apa kamu masih kuliah atau sudah lulus?" tanya Husein.
"Ada apa? ceritakan saja padaku!" sahut Husein yang kini sudah mai menajamkan telinga untuk mendengarkan setiap kelub kesah yang ada di hati Zahra.
"Jika kuta menikah bulan depan, apa Kak Husein masih mengizinkanku untuk melanjutkan kuliahku yang sebenarnya hanya tinggal beberapa bulan saja?" dengan perasaan harap-harap cemas Zahra mulai bertanya tentang kegelisaan yang dia rasakan beberapa minggu setelah hari pertunangan itu.
"Aku tidak akan menghalangi pendidikan yang sudah kamu jalani Sayang, dan satu lagi yang harus kamu ingat! sebagai sepasang kekasih ataupun suami istri kita harus saling terbuka dalam hal apapun itu, baik masalah ataupun kesalahan yang kita buat. Pondasi terkuat dalam suatu hubungan itu ada tiga hal yang harus selalu kuta terapkan!" Husein memberi jeda pada ucapannya, mengambil nafas dan mengeluarkannya perlahan.
__ADS_1
"Tiga hal? apa saja itu Kak?" Zahra yang mendengar petuah dari sang calon suami langsung mengalihkan pandangannya yang sejak tadi menatap lurus ke arah danau kini menatap lekat ke arah Husein yang justru salah tingkah karena di tatap oleh Zahra.
"Yang pertama kesetiaan, kita harus bisa menjaganya seberat apapun ujian yang akan kuta lalui nanti aku harap kamu akan tetap setia menemaniku, karena dalam pernikahan bukan hanya soal surga dunia atau cinta yang di rasakan oleh kedua pasangan tapi sejatinya pernikahan itu sebuah perjalanan untuk kita menuju ridhonya, dan terus bersama hingga akhir hayat dengan harapan kita tetap akan bersama di akhirat juga. Perjalanan hidup itu tak selalu lurus Zahra begitu pula dalam membangun rumah tangga akan ada banyak ujian yang datang di dalamnya, dan aku harap kamu akan selalu setia mendampingiku sekalipun kelak kamu akan menemukan sifatku yang mungkin tidak kamu sukai," Husein menjelaskan hal pertama yang haru di jaga dan di terapkan dalam rumah tangga.
"Zahra juga berharap Kak Husein bisa terus setia meski kelak Kakak akan menemukan kekurangan ataupunsifat buruk Zahra nanti." Sahut Zahra.
"Kita ini manusia Zahra, sudah kodratnya kita yang tidak sempurna ini memiliki kekuranga, makanya kita hidup berpasang-pasangan untuk saling melengkapi bukan saling mencari kekurangan masing-masing." Jelas Husein membuat senyum bahagia terbit di bibir Zahra yang merasa semakin yakin menjadikan Husein sebagai imam dalam keluarga yang akan di bangun nanti.
"Aku setuju dengan penjelasan Kakak, terus hal yang kedua apa Kak?" Zahra kembali bertanya.
"Hal yang kedua keterbukaan, apapun yang terjadi masing-masing dati kita harus saling terbuka, menceritakan segala sesuatu yang mengusik atau mengganggu dalam hubungan kita nanti, baik kamu maupun aku harus saling terbuka, kita akan saling cerita dan mencari solusinya bersama-sama, jangan sampai ada rahasia di antara kita yang bisa menimbulkan keretakan dalam suatu hubungan," Husein menjelaskan hal kedua yang harus di terapkan dan di jaga dalam suatu hubungan.
"Kak Husein benar, keterbukaan masing-masing pasangan akan membuat keduanya langgeng karena tak ada lagi rahasia di antara keduanya, karena mengetahui rahasia pasangan kuta dati orang lain itu akan lebih menyakitkan dari pada kita tahu langsung dari orangnya," Zahra mengutarakan pendapatnya yang setuju dengan ucapan Husein.
"Dan yang ketiga apa Kak?" sambung Zahra yang masih penasaran dengan hal ketiga yang harus di terapkan.
"Yang ketiga adalah rasa saling percaya pada pasangan, tiga hal ini memang saling berhubungan tapi jika salah satu di antara ketiganya tidak kita terapkan atau kuta langgar maka kehancuran sebuah hubungan akan terjadi, kebanyakan dari mereka yang bercerai atau putus saat pacaran mereka melanggar tiga hal yang sudah kakak sebutkan, dan Kakak harap setelah mengatakan semuanya kamu bisa menjaga juga menerapkan tiga hal tadi dalam rumah tangga kita kelak, dan ingatkan aku juga jika nanti aku melanggar salah satu dari ketiganya!" jelas Husein membuat Zahra menganggukkan kepala mengerti.
__ADS_1
"Dan Kak Husein jyga harus mengingatkan Zahra jika suatu saat nanti Zahra melanggar tigal hal yang harusnya Zahra jaga," sahut Zahra membuat Husein merasa begitu lega dan senang karena dia memang tak salah memilih calon istri.