Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2
Ketika Mantan Bertemu Kembali


__ADS_3

Pagi ini Bunda Fia sudah siap untuk pergi menuju rumah Ummah, mertua besan sekaligus sahabatnya Uqi.


"Ayah, ayo buruan! nanti kita kesiangan." Ajak Bunda Fia yang sejak tadi sudah rapi dengan abaya hitamnya.


"Sebentar Bunda," sahut Arif sambil merapikan baju yang sudah dia pakai.


Bunda Fia merasa sedikit bosan menunggu Rifki sejak tadi belum selesai bersiap, dia akhirnya memutuskan untuk pergi menemui Oma yang juga sedang menunggu di ruang tamu.


"Oma," sapa Bunda Fia saat sampai di ruang tamu.


"Kenapa kalian lama sekali?" keluh Oma yang sebenarnya juga merasa bosan menunggu Dia dan Rifki bersiap sejak tadi.


"Gak tau Oma, Mas Rifki sejak tadi bersiap di kamar mandi belum selesai-selesai," Fia mengungkapkan unek-unek yang ada di hatinya.


"Aku sudah siap Oma, ayo berangkat!" Rifki yang baru saja sampai di ruang tamu langsung mengajak kedua wanita beda generasi di ruang tamu untuk berangkat sebelum ada ceramah panjang terdengar di telinganya.


"Kamu habis ngapain aja? kenapa lama sekali bersiapnya?" tanya Oma.


Meskipun Rifki sudah berusaha menghindar tetap saja dia harus menghadapi pertanyaan sang Oma.


"Tadi Rifki sakit perut Oma, jadi agak lama di kamar mandi," jawab Rifki.


Ketiganya berangkat menuju pesantren untuk melayat dengan tujuan menjenguk keadaan Uqi sekaligus meng menghiburnya. Bunda begitu antusias ingin pergi ke rumah Ummah bukan hanya ingin segera bertemu Uai dan menghiburnya, tapi Bunda Fia juga sudah tak sabar ingin bertemu Putri kesayangannya Arum.


"Assalamualaikum," ucap Bunda Fia sesaat setelah sampai di teras rumah Ummah.


"Waalaikum salam," jawab Abi Ilzham yang kebetulan sedang berada di teras menemani para tamu.


"Masya allah Fia, Oma, masuklah!" sambut Abi Ilzham dengan senyum ramah yang di tampilkan sebaik mungkin untuk menutupu rasa sakit setelah kehilangan.

__ADS_1


"Aku turut berduka cita ya Mas Ilzham, yang tabah," sahut Bunda Fia.


"Iya, terima kasih sudah datang menjenguk," ujar Abi Ilzham.


"Bagaimana kabarmu Zham?" kali ini suara seorang laki-laki yang paling di waspadai juga pernah menjadi suara yang paling di benci oleh Ilzham terdengar datang menghampiri.


"Alhamdulillah, baik," jawab Abi Ilzham dengan senyum yang di buat sebiasa mungkin, meski Rifki sudah bersama dengan Fia dan memiliki anak tapi peltikan api cemburu masih saja timbul meski hanya setitik.


"Kabarmu bagaimana?" sambung Abi Ilzham.


"Alhamdulillah, baik juga, aku turut berduka cita ya atas kepergian Ummah. Semoga beliau di terima dan di beri tempat terindah di sisinya," ucap Rifki sembari mengikuti langkah Abi Ilzham yang kini duduk di teras rumah bergabung dengan yang lain.


"Amin, terima kasih do'anya, ayo duduk dan makan dulu hidangannya!" ajak Abi Ilzham mengambil satu toples makanan dan memberikannya pada Rifki.


Di sisi lain Ayah dan Ibu Huda juga sedang dalam perjalanan menuju rumah Ummah untuk melayat.


"Assalamualaikum," ucap Imah yang kini juga baru sampai dan berada di teras rumahnya.


Kali ini Rifkilah yang waspada mengingat jika Arif adalah mantan pacar sang istri yang harus terpisah karena di jodohkan dengannya, sungguh keadaan yang membuat kewaspadaan wajib di lestarikan mengingat jika mantan dari pasangan mereka masing-masing kini menjadi besan sekaligus saudara.


"Kak Imah, Kak Arif, Ibu dan Ayah ke mana?" melihat kehadiran keduanya membuat Abi Ilzham bertanya di mana Ayah dan Ibu dari sang istri tak terlihat.


"Ayah dan Ibu sedang tidak enak badan, merwka sedang istirahat di rumah," jawab Arif.


"Astaghfirullah, apa mereka baik-baik saja?" tanya Abi Ilzham dengan wajah cemasnya yang terlihat jelas di wajah Abi Ilzham.


"Alhamdulillah mereka baik hanya sedikit tak enak badan," jawb Arif.


"Kakak mau masuk apa di teras bersama yang lain?" Abi Ilzham yang sangat tahu jika sang Istri pasti akan merasa senang saat bertemu dengan sang Kakak.

__ADS_1


"Uqi ke mana?" bukannya menjawab Arif malah bertanya keberadaan sang Adik kesayangan.


"Dia ada di ruang keluarga menemani para tamu." Jawab Abi Ilzham.


"Kamu bisa kembali menemani para tamu. Biar Kakak masuk sendiri dan menemui Uqi. Kamu lanjutkan saja menemani para tamu!" titah Arif yang kini sangat mengerti dengan keadaan yang terjadi di sekitarnya.


"Baiklah, Kakak langsung masuk saja." Jawab Abi Ilzham mempersilahkan sang Kakak Ipar masuk ke dalam rumah, dan Rifki yang melihat mantan pacar sang istri masuk ke dalam rumah, dia langsung berdiri masuk ke dalam rumah dengan langkah lebar tanpa menunggu Abi Ilzham untuk meminta izin padanya. Rifki nyelonong masuk dan mencari keberadaan Fia.


Dengan langkah tergesah-gesa Rifki mengamati setiap sudut ruangan mencari keberadaan sang istri yang entah di mana dia berada. Dan apa yang dia dapatkan nihil, ternyata sang istri tak lagi bersama keluarga Abi Ilzahm.


"Mas Rifki mau ke mana?" tanya Uqi dengan ekspresi wajah anehnya melihat Rifki yang saat ini terlihat kelimpungan.


"Aku mau nyari Fia, apa kamu melihatnya?" tanya Rifki tanpa menoleh ke arah Uqi yang notabennya juga mantan pacar Uqi.


"Fia mungkin ada di halaman belakang bersama Arum, kamu bisa berjalan lurus ke sana kemudian belok kanan di sana ada kursiuntuk bersantai di halaman belakang, aku yakin mereka pasti ada di sana." Uqi menunjukkan di mana Fia dan putrinya berada, setelah cukup lama Uqi dan Fia melepas rindu dan menemani Umik menerima tamu Fia berpamitan ingin ke halaman belakang menemui sang putri yang tadi juga pamit pada Bundanya.


"Terima kasih," jawab Rifki singkat seraya berjalam menuju tempat di mana Uqi tunjukkan tadi.


Dari kejauhan terlihat Fia dan Arum sedang bercengkrama dengan sang putri, dari binar mata keduanya tergambar jelas jika keduanya tengah melepas rindu.


"Ayah," panggil Arum yang baru saja melihat sang Ayah berjalan mendekat ke arah keduanya.


"Ayah kenapa bisa ada di sin?" tanya Fia heran, karena seharusnya saat ini Rifki berada di teras bersama Abi Ilzham menemaninya menerima tamu.


"Ayah juga rindu pada putri Ayah yang cantik ini," jawaban yang sangat berbeda dengan apa yang sebenarnya terjadi, tapi Fia dan Arum sama-sama percaya bahkan keduanya tampak biasa saja saat mendengar jawaban Rifki.


"Kalian lagi bahas apa? sepertinya seru sekali," tanya Rifki mencoba mengalihkan pembicaraan agar kedua wanita di hadapannya ini tak lagi bertanya.


"Ini loh Ayah, Arum sama Hasan ingin berbulan madu di Australia setelah semuanya selesai," Imah menjawab mewakili Arum yang kini tertunduk mendengarnya.

__ADS_1


"Ide yang bagus, Aku setuju, asal setelah sampai di Australia menginapnya di rumah saja," Rifku memberi syarat yang langsung di sambut gelak tawa oleh semua anggota.


__ADS_2