Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2
Umik Menggoda Hasan


__ADS_3

Cukup lama Bunda Fia pergi sedikit menjauh untuk berbicara pada Rifki tentang permintaan Hasan, dengan langkah pasti Bunda Fia berjalan masuk ke dalam rumah menghampiri seluruh keluarga yang berkumpul menanti jawabannya.


Raut wajah Bunda Fia terlihat datar tanpa ekspresi, dan ekspresi wajah seperti itu membuat seluruh keluarga semakin cemas, Umik Uqi merupakan orang yang paling mencemaskan jawaban yang akan di berikan oleh Bunda Fia.


"Bagaimana Fi, apa suamimu setuju dengan permintaan yang di ajukan oleh puteraku?" tanya Umik Uqi yang sudah tidak tahan melihat ekspresi datar Bubda Fia.


"Alhamdulillah suamiku setuju, begitu pula denganku tapi kami punya beberapa syarat yang harus di penuhi, apa puteramu sanggup melakukannya?"


Fia dan Rifki telah sepakat untuk menyetujui permintaan Hasan untuk menikah sirri terlebih dahulu, selain karena waktu resepsi yang dekat surat-surat yang ada di KUA juga sudah di serahkan tinggal menunggu waktu yang sudah di tentukan.


"Alhamdulillah jika kalian setuju, katakanlah apa syaratnya? dan Aku akan sampaikan pada puteraku." Ujar Umik Uqi yang terdengar begitu bersemangat karena apa yang di minta akhirnya dapat terpenuhi.

__ADS_1


"Yang pertama kami ingin Arum tetap berada di Asrama sebelum resepsi pernikahan di langsungkan, yang kedua kami berharap Hasan bisa menjaga hati dan diri Arum dengan baik." Dua syarat yang begitu sederhana tapi cukup sulit untuk di kerjakan.


"Baiklah Aku akan mengatakan syarat yang kalian berikan, dan besok akan Aku beri tahu kembali jawaban Hasan atas syarat yang kalian berikan dan semoga saja apa yang di rencanakan bisa terwujud." Ucap Umik Uqi dengan senyum yang mengembang di wajahnya, kebahagiaan Umik Uqi begitu jelas tergambar di wajah Umik Uqi.


"Amin, semoga saja semua berjalan dengan lancar," untaian harapan terdengar keluar dari bibir Bunda Fia.


"Amin," semua keluarga ikut mengamini apa yang menjadi harapan Bunda Fia.


Pertemuan kedua keluarga telah terlaksanakan, semua keluarga kembali pulang dengan harapan dan jawaban baik yang mereka bawa. Sebuah hubungan yang sebentar lagi akan terlaksana di harapkan bisa memberikan kebahagiaan untuk kedua keluarga.


"Assalamualaikum," ucap Umik yang baru saja Sampai di depan rumahnya.

__ADS_1


"Waalaikum salam, Umik," sahut Hasan yang sejak tadi tak beranjak dari temapatnya.


Dari awal Umik pergi ke rumah Ummah Hasan tak sejengkalpun meninggalkan rumah Umik, Hasan hanya mondar mandir di ruang tamu menunggu Umik kembali, hatinya benar-benar tak menentu rasa cemas bercampur sebuah harapan muncul di hatinya.


"Bagaimana Umik? apa keluarga Arum setuju dengan permintaanku?" sergah Hasan sesaat setelah Umik masuk ke dalam rumah.


"Masya Allah Hasan, Umik baru saja sampai sudah di todong pertanyaan, harusnya di suruh istirahat dulu terus di buatin minum baru di tanya," ujar Umik yang ingin menggoda Hasan setelah melihat rasa penasaran bercampur penuh harap di wajah Hasan.


"Maaf Umik, Hasan hanya penasaran saja. Kalau begitu Umik duduk dulu! biar Hasan ambilkan minum." Ujar Hasan yang langsung berjalan menuju dapur untuk membuat minuman rasa kelapa muda yang biasa di minum sang Umik ketika baru pulang bepergian.


Umik yang mendengar ucapan Hasan langsung tersenyum bahagia karena saat ini dia berhasil menggoda putranya.

__ADS_1


__ADS_2