Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2
Bertemu Sahabat


__ADS_3

Ketika cinta di kalahkan oleh takdir hanya kata pasrah dan ikhlas yang bisa di lakukan, ketika dia memilih pergi dan meninggalkanmu hanya kata melupakan yang bisa di usahakan. Huda terus saja meyakinkan diri bahwa Arum memang bukan jodohnya dan akan ada cinta yang lain, yang jauh lebih baik untuknya.


Huda kembali melakukan aktifitasnya seperti yang telah di rencanakan, pagi dia kuliah sedang sore dia mengajar madrasah.


Berbeda dengan Huda yang terus melakukan kewajibannya sebagai murid sekaligus guru madrasah Husein yang juga ikut merasakan patah hati kini juga sedang berjuang keras melupakan Arum.


Tok ... tok ... tok ....


"Pak Husein!" panggil seorang kariyawan dari balik pintu ruangan Hasan.


"Masuk!" sahut Hasan tanpa menoleh atau bergerak sedikitpun.


"Pak ini ada berkas-berkas yang harus di tanda tangani," seorang asisten yang terlihat begitu cantik juga modis berdiri tepat di samping Husein, dia terlihat begitu anggun dan manis meski memakai kerudung tapi auranya tak berkurang justru semakin kuat.


Husein mengambil alih berkas yang tadi di bawa oleh sekertarisnya itu dan langsung membubuhkan tanda tangan setelah membaca sekilas isi di dalam dokumennya.


Sikap Husein memang berbeda jika berada di kantor dan lingkungan luar kantor, Husein akan bersikap tegas dan cuek saat berada di kantor, tapi sikap itu berubah saat dia sudah berada di luar kantor.


Semua pekerjaan sudah terselesaikan rasa lelah mulai menyeruak ke dalam diri Husein, dengan gerakan pelan tapi pasti Husein merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku setelah seharian duduk di kursi dengan setumpuk berkas yang sudah dia selesaikan.


Beginilah kegiatan Husein setiap hari, untuk melupakan Arum dia selalu menyibukkan diri dengan tumpukan berkas yang ada di kantornya, tak jarang dia juga harus memeriksa email yang di kirim karyawannya.


Drrrrtttt ... drrrrttt ... drrrttt ....


getar ponsel mengalihkan perhatian Husein dan tanpa basa basi Husein langsung mengangkat panggilan di ponselnya yang ternyata dari Zein.


"Ada apa Zein?" tanya Husein to the point tanpa mengucapkan salam ataupun say hallo.


"Salam dulu kali Husein!" tegur Zein.


"Udah gak usah panjang-panjang, ada apa loe telfon?" Husein memang selalu bersikap to the poin pada sahabatnya itu langsung menanyakan apa maksud Zein menelfonnya.


"Loe masih sibuk atau enggak?" tanya Zein.

__ADS_1


"Lumayan, memangnya ada apa?" bukannya menjawab Husein malah kembali bertanya.


"Gue sama Bastian nungguin loe di cafe biasanya." Jawab Zein.


"Oke, tunggu gue!" jawaban singkat Husein membuat Zein langsung mematikan sambungan telfon tanpa ada ucapan salam seperti sebelumnya.


"Dasar anak kurang asem," gerutu Zein.


"Kenama Loe ngedumel gitu?" tanya Bastian yang sejak tadi memperhatikan sahabatnya itu.


"Ini sahabat Loe, ngangkat telfon gak pakek salam," gerutu Zein.


"Sudahlah gak usah ngedumel, Husein emang biasa kayak gitu." Bastian yang merasa sukar mendengar ocehan Zein akhirnya mengatakan hal yang membuat Zein tak bisa mengeluh lagi.


Husein yang menerima telfon dari sahabat-sahabat yang selalu ada untuknya, Husein pun langsung berjalan keluar dari kantor dan mengendarai mobil menuju cafe yang sudah di sepakati.


"Assalamualaikum," sapa Husein sesaat setelah sampai di cafe.


"Waalaikum salam," sahut keduanya.


"Lihat kalian duduk gue langsung inget, kalo tadi denger suara cempreng loe yang bikin gue mendadak lupa ingatan," jawab Husein sambil cengengesan.


"Rese' Loe," sahut Zein melempar secarik tissue ke arah Husein, ketiganya tertawa lepas melihat tingkah mereka sendiri.


"Gimana kabar Loe?" tanya Bastian yang di tujukan pada Husein.


"Gue baik-baik aja," jawab Husein.


"Yakin?" sahut Zein yang mengerti keadaan Husein saat ini.


"Harus baik-baik saja, karena cinta itu tak harus memiliki dan gue juga sadar jika takdir tentang jodoh tak bisa ku ubah," jawaban Husein membuat senyuman terbit di bibir kedua sahabatnya.


"Gue bangga sama Loe, merelakan dia yang kau cintai untuk orang lain," ucap Zein.

__ADS_1


"Eh dari pada Loe berusaha ngelupain Arum sendiri bagaimana kalau Loe gue kenalin sama Adeknya Zein?" cerocos Sebastian tanpa meminta persetujuan Zein terlebih dulu Bastian malah langsung ngomong.


"Loh kok nyasar ke adek gue sih?" protes Zein.


"Cuma Adek Loe yang cantik dan berpendidikan tinggi, pantaslah di sandingin sama Husein," ucap Bastian.


"Hey yang kakaknya itu gue kenapa Loe yang ngatur?" Zein kembali memprotes sikap Bastian yang terkesan seenaknya sendiri.


"Gue cuma ngusulin kali aja jodoh kan lumayan kalian bisa jadi saudara," jawab Bastian santai sambil memakan kentang crispy yang ada di hadapannya.


"Dasar makcomblang," sindir Zein sedangkan Husein hanya diam sambil berfikir dan menimang tentang apa yang di ucapkan oleh Bastian.


"Kapan gue bisa ketemu?" Husein yang sejak tadi diam langsung berucap.


"Loe nanggepin serius ucapan gue?" tanya Bastian yang awalnya hanya bercanda tapi ternyata di tanggapi dengan serius oleh Husein.


"Gue gak bercanda, kalau emang Zein punya adik cewek yang lagi jomblo kenapa gak di kenalin sama gue? kali aja emang dia jodohku," jawab Husein dengan ekspresi wajah serius.


"Kagak ada, enak aja Adek gue mau di buat pelarian, ogah gue gak setuju," ucap Zein.


"Zein, apa hubungannya pengen kenalan sama pelarian?" tanya Husein yang justru tak mengerti dengan ucapan Zein.


"Loe pengen kenalan sama Adek gue cuma buat ngelupain Arum, terus kalau gak di sebut pelarian di sebut apa?" Zein mengutarakan apa yang ada si benakny


"Zein cinta itu tidak bisa di larikan ataupun dipaksakan juga tidak bisa di tentukan pada siapa kita akan jatuh cinta, tapi satu hal yang pasti semenyakutkan apapun rasa cinta yang telah tumbuh kita harus bersyukur karena perasaan cinta itu anugerah yang wajib kita syukuri." Husein mulai berceramah mengingatkan sahabatnya yang menurutnya salah pengertian.


"Sudahlah Zein kenalin aja sama adek loe, gak asa ruginya juga loe ngenalin Adek loe ke Husein dia gak bakal macem-macem." Ujar Bastian.


"Sekarang mana foto Adek loe?" pinta Husein seraya mengulurkan tangan yang di tujukan ke arah Zein.


"Kagak ada, kalau loe mau tahu Adek gue besok sore jam lima loe dateng aja ke rumah!" jawab Zein yang tak ingin membagikan foto adiknya pada orang lain.


"Oke, besok jam lima gue bakal dateng ke rumah loe dan jangan sampai lupa kenalin gue sama Adek loe," ujar Husrin mantap tanpa ada keraguan sedang Zein dan Bastian hanya terbengong melihat sikap Husein.

__ADS_1


"Sudah gak usah bengong mending kalian makan semua makanan di meja, dan khusus untuk hari ini gue yang traktir," ucap Husein yang melihat kedua temannya hanya bengong menatap ke arahnya.


__ADS_2