Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2
Bidadari Husein


__ADS_3

Hasan terus saja menatap intens ke arah pintu kamarnya yang saat ini tengah di tempati Arum, ada banyak khayalan-khayalan indah yang tanpa permisi menghampiri fikirannya.


'Bug'


Suara timpukan bantal sofa terdengar cukup keras di telinga siapapun yang ada di sekitar Hasan, dan sukses membuatnya tersadar dari khayalan yang sebenarnya belum boleh di fikirkan.


"Husein!" hardik Hasan sambil meraih satu bantal yang tasi fi pergunakan Husein untuk menumpuknya.


"Kamu lagi ngelamunin apa sih Kak? serius amat," tanya Husein yang kini sudah beralih duduk di samping Hasan.


"Gak ada, siapa juga yang lagi ngelamun?" jawab Hasan cuek sambil mengalihkan pandangan yang semula tertuju pada pintu kamar kini beralih menghadap ke arah Husein yang sedang duduk di sampingnya.


"Heleh kamu gak pandai bohong Kak, jadi jujur aja! memangnya ada apa sih di balik pintu kamar Kakak?" tanya Husein yang sejak pertama kali masuk melihat Hasan diam mematung sambil melihat ke arah pintu.


"Kagak ada apa-apa, kamu dari mana aja baru nongol?" Hasan yang tak ingin menjawab pertanyaan Husein berusaha mengalihkan obrolan.

__ADS_1


"Aku baru aja dapetin bidadari yang bakal nemenin Aku sampai akhir usia," jawab Husein dengan nada sok puitis membuat Hasan memutar bola matanya malas.


"Bidadari? maksudmu apa Dek?" tajya Hasan yang semakin antusias dan penasaran dengan apa yang di lakukan oleh Husein.


"Aku sudah dapetin calon istri sama kayak Kakak," Husein memperjelas maksud dari ucapannya.


"Masya Allah, kamu serius Dek?" Hasan yang mendengar jawaban Husein masih ragu dan kembali bertanya.


"Kapan aku pernah bohong Kak?"Husein meyakinkan Hasan agar dia percaya dan tak lagi banyak bertanya.


"Entar kalau waktunya udah siap pasti Aku kenalin ke Kakak dan yang lainnya." Jawb Husein penuh keyakinan.


"Baiklah Aku tunggu!" ujar Hasan kemudian berdiri melangkah menuju dapur mendahului Husein.


"Lah Aku di tinggal pula, dasar kakak tidak berbakti," gerutu Husein yang ikut berjalan menghampiri Hasan yang sudah lebih dulu berjalan.

__ADS_1


"Mbak Hana!" panggil Hasan yang di balas sebuah senyuman oleh Hana.


"Iya Mas Hasan. ada apa?" sahit Hana dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Apa masakannya sudah siap Mbak?" sambubg Hasan membuat Husein sejenak terdiam dan melongo mendengar sang Kakak pagi-pagi sudah tanya makanan.


"Lima menit lagi sudah siap Mas," jawab Hana membuat senyum Hasan ikut mengembang.


"Baiklah lima menit lagi Aku bakal ke sini. jadi yang semangat masaknya!" ujar Hasan kemudian berjalan meninggalkan dapur dan melewati Husein yang berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri.


"Kakak Aku kenapa Mbak?" tanya Husein yang merasa begitu aneh dengan sikap sang Kakak.


"Saya tidak tahu Mas, mungkin Mas Hasan baru aja dapat arisan," jawaban yang sungguh tak masuk akal, seorang Hasan yang selalu berusaha menghindari hutang baik itu hutang budi, kini malah di tuduh ikut arisan yang identik dengan kegiatan seorang perempuan.


"Hah Arisan? hahahaha," suara tawa Husein langsung pecah setelah mendengar ucapan Hana yang sungguh tak masuk akal itu.

__ADS_1


"Di jawab kok malah di ketawain?" gerutu mbak Hana yang justru bingung dengan sikap yang di tunjukkan Husein.


__ADS_2