Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2
Permintaan Hasan


__ADS_3

Test kali ini berjalan cukup lama karena juga tak bisa di lakukan secara spontan, meski terlihat sedikit menyebalkan tapi demi mendapatkan seseorang yang benar-benar tulus Husein harus melakukannya. Kejadian dulu tak boleh kembali terjadi, bagi Husein cukup satu kali rasa sakit itu di alami olehnya dan jangan sampai terjadi lagi di kemudian hari.


"Untuk test hari ini cukup sampai di sini, kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti." Ucap Husein saat melihat Zidan keluar dari butik.


Ifan yang sedikit mengerti test seperti apa yang sedang di lakukan oleh Husein hanya tersenyum melihat semua kejadiannya.


"Fan, kita ke restoran sekarang!" titah Husein setelah Zidan benar-benar pergi meninggalkan area butik.


"Baik, Mas Husein," jawab Ifan yang langsung menyalakan mobil meninggaljan tempat pengintaian.


'Mas Husein hanya duduk diam di dalam mobil untuk mengintai tanpa harus ikut andil dalam rencana nya tapi kenapa dia pakai baju kayak gitu ya?' batin Ifan yang merasa aneh melihat baju yang di pakai oleh Husein.


Baju yang di pakai Husein memang masih terlihat wajar, tapi meski begitu bajunya benar-benar membuat orang tak menyangka jika itu bukan Husein.


Apa yang di lakukan Husein jauh berbeda dengan apa yang di lakukan oleh Hasan, dia yang sejak awal sudah mengenal Arum tak perlu melakukan test seperti yang di lakukan oleh Husein. Hasan hanya perlu berjuang mendapatkan hati Arum tanpa harus mengujinya karena Hasan yakin jika Arum adalah gadis yang baik juga setia.


Pagi ini Hasan berencana menemui sang Umik untuk membicarakan tentang keinginannya, Hasan telah berfikir semalaman tentang apa yang ingin dia lakukan untuk mendapatkan hati Arum gadis pujaan hatinya.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Umik," ucap Hasan sesaat setelah sampai di rumah Umik.


"Waalaikum salam, Masuklah!" sahut Umik yang kebetulan sedang berada tak jauh dari ruang tamu dan beliau juga yang membuka pintu untuk Hasan.


"Duduklah, Nak!" titah Umik yang sangat faham jika saat ini Hasan terlihat ingin membicarakan sesuatu yang penting.


"Umik, Hasan ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan Umik, apa Umik ada waktu?" tanya Hasan yang sangat mengerti jika saat ini Sang Umik memiliki jadwal pengajian yang rutin di lakukan.


"Jika sesuatu itu sangat penting, Umik masih bisa mengundur jam ngajinya Nak." jawaban Umik sungguh membuat Hasan lega, meski harus mengundurkan jam ngaji bersama para santri Hasan tak masalah karena membicarakan hal yang ingin dia ungkapkan hanya butuh waktu beberapa menit saja tak butuh waktu lama.


"Umik, jika Hasan ingin menikah sirri dulu dengan Arum, apa Umik dan yang lain setuju?" pertanyaan yang sungguh membuat Umik terkejut, sebab apa yang di ungkapkan oleh Umik tak pernah terbayangkan sebelumnya, sedikit pun Umik tak pernah berfikir untuk merencanakan pernikahan sirri seperti yang di ungkapkan oleh Hasan.


"Apa tujuanmu yang tiba-tiba ingin menikah sirri dengan Arum Hasan?" tanya Umik, yang tak ingin langsung menolak juga tak ingin langsung menerima permintaan Hasan itu.


"Umik, Arum masih belum memiliki perasaan apapun pada Hasan, meski Aku mengerti jika rasa itu akan tumbuh dengan sendirinya kelak tapi Hasan ingin saat Hasan benar-benar menjadi suaminya Hasan bisa memiliki Arum seutuhnya. Bukan cuma raga tapi juga hatinya," jelas Hasan.


"Terus kamu tahu dari mana jika Arum tak memiliki perasaan apapaun padamu?" Umik yang mendengar penjelasan sang anak langsung bertanya.

__ADS_1


"Hasan bisa merasakan jika Arum tak memiliki perasaan yang sama sepertiku Umik, Umik dan yang lain tidak perlu khawatir karena Hasan tidak akan melakukan hal-hal yang di lakukan pasangan suami istri yang lain. Hasan hanya tak ingin melakukan dosa Umik." Hasan kembali menjelaskan apa yang akan dia lakukan.


"Maksudnya?" Umik yang benar-benar tak mengerti kembali bertanya.


"Hasan hanya ingin menjadi seseorang yang halal bagi Arum, jadi selama Hasan melakukan pendekatan juga usaha untuk mendapatkan hati Arum Hasan tak mendapat dosa, istilahnya Hasan ingin pacaran setelah menikah jadi Hasan hanya akan melakukan hal-hal yang biasa di lakukan oleh orang-orang yang berpacaran bukan melakukan hal-hal yang di lakukan oleh mereka yanh sudah menikah." Dengan sabar dan jelas Hasan menjelaskan tujuannya meminta nikah sirri pada Umik yang sukses membuat Umik sepenuhnya mengerti jika apa yang di minta putranya itu beralasan.


"Baiklah jika itu maumu, Umik akan membicarakannya dengan Abi juga keluarga Arum dan kamu harus tahu satu hal, jika keluarga Arum atau Abimu tak setuju maka Umik tak bisa memaksa ataupun menyetujui permintaanmu itu." Jawaban Umik membuat Hasan sedikit takut, dia khawatir jika Abi atau keluarga Arum tak menyetujuinya tapi apa boleh buat? yang di lakukan Umiknya saat ini memang benar dan Hadan tak bisa memaksa semua orang untuk setuju.


"Jika seperti itu Hasan akan pasrah dengan keputusan yang akan di berikan Umik dan yang lain, Hasan hanya bisa menunggu jawaban atas apa yang Hasan ajukan," tutur Hasan yang mengerti jika apa yang di lakukan Umik memang benar.


"Berdo'alah Nak! karena hanya dengan do'a semua yang mustahil bisa terjadi, dan kamu harus yakin jika suatu saat Arum akan mencintaimu seperti Umik yang selalu setia mencintai Abimu." Umik mengusap pelan punggung Hasan seolah memberi keyakinan dan kekuatan untuk Putranya itu.


'Andai Umik tahu jika saat ini Hasan sedang khawatir, ingin sekali Hasan mengatakan yang sebenarnya jika Arum memiliki mantan kekasih yang tak lain adalah Huda sepupuku sendiri. Meski mereka sudah menjelaskan jika mereka hanya seorang mantan tapi Aku khawatir Arum akan kembali memiliki rasa dan ingin mengulang kisah indah mereka karena sering bertemu.' batin Hasan terus berperang dengan fikirannya.


"Sudahlah Nak, jangan di fikirkan!" Umik menepuk pelan paha Hasan yang terlihat melamun.


"Apa perlu Umik memajukan rencana pernikahan kalian yang hanya tinggal beberapa minggu itu?" tanya Umik yang merasa jika anaknya itu benar-benar ingin segera menikah dengan Arum.

__ADS_1


"Tidak usah Umik, jika memang tak ada yang setuju dengan permintaan Hasan maka tidak perlu memajukan rencana yang sudah di rencanakan, Hasan akan sabar menunggu." Jawab Hasan yang tak ingin merepotkan semua orang, karena memajukan rencana resepsi saat ini tak semudah yang di katakan. bahkan terkesan mustahil karena semua undangan pernikahan sudah di sebar.


__ADS_2