Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2
Pergi Ke Butik


__ADS_3

Hari ini Umik berencana ingin melihat Zahra di butik, dengan persiapan matang Umik pergi menuju butik di temani Desy sedang Huda bertugas untuk menjadi supir.


"Desy bagaimana kabar sekolahmu?" tanya Umik saat berada di tengah perjalanan.


"Alhamdulillah semuanya lancar Umik," jawab Desy dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Alhamdulillah," ujar Umik mendengar jawaban Desy.


Huda yang mendengar perhatian Umik pada Desy diam-diam tersenyum tipis, entah mengapa hatinya sedikit terhibur saat berada di dekat Desy. Sejenak melupakan rasa sakit di tinggal kekasih yang telah sah menjadi istri sepupunya.


"Selamat siang Bu, ada yang bisa saya bantu?" sambutan pertama saat sampai di butik Zahra.


"Siang, saya mau mencari baju Syar'i model terbaru." Jawab Umik dengan gaya elegan penuh kewibawaan.


"Mari saya tunjukkan!" ajak seorang pelayan yang ada di butik Zahra.


Umik yang berniat mencari Zahra sedikit teralihkan setelah melihat betapa banyak dan bagusnya model baju yang ada di butik Zahra hingga suara seseorang mengalihkan pandangan Umik.


"Umik!" panggil seorang gadis dengan baju kerja yang terlihat modis tapi masih menutupi auratnya.


"Iya, kamu siapa?" Umik yang sedikit lupa dengan gadis yang menyapanya kini bertanya.


"Saya Zahra Umik, Putrinya Rina alumni di pesantren yang Umik kelola," dengan penuh tawadduk Zahra meraih tangan Umik dan mencium punggung tangannya.


"Wahh kamu udah besar dan cantik pula," ujar Umik dengan senyum yang merekah karena calon menantunya memiliki sopan santun yang tak perlu di ragukan lagi.


"Alhamdulillah Umik," Zahra tersenyum malu mendapat pujian dari Umik, pengasuh pesantren sang Mama.

__ADS_1


"Umik ke sini mau mencari gamis?" Zahra melempar pertanyaan pada Umik yang saat ini hanya terdiam.


"Iya, Saya mau cari gamis model terbaru apa ada?" jawab Umik.


"Ada, Umik bisa ikut Zahra!" dengan penuh hormat dan sopan santun Zahra mengajak Umik untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Ini ruangan kamu Nak?" Umik yang baru saja melihat ruangan yang cukup bersih dan rapi dengan satu foto Zahra di meja mengira jika ruangan tempatnya berada saat ini adalah ruangan Zahra.


"Iya Umik ini ruangan Zahra, duduk dulu Umik!" pinta Zahra sembari menarik satu kursi di sampingnya agar Sang Umik bisa duduk.


"Terima kasih," ujar Umik sambil menatap lekat wajah Zahra yang terlihat benar-benar cantik mempesona.


'Puteraku memang tak pernah salah pilih, selain cantik Zahra ternyata juga memiliki kepribadian yang baik.' batin Umik dengan senyum yang terlihat merekah di bibirnya.


"Umik!" Zahra yang melihat Umik melamun memilih untuk memanggilnya.


"Apa Umik baik-baik saja?" tanya Zahra yang melihat Umik terdiam tanpa bahasa.


"Baik kok, tenang saja," Umik tersenyum sambil menjawab pertanyaan Zahra.


"Ini ada beberapa contoh model gamis yang bisa Umik pilih, dan kami akan membuatnya sesuai ukuran badan Umik," Zahra memberikan satu buku yang di penuhi desain gamis yang simple tapi terlihat elegan dan mewah.


Jika Umik sedang sibuk memilih model baju berbeda dengan Desy yang sejak tadi hanya duduk di ruang tunggu tanpa bergerak sama sekali.


"Hey! kamu lagi belajar jadi patung ya?" tegur Huda yang baru saja masuk dan melihat Desy duduk termenung tanpa ada yang menemani.


"Astaghfirullah, ada apa?" spontan Desy yang terkejut dengan teguran Huda.

__ADS_1


"Kamu ngapain di sini?" tanya Huda sembari mengambil tempat duduk di sebelah Desy.


"Bukannya Mas Huda sudah tahu kalau Aku sedang nemenin Umik," jawaban Desy membuat Huda tersenyum.


"Kalau nemenin kenapa gak masuk ke dalam?" Huda yang saat ini merasa cukup nyaman untuk mengobrol dengan Desy mencari alasan untuk terus berbicara dengan Desy.


"Umik sedang memilih model baju dan Aku di suruh menunggunya di sini." Jawaban Desy membuat Huda tersenyum karena saat ini di otaknya tengah tergambar lampu yang menyala, itu artinya Huda mendapatkan ide agar bisa mengobrol lebih banyak dengannya.


"Kalau Aku minta tolong kira-kira kamu mau tidak?" Huda mulai melaksanakan rencananya.


"Minta tolong apa ya?" Desy tak bisa langsung mengiyakan permintaan tolong Huda karena dia masih belum tahu permintaan tolong seperti apa yang di minta oleh Huda.


"Aku mau nyari baju buat adekku, apa kamu mau menemaniku memilih modelnya?" tanya Huda yang berharap Desy bersedia untuk membantunya.


-


-


-


-


-


maaf kalau akhir2 ini jarang up. seklinya up babnya sedikit anak saya sedang sakit tolong di mengerti dan terima kasih sudah dukung karyaku.


aku bahagia mendapat dukungan dari kalian. nanti kalau semuanya sudah baik2 saja. maaf juga kalau gk bisa balas komentar satu2 tapi percayalah aku selalu baca dan merasa bahagia membaca komenan kalian.

__ADS_1


lope2 sekebun untuk kalian.


__ADS_2