Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 110 - Kota Kumori


__ADS_3

Dua hari dalam perjalanan menuju Kota Kumori, kini kota tersebut telah terlihat dari kejauhan. Dan, di gerbangnya terlihat ratusan penjaga kota berbadan besar dan bersenjata lengkap.


Sebelum memasuki Kota Kumori, Kazuo turun dari kereta kuda dan menunjukkan kartu emasnya dan surat undangan dari wali kota Kota Kumori.


Setelah memasuki Kota Kumori, tatapan ratusan penjaga kota terarah pada tiga orang yang memakai topeng rubah putih yang sedang mengawal Bangsawan Minami.


Kota Kumori terlihat cukup besar bahkan bisa dibilang menyaingi Ibu Kota Provinsi Selatan yaitu Kota Chikuwa. Hanya saja yang membuat Nagato resah adalah tatapan penduduk kota yang terlihat ketakutan dan beberapa dari mereka terlihat seperti mengasihani kedatangan Bangsawan Minami.


"Kakek Hyo..." ucap Nagato dari balik topeng rubah putihnya.


Kakek Hyogoro menyadari keanehan tersebut sehingga dia lebih memilih diam dan mengamati tatapan para penduduk kota.


"Mata mereka seperti mengasihani kita?" batin Kakek Hyogoro sambil terus berjalan di samping kereta kuda mewah Bangsawan Minami.


"Kuharap orang yang bernama Gore ada disini, jika aku berhasil membunuhnya maka semua penyesalanku akan selesai." gumam Kakek Hyogoro dengan napasnya yang mulai tidak teratur.


Nagato melirik Kakek Hyogoro karena dia mendengar nama yang asing baginya.


"Gore? Siapa dia?" batin Nagato sambil terus melangkahkan kakinya.


Perlahan rombongan Bangsawan Minami sampai di kediaman wali kota. Tempat yang sudah banyak berubah di mata Kazuo dan Aiko. Dulu kediaman wali kota Kota Kumori terlihat indah dan sederhana, tetapi sekarang didepan kediaman Wali Kota ada sebuah patung manusia yang tak lain adalah wali kota Kota Kumori yaitu Otani.


"Kenapa tempat ini jadi seperti ini?" batin Kazuo ketika kereta kuda mewah miliknya masuk kedalam kediaman wali kota.


Aiko hanya tertawa karena menurutnya patung tersebut tidak melambangkan Kota Kumori. Patung Otani tidak cocok dipajang di kediaman wali kota, karena Otani sendiri belum memberikan konstribusi pada Kota Kumori.

__ADS_1


Setelah kereta kuda berhenti, Kazuo dan Aiko bersama kedua anaknya turun dari kereta kuda. Mereka melihat rumah mewah yang telah direnovasi. Tidak berapa lama setelah kedatangan Bangsawan Minami, Otani datang menyambut Kazuo yang datang bersama keluarganya. Otani didampingi dua orang, satu pria dan yang satunya adalah wanita.


"Pendekar Hyogoro, kalian tetaplah bersamaku..." ucap Kazuo mengingatkan, karena misi yang diberikan pada Kakek Hyogoro untuk membebaskan Kota Kumori dari cengkeraman Otani. Dan, pilihan satu - satunya bagi Kakek Hyogoro adalah dengan membunuhnya.


"Selamat datang di Kota Kumori, Tuan Kazuo dan Nona Aiko." sambut Otani sambil tersenyum lebar. Wajah Otani memiliki luka di dahinya dan dia sama sekali tidak terlihat seperti seorang bangsawan, karena wajahnya dan perawakannya terkesan garang.


"Siapa mereka bertiga? Seharusnya Tuan Kazuo tidak perlu khawatir, Kota Kumori adalah kota teraman." tambah Otani setelah melihat tiga orang yang memakai topeng rubah putih menjaga Kazuo.


"Mereka bertiga adalah pengawal pribadiku." jawab Kazuo membalas senyuman Otani, kemudian mereka berjabat tangan dan masuk ke dalam rumah mewah milik Otani.


Nagato terus menatap dua orang yang menjaga Otani dari balik topengnya. Karena dia merasakan aura membunuh sesaat dari kedua orang tersebut.


"Tidak boleh menilai seseorang dari penampilannya, tetapi aku merasa ada yang sangat mencurigakan di kota ini." batin Nagato mengikuti Kazuo dari belakang.


Pembantu yang ada dirumah Otani mengantar Nagato dan Litha ke kamar bersama kedua anak Kazuo dan Aiko. Sedangkan Kakek Hyogoro diminta Kazuo untuk tetap bersamanya. Melihat hal itu Otani menyuruh Kazuo untuk jangan khawatir, bahkan dia berharap Kakek Hyogoro beristirahat terlebih dahulu.


Kazuo melihat di kamar ada Kazue dan Eiko sedang bercerita tentang dua anak muda bertopeng rubah putih.


"Kak Kazue, anak muda yang mengawal kita terlihat tampan. Aku ingin berkenalan dengannya." ucap Eiko pada Kazue, gadis berambut hitam itu terpincut dengan Nagato.


Mendengar adiknya tertarik dengan Nagato, reaksi Kazue terlihat tidak peduli karena dia sendiri tertarik kepada Litha.


Aiko terlihat sehabis mandi dan memakai baju tidurnya sebelum tidur lebih awal.


Sementara itu di ruangan yang diberikan Kakek Hyogoro, Litha dan Nagato. Mereka bertiga sedang membicarakan rencana yang dipikirkan oleh Kakek Hyogoro.

__ADS_1


Berbeda dengan kamar yang diberikan pada Bangsawan Minami. Kamar mereka bertiga lebih kecil dan hanya memiliki satu ranjang.


Nagato dan Kakek Hyogoro tidur di lantai, sedangkan Litha tidur di ranjang. Mereka bertiga melewati ketenangan malam dengan mengistirahatkan tubuh mereka.


Keesokan harinya, Kazuo dan Otani mulai berbicara soal bisnis mereka. Otani berharap Kazuo mendukung dirinya untuk menjadi wali kota Kota Chikuwa selanjutnya.


Mendengar hal itu Kazuo mengerutkan dahinya, karena yang menjadi wali kota Kota Chikuwa yang sekarang adalah dirinya. Perkataan Otani seperti menyinggung dirinya.


"Aku tidak bisa menyetujui bisnis pasar gelap dan aku tidak akan mendukungmu menjadi wali kota. Kau sudah menghina Bangsawan Minami, Otani!" teriak Kazuo sambil memukul meja. Suara meja yang Kazuo pukul terdengar cukup keras.


Kakek Hyogoro sengaja menarik pedangnya untuk melihat reaksi kedua penjaga Otani. Ternyata reaksi dua penjaga Otani cukup cekatan karena bisa mengikuti pergerakannya.


"Cukup, Pendekar Hyogoro." ucap Kazuo menahan Kakek Hyogoro yang sudah melepas pedangnya.


Kakek Hyogoro menyarungkan pedangnya kembali, kemudian dia tersenyum sinis dari balik topeng rubah putihnya.


"Sudah kuduga, Otani adalah pedagang budak di pasar gelap. Dia yang telah menjadi biang kerok menjual budak orang Kai ke luar negeri." batin Kakek Hyogoro menatap Otani dengan tajam dari balik topeng rubah putihnya.


"Dia pasti memiliki hubungan dengan beberapa organisasi bawah tanah." bisik Kakek Hyogoro pada Kazuo dengan sangat pelan.


"Apa katamu?" reaksi Kazuo terkejut setelah mendengar perkataan Kakek Hyogoro.


"Ehem... maaf karena aku telah sedikit terbawa emosi." ungkap Kazuo menatap Otani yang sedang berwajah kecut. Otani sendiri tidak menyangka Kazuo tidak bisa diajak bekerja sama dengannya.


"Seharusnya aku mengundang Bangsawan Seifu, walau aku sedikit meraup keuntungannya." gumam Otani ketika memikirkan budak yang dia tangkap dari warganya sendiri yang tak lain adalah penduduk kota Kumori.

__ADS_1


"Kita lanjutkan pembicaraan ini besok sebelum Tuan Kazuo pulang, aku ingin mendengar jawaban yang bagus." ucap Otani berdiri dan beranjak pergi diikuti dua penjaganya. Perkataan Otani terdengar seperti mengancam Kazuo.


Kakek Hyogoro merasa jika Otani tidak memiliki hubungan dengan pemimpin Sekte Pemuja Iblis. Kemudian dia mendengar perkataan Kazuo yang emosi. Kazuo tidak menyangka Otani akan terang - terangan mengajaknya bekerja sama sebagai penjual budak. Yang lebih parahnya lagi Otani menyuruh Kazuo mendukungnya untuk menjadi wali kota Kota Chikuwa, agar memiliki stok perbudakan yang banyak.


__ADS_2