
Sementara itu Misuzawa Matsuri anak pertama dari tiga bersaudari Misuzawa Hana. Dan merupakan kakak dari Misuzawa Hanabi sedang bertarung melawan salah dari lima oranh suruhan Kaisar Orochi yang tak lain adalah pembunuh bayaran.
“Misuzawa Matsuri. Seperti rumor yang beredar. Tidak hanya cantik tetapi kau ahli dalam berpedang. Adikmu yang bernama Misuzawa Hanabi juga tidak kalah cantik...” Gura tersenyum menyeringai sambil memainkan pedangnya bertukar serangan dengan Matsuri.
Tebasan pedang keduanya terus bertukar. Matsuri menatap sengit Gura. Namun sekarang pikirannya adalah keberadaan Merlin dan Serlin. Dia hanya berharap tidak ada yang terjadi pada kedua orang tersebut.
“Jendral Matsuri. Aku akan membantumu...” Sosok perempuan berparas manis yang dahulu pernah bertemu dengan Nagato di Desa Timun telah menjadi prajurit militer Kekaisaran Kai yang berada di bimbingan Matsuri.
“Kyla? Hati-hati jangan lengah. Kita sebagai seorang perempuan harus bisa menjaga diri, tetapi jangan ragu meminta bantuan pada yang lain. Aku tidak ingin kehilangan anggotaku yang berharga lagi!” Matsuri menggigit bibir bawahnya mengingat kematian Kuina yang tidak jelas. Bahkan tidak ada satupun yang melihat akhir dari keberadaan Kuina.
“Tenang saja, Jendral Matsuri. Aku memiliki kebanggaan tersendiri menjadi bagian dari pasukanmu. Keberanian Kakak Kuina akan selalu bersamaku. Aku akan melewati batas kemampuanku!” Kyla terlihat dapat diandalkan setelah bergabung menjadi prajurit militer Kekaisaran Kai dibawah bimbingan Matsuri.
“Jangan alihkan pandanganmu, Matsuri!” Gura berteriak dan memainkan pedangnya lebih brutal. Tebasan pedangnya membuat Matsuri mundur tiga langkah ke belakang.
“Tebasan pedangmu terlalu kuat tanpa didasari kelembutan sedikitpun...” Matsuri menyarungkan pedangnya dan mengikat rambutnya yang berwarna merah muda itu. Lehernya yang putih terlihat jelas dan kecantikannya membuat prajurit militer Kekaisaran Kai dan prajurit militer Kekaisaran Rakuza menelan ludah.
“Aku akan mengajarimu cara menggunakan pedang yang baik dan benar...” Matsuri tersenyum tipis. Kemudian dia melesat cepat ke depan sambil mengayunkan pedangnya.
Saat ini Gura merasa sedang dipermainkan oleh Matsuri. Setiap tebasan pedang dari perempuan berambut merah muda itu membuat Gura geram. Matanya mendelik seperti ingin menerkam tubuh Matsuri.
“Jangan mengajariku! Apa kau tidak tahu siapa aku, hah?! Aku adalah pembunuh bayaran! Kau pikir aku tidak tahu caranya membunuh!” Gura melancarkan serangan beruntun pada Matsuri sambil memutarkan tubuhnya membentuk pusaran angin.
Matsuri menangkis pusaran angin tersebut dengan permainan pedangnya. Pedangnya berwarna merah muda. Sedangkan daun-daun sakura terus berguguran entah darimana asalnya. Namun setiap Matsuri bergerak. Daun-daun sakura akan berjatuhan mengiringi permainan pedangnya.
Permainan pedang Matsuri memukai Gura yang menjadi lawannya. Tebasan pedangnya begitu lembut, namun ketika dia menahannya, dorongan dari tebasan pedang Matsuri lebih kuat dari yang dia perkirakan.
__ADS_1
Gura melancarkan serangan bertubi-tubi dan mencoba melakukan gertakkan dengan menendang perut Matsuri. Tubuh Matsuri bergerak ke samping menghindari tendangan kaki Gura.
“Jangan lengah! Dan jangan sekali-kali meremehkan lawanmu!” Matsuri hendak menebas kaki Gura, namun beruntung Gura menariknya dengan cepat sambil mundur untuk menjaga jarak dengan Matsuri.
“Dia benar-benar meremehkanku! Kupikir Yang Mulia Orochi dan pasukannya lebih unggul tetapi, apa ini?” Gura membatin mengamati pertarungan di sekitarnya. Dia bisa melihat tekad prajurit militer Kekaisaran Kai dan pendekar dari Kekaisaran Kai tidak ingin tanah air mereka dijajah oleh Kaisar Orochi.
Walau jumlah prajurit militer Kekaisaran Kai dan pendekar dari kubu timur dan kubu barat masih jauh di bawah prajurit militer Kekaisaran Rakuza. Namun semangat bertempur mereka semua lebih besar dari prajurit militer Kekaisaran Rakuza.
“Mereka tidak ingin dijajah. Mereka tidak ingin tanah air mereka dikuasai orang asing. Baru kali ini aku melihat perang yang membuatku tersentuh. Tetapi sebagai pembunuh bayaran, aku sudah dibayar oleh Yang Mulia Orochi. Tidak ada pilihan lain...” Gura membatin sambil mengamati sekelilingnya.
“Pembunuh bayaran juga punya harga diri! Aku tidak akan mengkhianati itu!” Gura tersenyum menyeringai sebelum kembali bertukar serangan dengan Matsuri.
“Tusukan Pedang Bayaran!”
Matsuri melompat ke belakang untuk menghindari serangan tusukan pedang Gura. Aura berwarna ungu terlihat dari tebasan pedang Gura.
“Darah Sakura Bersemi!”
Matsuri memainkan lebih cepat. Kemampuan berpedangnya berhasil membuat Gura bungkam. Setiap serangan tidak dapat ditahan dengan baik oleh Gura.
Luka tusukan menghiasi sekujur tubuh Gura. Bahkan luka sayatan juga terpampang dengan jelas. Matsuri terus melancarkan serangannya dan tidak memberi celah bagi Gura untuk mengambil napas apalagi memulihkan tenaganya.
“Jurus Pedang Musim Semi : Kehangatan Cinta Yang Bersemi!”
Matsuri mengaliri bilah pedangnya dengan tenaga dalam beserta aura tubuhnya. Cahaya berwarna merah muda menghiasi bilah pedangnya. Sementara itu mata Gura terbelalak kaget melihat bentuk hati yang bersinar di dada Matsuri sebelum tubuhnya ambruk ke tanah karena tertebas pedang Matsuri.
__ADS_1
“Sudah kukatakan padamu. Jangan pernah meremehkan lawanmu. Jika kau meremehkan lawanmu, sama saja kau seperti orang yang tidak tahu apapun tentang bela diri...” Matsuri menyarungkan pedangnya dan teriakan Gura menggema. Tubuh Gura bersimbah darah. Sedangkan mata Matsuri memejam sembari mengatur napasnya.
“Itulah yang Guru Pandu ajarkan kepada kami.... Jangan pernah sekalipun meremehkan lawanmu.” Matsuri memperhatikan Kyla yang membunuh beberapa prajurit militer Kekaisaran Rakuza dengan permainan pedangnya, “Menjaga kedamaian di tanah air, kah?”
Matsuri membantu Kyla dan prajurit militer Kekaisaran Kai yang semuanya adalah perempuan. Kedatangan Matsuri membuat prajurit militer Kekaisaran Kai bertambah semangat.
“Jendral Matsuri!”
“Jendral Matsuri bersama kami. Kalian tidak akan bisa meremehkan kami lagi!”
Kyla menghampiri Matsuri setelah membunuh prajurit militer Kekaisaran Rakuza dengan lima kali tebasan beruntun. Sembari mengamati pertarungan yang masih terus berlanjut, Kyla menatap Matsuri dan berkata, “Jendral Matsuri. Ngomong-ngomong dimana Kakak Serlin?”
Matsuri melebar matanya sebelum menghela napas panjang, “Aku juga tidak tahu secara pasti. Aku sendiri tidak mengetahui keberadaan Serlin. Semenjak kita kembali ke Ibukota Daifuzen dan memberitahu Nagato tentang kematian Bos Hyogoro, Azai dan Kuina. Setelah itu Serlin menghilang...”
Kyla tidak membahas lebih jauh lagi karena semua prajurit militer Kekaisaran Kai yang berada dibawah kepemimpinan Matsuri juga tidak mengetahui keberadaan Serlin.
“Nagato? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya...” Kyla menggumam sebelum punggungnya bersentuhan dengan Matsuri untuk saling melindungi.
“Guru Pandu memang tampan, tetapi anaknya memiliki tatapan yang dingin. Aku suka dengan anak nakal yang tampan dan dapat diandalkan...” Matsuri terkekeh kecut sebelum menarik pedangnya dan menebas prajurit militer Kekaisaran Rakuza.
“Kriteria Jendral Matsuri terlalu berlebihan. Tetapi aku rasa Nagato memiliki kriteria itu...” Kyla menanggapi perkataan Matsuri sambil memainkan pedangnya dengan lincah.
Matsuri tersenyum ketika melihat prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang seluruhnya adalah pasukan yang terdiri dari laki-laki, namun tidak berani melawan mereka sekarang.
“Jurus Pedang Musim Semi : Layu Dan Bermekaran!”
__ADS_1
Tebasan pedang Matsuri membuat puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza berkeringat dingin. Tebasan pedang yang membentuk sebuah sabit yang besar itu melesat cepat ke arah puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza sebelum meledak.
Orang-orang yang berada di dalam jangkauan serangan Matsrui mati dalam sekejap ketika terkena tebasan tak kasat mata itu. Bersamaan dengan tubuh-tubuh yang berjatuhan dan kehilangan nyawanya seperti tanaman yang layu. Daun-daun sakura mekar dan berjatuhan disekitar tubuh orang-orang yang tergeletak di tanah.