
Semua orang masih membicarakan Nagato yang merupakan seorang pemuda tampan penuh emosi. Banyak yang masih tidak menyangka Nagato tidak segan-segan membunuh orang yang melukai salah satu temannya.
Di bangku penonton tempat pendekar dari Klan Misuzawa duduk, Hana sudah kembali dari tengah lapangan Arena Lingkaran Harimau.
"Ibu Hana. Siapa pemuda itu?" Hanabi bertanya pada ibunya dengan wajah datarnya.
"Namanya Nagato. Apa kau juga tertarik dengan Nagato seperti gadis-gadis yang lain?" Hana melihat anak perempuannya yang sama sekali tidak memiliki ketertarikan pada percintaan.
"Aku ingin melawannya. Dia sudah dua kali melawan Sepuluh Tetua Kai." Hanabi menjawab perkataan Hana sambil menatap tengah lapangan Arena Lingkaran Harimau.
Di lapangan Arena Lingkaran Harimau terlihat pendekar dari Klan Iwata menggunakan kekuatan elemen mereka untuk menimbun tanah-tanah yang berlubang.
Tidak berapa lama Satra berdiri dan mengumungkan seorang wasit yang baru. Banyak yang terkejut dengan sosok wasit yang baru itu.
"Perkenankan saya untuk mengganti wasit pertandingan. Karena ulah teman saya itu, hampir terjadi keributan, saya selaku panitia pelaksana Turnamen Harimau Kai mohon maaf yang sebesar-besarnya." Satra tersenyum ramah dengan wajah yang bersalah. Rakyat biasa yang menonton banyak yang berdecak kagum tetapi lain halnya dengan pendekar dari kubu timur. Sedangkan Mujin sendiri bisa menebak Satra akan mempermainkannya.
"Kursi Sepuluh Tetua Kai akan berubah dengan dikeluarkannya Saudara Mujin. Keputusan saya bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat!" Satra menatap tajam Mujin yang masih berada di tengah lapangan Arena Lingkaran Harimau.
Banyak yang terkejut dengan kuputusan Satra mengeluarkan Mujin dari kursi Sepuluh Tetua Kai. Semua pendekar tidak bisa membantah perkataan Satra. Mengingat pendekar di Benua Ezzo sangat mematuhi sumpah para leluhurnya.
Kaisar Hizen setelah menjadi Kaisar Kai yang baru memutuskan jika setiap perkataannya adalah mutlak, dan itu berlaku juga untuk Satra karena orang berkuasa itu adalah teman baiknya dan tangan kanannya.
Mujin menahan emosinya, dia sadar akan dihabisi cepat atau lambat. Tidak ada pilihan baginya selain melawan dan membongkar kebusukan Satra. Tetapi dia berusaha untuk tetap tenang, percuma jika dia melawan tanpa persiapan dan hanya dilandaskan emosi semata.
__ADS_1
"Tidak ada yang berani melawannya. Seorang pendekar di Ezzo jika bersumpah maka mereka tidak akan melanggarnya." Mujin membatin penuh kekesalan sambil melangkahkan kakinya keluar Arena Lingkaran Harimau. Suara Satra kembali terdengar di telinganya.
"Saudara Mujin malam ini temui kami di Rumah Harimau Kai! Bagaimanapun kau telah berjasa, setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan. Kami akan memberi upeti atas jasa-jasamu!" Mujin semakin geram dengan Satra. Penduduk biasa yang mendengar perkataan Satra justru memuja-muja namanya, tetapi berbeda dengan penduduk yang bisa berpikir secara gamblang tentang kondisi Kekaisaran Kai saat ini.
Mujin meninggalkan Arena Lingkaran Harimau tanpa berbicara sepatah kata apapun. Di depan pintu keluar, dia bertemu dengan sosok pria bertudung yang membawa dua pedang di pinggangnya.
"Yo, Tubuh Iblis." Hayabusa tersenyum menatap Mujin.
"Kau..." Mujin terkejut melihat Hayabusa. Pria dihadapannya pernah hampir membunuhnya, saat menjadi Jendral Pemburu Kekaisaran Kai, Hayabusa mengetahui kebenaran tentang kegelapan Kekaisaran Kai secara tidak sengaja. Pria itu mendengar langsung kebusukan Sepuluh Tetua Kai terutama Satra yang bekerja sama dengan Gore dan terlibat dalam perdagangan manusia.
"Kau harus menembus dosa-dosamu, Mujin. Kalian telah menceburkan ribuan nyawa tak bersalah hanya karena ingin melenyapkan Klan Kagutsuchi. Seumur hidup aku akan memburu kalian, tetapi saat ini aku butuh bantuanmu." Hayabusa menatap tajam Mujin yang berkeringat dingin.
"Akar masalahnya hanya satu. Jika aku berhasil membunuh si Hizen dan Satra maka masalah selesai. Tapi kaisar bodoh itu kakak kandung guruku. Aku tidak bisa melakukannya..." Hayabusa terlihat kesal kemudian mengeluh, "Haah beginilah jadi murid yang memegang janji gurunya."
"Hayabusa. Kita tidak bisa menghentikan pertempuran yang cepat atau lambat akan terjadi." Wajah Mujin pucat pasi.
"Kekaisaran Rakuza, Sekte Pemuja Iblis dan mungkin akan ada beberapa organisasi bawah tanah yang menyusup kesini. Kita tidak akan bisa menghentikan mereka. Jika pendekar dari kubu timur tidak terikat sumpah dekrit darah maka mereka akan jadi sekutu yang dapat menggulingkan sistem yang bobrok ini!" Mujin terlihat menyesali perbuatannya ketika menduduki kursi Sepuluh Tetua Kai.
"Apa kau mengetahui kemana Hawk dan Matsuri pergi?" Hayabusa mengalihkan pembicaraan, sudah beberapa tahun ini dia bergerak sendirian dan sekarang dua ingin mengetahui keberadaan dua saudara seperguruannya.
"Jendral Angin dan Jendral Sakura melakukan misi rahasia entah kemana. Yang aku tahu hanyalah keberadaan Jendral Api dan Jendral Bangsawan yang sedang menyusup ke Kekaisaran Kinai untuk mencari informasi tentang Organisasi Delapan Jari dan Organisasi Laba-Laba Malam!" Mujin sendiri tidak terlalu mengetahui tentang Kekaisaran Kinai karena negeri itu tempat tertutup. Tiga kekuatan besar di Benua Ezzo sekarang adalah Kekaisaran Kai, Kekaisaran Kinai, dan yang paling terkuat adalah Kekaisaran Rakuza yang mulai melakukan penjajahan seperti orang-orang dari Benua Barat. Tetapi yang paling menjadi perhatian seluruh orang di Benua Ezzo adalah Kerajaan Sihir Azbec. Bisa dibilang Kerajaan Sihir Azbec yang terkuat diantara ketiganya.
Hayabusa terdiam lama, dia sadar bisa saja Turnamen Harimau Kai akan menjadi malapetaka yang besar. Pertempuran yang dimaksud Mujin sudah dia ketahui, Kekaisaran Rakuza mengincar Hisui dan berniat membunuh Kaisar Hizen. Tetapi yang sekarang dia pikirkan adalah pergerakan Sekte Pemuja Iblis yang terlibat dalam malam pembantaian Klan Kagutsuchi.
__ADS_1
"Mujin jawab dengan jujur pertanyaanku!" Hayabusa menatap tajam Mujin.
"Apa Satra ada hubungannya dengan pemimpin Sekte Pemuja Iblis. Aku sedang mencari informasi tentang hal itu, aku yakin Satra dan orang yang bernama Gore memiliki hubungan!" Mujin diam sesaat dan dia mengingat jika dirinya pernah melihat Satra menyiksa budak perempuan bersama dengan seseorang yang memiliki aura iblis.
"Aku rasa juga seperti itu. Kita bisa berasumsi jika Satra dan Gore mempunyai hubungan." Jawaban Mujin tidak memuaskan Hayabusa.
"Hayabusa target kita hanya satu yaitu Satra. Aku akan menusuk perutku dengan pedang setelah melanggar sumpah dekrit darah." Hayabusa tertawa mendengar perkataan Mujin.
"Aku berasal dari Klan Kagutsuchi. Walau bukan dari Keluarga Kagutsuchi yang sebenarnya, setidaknya aku bagian dari mereka. Aku harus membalaskan kematian saudara-saudaraku!" Hayabusa menambahkan.
"Waktu itu aku hanya diberitahu tentang Klan Kagutsuchi yang akan memberontak. Sungai-sungai diberi racun bahkan sumur sumber kehidupan sehari-hari Klan Kagutsuchi diberi racun yang berasal dari luar Benua Ezzo. Sepertinya aku salah menjadi teman Satra sialan itu!" Mujin meratapi penyesalannya.
Hayabusa berusaha untuk tetap tenang, jujur saat ini dia ingin memotong tubuh Mujin karena mengatakan kejadian yang sesungguhnya pada malam pembantaian.
"Fuyumi Nagato. Bagaimana pendapatmu tentang dia?" Hayabusa mengalihkan pembicaraan kembali. Mengingat saat ini yang dia butuhkan adalah teman untuk bekerja sama dengannya bukan musuh yang menjadi bumerang baginya.
"Sangat berbakat dan sangat mengerikan tentunya. Aku bisa merasa jika Fuyumi Nagato akan menjadi api yang membakar para orang-orang tua sialan itu, tentunya juga diriku ini." Mujin tersenyum kecut sedangkan Hayabusa tersenyum tipis mendengar perkataan Mujin.
"Fuyumi sudah terikat sumpah dekrit darah. Klan Kagutsuchi yang telah menerimaku telah musnah, tapi Mujin kau harus ingat. Kekaisaran Kai akan kembali ke tangan yang seharusnya, Kagutsuchi belum musnah sepenuhnya. Apa yang kalian rencakan pada Fuyumi Nagato?" Hayabusa dan Mujin bergerak. Mereka berdua menjauh dari Arena Lingkaran Harimau.
"Aku tidak tahu tentang hal itu. Fuyumi Nagato sangat mirip dengan Pangeran Pandu. Apakah kau menganggap Fuyumi Nagato adalah anak dari Pangeran Pandu dan cucu Guru Besar Kagutsuchi Sura?!" Mujin melirik Hayabusa sambil mengamati sekelilingnya. Karena dia telah mengetahui jika Satra memiliki hubungan dengan Panglima Perang Nobu dan Reptile. Bisa saja kedua orang itu disuruh membunuh dirinya oleh Satra dengan ganti Kekaisaran Rakuza mendapatkan tubuh Dewi Penyuburan yang tak lain adalah Hisui.
"Ya, aku harap begitu. Dia sangat berbeda dengan Guru Pandu. Tatapan kebencian dan dendam terpampang jelas di mata Fuyumi Nagato. Satu-satunya yang dapat menghancurkan sistem yang bobrok ini hanyalah Fuyumi Nagato jika pemuda itu adalah anak Guru Pandu..." Hayabusa menggigit bibir bawahnya sebelum dia berkata, "Jika itu benar maka nama asli Fuyumi Nagato adalah Kagutsuchi Nagato."
__ADS_1
***
Suasana di Arena Lingkaran Harimau telah kondusif, penonton mulai tenang dan mendengarkan perkataan Satra. Menonton Turnamen Harimau Kai tidaklah gratis, keuntungan yang diraup oleh Satra sangat besar. Jumlah tujuh puluh ribu penonton selalu terisi penuh sejak awal dihelatnya Turnamen Harimau Kai, bahkan sekarang jumlahnya lebih dua ribu karena banyak penonton yang berdiri.